Kartu Flazz BCA

Sejak kehilangan dompet waktu itu, memaksaku mengurus semua surat-surat identitas dan kartu ATM. Hal yang paling awal kubuat adalah identitas, karena tanpa kartu identitas diri maka seluruh ATM tak bisa segera kembali ke tangan. Berhubung alamat KTP saya masih dari Pekalongan, maka urusannya juga harus tempat keluarnya KTP tersebut. Meskipun ada kakak ipar yang sanggup membuatkan tanpa kehadiran saya, tapi kurasa cukup lama untuk menantinya. Sedangkan saya harus segera mengaktifkan akun bank untuk bisa bertransaksi, maklum pebisnis online risikonya begitu, hihi.

Solusi cepatnya kubuat kartu SIM terlebih dahulu, mengingat SIM bisa digunakan sebagai pengganti KTP di Bank, ya meski tidak semua bank. Tapi lebih baik demikian. Dan ternyata dari tiga bank yang saya datangi semuanya menerima kartu SIM sebagai identitas untuk membuka blokir akun bank saya. Tiga bank yang menerima kartu ATM sebagai identitas tersebut adalah Bank BCA, Bank BNI, dan Bank Permata. Kebetulan juga SIM saya dikeluarkan oleh Polresta Denpasar, jadi bisa lebih cepat diurusnya.

Kartu Flazz BCAPertama kali setelah bikin SIM baru, saya membuka blokir akun Bank BCA di kantor cabang. Mengantre tak seberapa lama (kurang lebih 2 jam, haha) lalu dipanggilnya nomor antrian yang saya pegang. Giliran saya menghampiri petugas Customer Service Bank BCA tersebut. Usai semua beres, mbak CSO tersebut menawari saya kartu Flazz BCA. Tentu saja tak semena-mena saya menerima tawaran mbak itu, emangnya eyke cowok apaan #eh. Dan mbak CSO itu pun mulai presentasinya dengan cepat dan tepat serta mudah dipahami. Kira-kira jika dirangkum secara singkat sesuai kemampuan saya, beginilah penjelasan dari Kartu Flazz BCA:

  • Kartu Flazz BCA adalah kartu prabayar yang bisa digunakan dimerchant BCA. Contohnya dipusat perbelanjaan, minimarket, SPBU, dan lain sebagainya.
  • Flazz BCA tidak memakai PIN (Personal Identification Number) untuk menggunakannya, sehingga kartu ini tidak boleh dipegang orang lain tanpa persetujuan dari pemiliknya.
  • Kartu Flazz BCA bisa didapatkan dengan mambayar Rp 25.000 pertama kali saja
  • Tidak ada biaya administrasi apapun setiap bulannya
  • Reload saldo Flazz BCA bisa melalui ATM BCA Non Tunai

Begitulah poin penting yang dijelaskan oleh Mbak CSO BCA kepada saya. Setelah dijelaskan dengan detail, saya pun tertarik membeli kartu Flazz BCA dengan membayar dua puluh lima ribu rupiah yang dipotong saldo. Isi perdananya 50 ribu saja, kata mbak CSO, reloadnya sedikit saja, kan sayang kalau hilang, bisa dipakai orang berbelanja tanpa PIN. Padahal sih emang nggak punya uang banyak, makanya isi sedikit, haha.

Sebelum menerima kartu Flazz BCA, saya jadi teringat saat ke Jogja waktu itu. Kalau tidak salah, disana sudah bisa menggunakan kartu Flazz BCA untuk naik bus Trans Jogja. Bukan itu sih sebenarnya alasan utama membuat kartu Flazz BCA. Alasan utama saya karena banyak minimarket tempat belanjaku yang menerima Flazz BCA. Daripada membawa uang, mending bawa Flazz BCA saat belanja kan? Lebih simpel lagi.

Tapi setelah dipikir-pikir, memang Flazz BCA memudahkan untuk saya. Belanja sepulang dari masjid tak menjadi kendala :D Apakah anda sudah memiliki Flazz BCA?

3 thoughts on “Kartu Flazz BCA

  1. dulu suami sy pernah ksh flazz supaya sy gampang kalo mau mau belanja. tp sejak kartunya rusak sy males ngurusnya :D

  2. masalah kehilangan ATM Sama dg suami saya, lupa tak mengambilnya setelah tarik uang, msih untung identitas tak ikut raib.

Leave a Reply