Operasi Caesar dengan BPJS Gratis, Begini Caranya!

Di Persalinan, Personal 1679 views

Kehamilan merupakan sebuah anugerah dari Allah yang sangat besar. Terlebih bagi pasangan yang telah lama mendambakan buah hati. Detik-detik persalinan menjadi momen yang penting dan berharga. Tapi disisi lain banyak para ibu hamil tua yang merasa khawatir. Terlebih ibu yang secara finansial tergolong kurang, sedangkan vonis dokter atau bidan mengharuskan persalinan dilakukan dengan cara caesar.

kehamilan, kandungan, pregnancy

Jika ibu termasuk dalam kategori tersebut, insya Allah artikel ini akan bermanfaat karena ini adalah pengalaman yang benar-benar terjadi pada kami.

Operasi caesar dengan BPJS GRATIS asal memenuhi ketentuan dan syarat. Ini salah satu fungsi / kegunaan dari kartu BPJS Kesehatan. Dan itu pula salah satu alasan terbesar saya mendaftar BPJS, itu saja sebenarnya, biar lebih hemat, hehe. Lumayan kan biaya persalinan yang seharusnya dikeluarkan bisa untuk biaya aqiqah si kecil.

JAMPERSAL Tidak Berlaku Lagi

Beberapa waktu silam pemerintah mengadakan program JAMPERSAL untuk meringankan para ibu-ibu yang hendak melahirkan. Jampersal merupakan singkatan dari Jaminan Persalinan. Jaminan pembiayaan pelayanan persalinan itu meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, dan pelayanan bayi baru lahir yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di faskes.

Pembiayaan jampersal dahulu secara keseluruhan, jadi semuanya ditanggung. Saya kurang mengerti syarat-syarat lebih detailnya karena sekarang, mulai tahun 2014 JAMPERSAL sudah tidak berlaku lagi. Sebagai gantinya sekarang jaminan serupa dari pemerintah dialihkan ke BPJS yang termasuk dalam program JKN.

Banyak Faskes Bekerjasama dengan BPJS

Tidak perlu khawatir, jaringan kesehatan nasional telah bekerjasama dengan banyak fasilitas kesehatan di Indonesia. Semua Rumah Sakit milik pemerintah insya Allah pasti merupakan menangani BPJS. Sedangkan Rumah Sakit swasta sudah banyak yang bergabung jadi tidak perlu khawatir, kita bisa memilih hendak melakukan persalinan di Rumah Sakit mana.

Operasi Caesar dengan BPJS GRATIS

Tercatat lebih dari 1.500 Rumah Sakit di seluruh Indonesia pada bulan September lalu. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah peserta BPJS. Pemerintah terus mengupayakan untuk menjalin kerjasama dengan rumah sakit swasta lebih banyak lagi demi memajukan pelayanan kesehatan Indonesia. Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS itu maksudnya rumah sakit tersebut bisa menerima peserta BPJS.

Pengalaman Istri Operasi Caesar dengan BPJS

Beberapa waktu yang lalu istri saya divonis harus operasi caesar karena bayi sungsang. Alhamdulillah rumah sakit yang kami inginkan telah terdaftar menjadi anggota faskes BPJS sehingga dengan mudah kami bisa mendaftar di sana. Berikut langkah-langkah mendaftarkan istri saya untuk operasi caesar dengan BPJS:

operasi caesar dengan bpjs gratis, operasi caesar

1. Mempersiapkan surat rujukan dari Faskes I

Untuk keadaan tidak darurat, surat rujukan dari faskes (fasilitas kesehatan) / puskesmas mutlak dibutuhkan sebagai syarat jika menggunakan BPJS. Kecuali ada tindakan darurat misalnya kecelakaan, atau sudah pendarahan sebelum bersalin dari rumah.

Karena diagnosa dokter sudah mengatakan istriku harus caesar, kami sudah mempersiapkan surat rujukan dulu dua hari sebelum hari H. Istriku dalam keadaan sehat, memang itu tujuannya agar saat operasi tubuh dalam keadaan fit. Sehingga datang ke rumah sakit memang belum kesakitan atau ada tanda-tanda kontraksi. Selain surat rujukan, siapkan juga KTP suami / istri, KK, Surat Nikah, yang asli dan fotocopy-nya.

2. Daftar di loket pendaftaran rawat inap

Operasi caesar tidak bisa dilakukan dengan rawat jalan sehingga harus rawat inap. Pertama adalah mendaftar di loket pendaftaran rumah sakit yang Anda tuju. Biasanya loket pendaftaran ini terletak di lobi, atau bagian depan. Kami disambut ramah oleh petugasnya, padahal menggunakan BPJS. Tidak seperti kalau menggunakan JAMKESMAS, mendapat perlakuan kurang baik di rumah sakit pemerintah (Pengalaman nenek saya saat operasi katarak)

Pada saat mendaftar kita diminta isi formulir dan tandatangan di dalamnya serta menunjukkan KTP maupun kartu BPJS. Setelah semuanya selesai, petugas memberikan selembar kertas yang harus diserahkan kepada bagian ruang perawat kamar yang akan kami tempati.

3. Siapkan dokumen-dokumen berikut

Karena saat itu masih malam dan kasir rumah sakit tersebut sudah tutup maka saya harus menyiapkan beberapa dokumen yang diminta BPJS keesokan harinya. Berikut ini dokumen yang harus diserahkan:

  1. Fotocopy KTP suami dan istri masing-masing 3 lembar
  2. Fotocopy Kartu BPJS pasien (istri saya saja) sebanyak 3 lembar
  3. Fotocopy Surat Rawat Inap 3 lembar beserta yang ASLI

Berdasarkan pengalaman saya, dokumen yang diminta tidak selalu sama. Sebelumnya kami pernah memeriksakan kandungan di rumah sakit yang berbeda dengan BPJS, tapi dokumen yang diminta ada KK. Atau mungkin karena rawat inap dan rawat jalan berbeda ya yang diminta (?)

Dokumen-dokumen tadi diserahkan ke bagian pendaftaran BPJS. Insya Allah setiap rumah sakit peserta BPJS ada kantor khusus BPJS masing-masing.

4. Berlaku sistem paket (tergantung dari rumah sakit masing-masing berbeda)

Di rumah sakit swasta biasanya klaim BPJS ini dihitung harga paket. Misalnya untuk peserta BPJS kelas I jumlah yang ditanggung sekitar 5 juta. Tapi tergantung rumah sakitnya, berbeda rumah sakit maka beda biaya tanggungannya. Di rumah sakit istri saya dirawat, harga paket caesar kelas I sekitar 5 juta, sehingga apa-apa yang diluar paket dibiayai sendiri.

Secara keseluruhan, istri saya dirawat selama 4 hari di rumah sakit tersebut hanya nambah biaya perban, pembalut, dan beberapa obat, sekitar kurang dari 200 ribu. Sedangkan untuk bayi berbeda.

Tags: #BPJS Kesehatan #Kehamilan #Operasi Caesar #Persalinan

author
Penulis: 
Blogger asal Pekalongan yang punya mimpi BESAR. Terima kasih telah membaca tulisan saya, silakan SHARE jika bermanfaat!
Baca Juga×

Top