Wajib Baca.!! Jangan Sampai Ibadah Sia-Sia Karena Ini

Di Islam 10147 views

Ibadah Sia-Sia

Sudah berapakali kita menunaikan sholat sampai dengan hari ini? mungkin sudah ribuan kali ruku’ dan ribuan kali sujud. Namun tahukah anda berapa kali ibadah yang kita kerjakan bisa diterima Allah Subhanahuwata’ala. Jangan-jangan ibadah yang selama ini kita kerjakan tidak mendapatkan pahala atau sia-sia saja.

Mungkin kita tidak tahu bahwa amalan yang sudah kita kerjakan bertahun-tahun hilang begitu saja. Amalan yang kita kerjakan bisa saja hilang karena lisan kita. Lisan merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga lisan kita. Apakah banyak kebaikannya dengan menyampaikan yang haq ataupun malah terjerumus ke dalam dosa dan maksiat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya:

“Tahukah kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?”. Para sahabat menjawab: “Di kalangan kami, muflis itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda”. Nabi bersabda : “Muflis di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di hari qiyamat datang lengkap dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya. Di samping itu dia juga membawa dosa berupa makian pada orang ini, menuduh yang ini, menumpahkan darah yang ini serta menyiksa yang ini. Lalu diberikanlah pada yang ini sebagian pahala kebaikannya, juga pada yang lain. Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa belum terselesaikan, maka diambillah dosa-dosa mereka itu semua dan ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka. [HR. Muslim]

Menurut hadits  di atas, orang yang bangkrut itu adalah seseorang yang pada hari kiyamat nanti datang menghadap Allah dengan membawa pahala shalatnya, pahala puasanya, pahala zakatnya dan sebagainya. Ketika sedang diperiksa, datang seseorang mengadu : ‘Ya Allah, orang ini sewaktu hidup di dunia dulu telah mencaci maki saya’. Maka, diambillah sebagian pahalanya dan diberikan kepada orang yang mengadu tadi. Kemudian datang lagi orang mengadu: ‘Ya Allah orang ini sewaktu di dunia dulu telah menuduh saya melakukan perbuatan jahat, padahal saya tidak melakukannya’. Maka diambillah sebagian pahalanya dan diberikan kepada orang yang mengadu tadi. Demikianlah seterusnya datang para pengadu yang lain, sampai habis pahalanya. Sementara itu masih juga datang para pengadu yang lain. Maka diambillah sebagian dosa dari para pengadu dan ditimpakan kepada orang yang berbuat aniaya tadi. Setelah itu orang tersebut dilemparkan ke dalam neraka.

 

Tags: #ibadah sia sia

author
Penulis: 
    Baca Juga×

    Top