Hukum Memelihara Burung Berkicau

Di Islam 256 views

Penggemar burung kicau di Indonesia memang sangat banyak. Mayoritas memiliki kegemaran burung kicau karena alasan hobi dan suka. Tapi pernahkah kita mencari tahu bagaimana sebenarnya hukum memelihara burung berkicau dalam Islam?

Suatu hari, beberapa kawan saya yang tidak menyukai burung bertanya pada seorang pemelihara burung berkicau. Begini kisahnya…

“Tidakkah kamu merasa kasihan terhadap burung yang dikurung dalam sangkar kecil. Kehidupan bebasnya di alam kamu renggut begitu saja?”

hukum memelihara burung berkicau, hukum memelihara burung, hukum ternak burung, beternak burung kicau

Meskipun tanpa sengaja, tapi kata-kata itu merasuk dalam hati dan seolah mengaminkannya. Bayangkan, habitat asli burung sebenarnya di alam bebas, bagaimana mungkin kemudian dikurung dalam sangkar yang luasnya terbatas.

Apakah ada Dalil Memelihara Burung Kicau?

Kesampingkan pikiran masing-masing, agama bukan berdasarkan pada ‘menurut saya’ tapi bersandarkan pada dalil. Apakah ada dalilnya atau tidak, baru bisa dikatakan boleh atau tidak. Kembali pada persoalan burung berkicau, ternyata tidak hanya sekarang saja dijadikan binatang kesayangan. Zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sudah ada.

Salah seorang sahabat nabi, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan tentang adiknya yang bernama Abu Umair ketika bermain dengan seekor burung kesayangannya. Beliau menceritakan…

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki seorang adik lelaki, namanya Abu Umair. Usianya mendekati usia baru disapih. Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, beliau memanggil, ‘Wahai Abu Umair, ada apa dengan Nughair?’ Nughair adalah burung yang digunakan mainan Abu Umair. [HR. Bukhari 6203, Muslim 2150]

Dari hadits tersebut diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang Abu Umair memelihara burung. Dengan kata lain bisa diambil hukum bahwa boleh memelihara burung, entah burung kicau atau yang semacamnya.

Kata Para Ulama

Imam Ibnu Hajar menyebutkan intisari hadits tersebut dalam kitab Fathul Bari, 10/584 bahwa memelihara burung dalam sangkar dan sejenisnya adalah boleh. Begitu pula pendapat ulama madzhab syafiiyah yang menekankan dengan syarat sang pemilik harus memperhatikan kebutuhan burung peliharaannya sebab hukumnya sama dengan binatang ternak yang diikat.

Fatwa Imam Ibnu Baaz rahimakumullah:

Tidak masalah memelihara burung, selama tidak mendzaliminya dan disikapi dengan baik dalam memberi makanan atau minuman. Baik burung kakatua, burung dara, ayam atau binatang peliharaan lainnya, dengan syarat diperlakukan dengan baik dan tidak menzhaliminya. Baik binatang itu dipelihara di dalam kolam, sangkar atau aquarium seperti ikan misalnya. Wallahu a’lam.

Sekarang telah jelas kepada kita tentang bagaimana hukum memelihara burung berkicau dalam sangkar. Namun, perlu ditekankan bahwa apapun hewan peliharaannya jangan sampai melalaikan kita dari beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jika hal itu melalaikan maka lebih baik dihindari. Wallahu a’lam

Tags: #Burung Kicau #Hukum Burung Berkicau #Hukum Memelihara Burung

author
Penulis: 
Blogger asal Pekalongan yang punya mimpi BESAR. Terima kasih telah membaca tulisan saya, silakan SHARE jika bermanfaat!
Baca Juga×

Top