Alasan Tidak Lagi Pakai Smartfren

Diposting pada

kenapa saya tidak lagi pakai smartfren

Seperti pada janji saya sebelumnya, pada tulisan kenapa saya pilih smartfren beberapa waktu lalu, saya akan menyampaikan alasan kenapa tidak lagi pakai smartfren. Saya dulunya memang pelanggan setia smartfren. Kalau mau tau seberapa setianya saya, bisa baca dulu artikel yang saya link tadi.

Saat artikel ini dibuat, november 2020, saya memang masih menggunakan beberapa kartu smartfren yang tersisa. Ada sekitar 5 nomor yang masih aktif dan saya gunakan.

“Loh, katanya sudah tidak lagi pakai smartfren?”

Sabar.. sabar… bang jago, hehe…

Jika dibanding yang dulu, 5 itu sedikit sekali. Itupun masih dipakai karena beberapa alasan, dan mungkin alasan inilah yang paling mendasar yaitu masih dipakai sebagai nomor WhatsApp. Ya ya, mungkin dari sebagian Anda bertanya, kan bisa diganti nomor lain?

Oke, alasan pertamanya karena masih aktif dipakai buat jualan online dimana saya masih mengandalkan pesan broadcast masal. Saya bisa saja menginfokan kepada pelanggan kalau nomor saya telah berganti, tapi pasti ada saja yang tidak mau save nomornya. Jika sudah begitu, ketika saya ganti nomor, maka chat akan dimulai dari awal di WA mereka. Nah, kemungkinan diblokir akan lebih besar dibandingkan saya menggunakan nomor lama yang sudah sering melakukan chat kepada mereka.

Memang sedikit ribet untuk menjelaskannya, tapi Anda akan mengerti saat diposisi saya. Diluar nomor yang buat jualan, ada satu nomor pribadi saya juga masih menggunakan smartfren. Nah, kalau ini alasannya berbeda kenapa masih dipertahankan. Sebab nomornya nomor cantik, hihi.

Smartfren Sudah Tidak Seperti Dulu

Dari belasan nomor smartfren yang saya punya, masih tersisa 5 itu sangat sedikit. Dan sekarang saya sudah benar-benar ingin sekali menyeleksi kembali dari 5 tersebut. Alasannya, sekarang smartfren sudah tidak seperti dulu lagi. Dulu, jaringan 4G unlimitednya memuaskan, sekarang justru bikin gregetan.

1. Semakin banyak gangguan jaringan

Entah bagaimana ceritanya, smartfren ini meski ada sinyal di tempat saya tapi tiba-tiba internetnya tidak bisa dipakai. Tidak setiap hari memang, tapi itu sering.

2. Tarifnya Semakin mahal

Disaat semua provider berlomba-lomba memberikan tarif murah, smartfren malah semakin mahal dengan kualitas yang buruk. Saya ingat betul, dulu harga paket unlimited dengan FUP 1 GB itu 60 ribu, sekarang sudah 80 ribu. Sebenarnya bukan masalah jika tidak sering gangguan dan tambah lemot. Mungkin karena semakin banyak penggunanya.

Sudah Tidak Lagi Pakai HP Smartfren

Kalau kartunya memang masih saya pakai, tapi hp smartfren sudah benar-benar tidak saya pakai. Lalu kemana, hp-hpnya? ada yang rusak, ada yang hilang, dan ada yang teronggok begitu saja tanpa tersentuh. Nah, menariknya kenapa saya sudah tidak pakai hapenya tapi masih punya kartunya sebab sekarang smartfren sudah bisa dipasang di hp-hp umum sekarang.

Selain itu hp andromax juga punya dua kekurangan yang sangat menonjol, yaitu:

1. Overprice

Dibanding dengan pesaing-pesaingnya, handphone smartfren di masa sekarang ini terlihat overprice. Sementara dengan budget yang sama, kita bisa memiliki hp kualitas diatas andromax.

2. Tidak bisa pakai kartu lain

Ini masalah klasik, dan waktu itu saya sebut termasuk strategi “licik”. Smartfren menjual jaringannya tapi hanya bisa dipakai di handphone andromax atau yang sudah bekerjasama dengannya. Jadi pelanggan harus memiliki hpnya jika mau internet lancar.

Overall, kualitas smartfren tidak semakin membaik seiring persaingan dunia internet bertambah berat. Banyak kompetitor-kompetitor yang lebih awal darinya juga sudah berubah seperti indosat, tapi smartfren tidak mendobrak arus.

Gambar Gravatar
Seorang pria asal Pekalongan yang gemar menulis dan sekarang belajar berbisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.