Kisah Nabi Uzair Tertidur Selama Seratus Tahun

Di Islam 1186 views

Nabi Uzair Tertidur Selama Seratus Tahun

Pernahkan anda mendengar nama Nabi Uzair?. Mungkin Nabi Uzair cukup asing di telinga kita. Karena tidak banyak yang tahu kalau Nabi Uzair adalah seorang Nabi dan Rasul utusan Allah Subhanahuwata’ala. Nabi Uzair hidup pada zaman Nabi Shaleh dan Nabi Ibrahim.

Nama Uzair berasal dari kata Azaro, yang artinya “mengkoreksi”. Yaitu mengkoreksi kebenaran dengan kebenaran yang sebenarnya dan mengkoreksi kesalahan  menjadi suatu kebenaran yang semestinya. Nabi Uzair AS adalah seorang lelaki yang amat sholeh dan paham pada kitab Taurat. Ia dikatakan memahami setiap isi kandungan Taurat. Beliau menjadi rujukan setiap masyarakat Yahudi pada zaman itu.

Nabi Uzair Tertidur Selama Seratus Tahun

Dalam kisah hidupnya Nabi Uzair pernah ditidurkan oleh Allah Subhanahuwata’ala selma seratus tahun. Pada suatu hari saat cuaca sangat panas Uzair berfikir bahwa kebunya butuh untuk diairi. Kebun itu cukup jauh dan jalan menuju kesana sangat berat. Sebelumnya tempat itu merupakan tempat yang indah dan ramai dimana penghuninya cukup nyaman tinggal didalamnya. Namun kini telah berubah menjadi kota mati.

Uzair tetap berfikir dalah hatinya bahwa pohon -pohon di kebunya pasti merasakan kehausan hingga akhirnya Uzair memutuskan untuk pergi memberinya minum. Matahari nampak masih baru memasuki waktu siang Uzair menunggang kuda dan memulai perjalananya menuju kebun. Setelah sampai kebun Uzair pun menyirami kebunya dan dari kebun itu ia memetik buah anggur dan buah tin.

Kemudian Uzair melanjutkan perjalanan hingga berada di suatu kuburan dan berhenti sambil beristirahat. Uzair turun turn dari keledainya dan mengikat keledainya di suatu dinding kuburan tersebut. Uzair mulai mengamati keadaan di sekelilingnya dan tampak keheningan dan kehancuran meliputi tempat itu.

Uzair merasakan bagaimana kerasnya kehancuran disana dan ia bertanya kepada dirinya sendiri. “Bagaimana Allah Subhanahuwata’ala menghidupka tulang-tulang ini setelah kematianya.” Belum lama setelah Uzair mengucapkan kalimat itu Allah Subhanahuwata’ala mengutus malaikat maut untuk mencabut ruhnya. Sementara keledai yang dibawanya masih terikat di dinding dan tidak bisa melepaskan diri sampai mati kelaparan.

Setelah seratus tahun berlalu Allah Subhanahuwata’ala berkehendak untuk membangunkan Uzair kembali. Allah Subhanahuwata’ala mengutus malaikat untuk meletakan cahaya di hati Uzair. Uzair bangun dari kematian setelah menjalaninya selama seratus tahun. matanya mulai memandang di sekelilingnya lalu ia melihat kuburan disekitarnya .

Ia mengingat-ingat bahwa ia telah tertidur. Uzair berkata dalam dirinya “Aku tertidur lama barang kali sejak dzuhur sampai maghrib”.

Malaikat yang diutus Allah Subhanahuwata’ala bertanya kepada Uzair “Berapa lama kamu tinggal disini, berapa jam engkau tertidur?”

Uzair menjawab “Saya tinggal disini sehari atau setengah hari”

Malaikat itu berkata kepadanya “Sebenarnya kamu tinggal disini seratus tahun lamanya, engkau tidur selama seratus tahun. Allah Subhanahuwata’ala mematikanmu kemudian menghidupkanmu agar kamu mengetahui jawaban atas pertanyaanmu ketika ngkau heran atas kebangkitan orang-orang yang telah mati”

Kisah ini juga dituliskan dalam Al-Quran yang artinya:

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: ‘Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?’ Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: ‘Berapa lama kamu tinggal di sini?’ Ia menjawab: ‘Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.’ Allah berfirman: ‘Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledaimu telah menjadi tulang belulang; Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian Kami menutupnya kembali dengan daging.’ Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: ‘Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al-Baqarah: 259)

Demikianlah kisah Nabi Uzair semoga dengan membaca kisah ini kita semua menjadi bertambah keimananya.

 

 

author
Penulis: 
    Baca Juga×

    Top