Apakah Kita Rindu Rasulullah?

Diposting pada

rindu rasulullahAlhamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kepada kita, nikmat yang banyak. Salah satunya nikmat iman dan taufiq kepada kita. Karena tanpa taufiq atau pertolongan dari Allah, kita tidak bakal bisa melangkahkan kaki menuju ke masjid. Terutama pada saat sholat subuh seperti sekarang ini.

Kata nabi shallallahu’alaihi wa sallam, sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat isya dan subuh. Semoga niat kita sholat subuh berjamaah dilakukan dengan ikhlas, semata mengharap ridho Allah.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun, jika dalam keadaan senang ucapkanlah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Segala puji hanya milih Allah yang dengan segala nikmatnya kebaikan-kebaikan menjadi sempurna

Sedangkan jika kita dalam keadaan sedih, ucapkanlah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan

Sholawat serta salam juga selalu kita ucapkan untuk baginda rasul, manusia terbaik dan paling mulia di sisi Allah, Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam.

Semoga sholawat itu bersambung untuk keluarga beliau, untuk istri-istri beliau, untuk Abu Bakar As-shidiq, umar ibn khattab, utsman bin affan, ali bin abi thalib dan semua sahabat-sahabat beliau, radhiyallahu’anhum.

Kenapa kita harus mengucapkan sholawat atas nabi?

Karena Allah yang memerintahkan, terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 56, biasanya ayat ini sering kita dengarkan saat khutbah jumat:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya

Sholawat adalah salah satu bukti cinta kita dan rindu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang pahalanya besar.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Barangsiapa bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan membalas sholawatnya 10 kali [HR Muslim]

Lebih Mencintai Nabi Daripada Diri Sendiri

Jama’ah sholat subuh rahimakumullah

Kita ini mengaku pengikut nabi Muhammad, tapi banyak diantara kita yang tidak kenal dengan nabi kita sendiri shallallahu’alaihi wa sallam.

Buktinya apa?

Masih banyak amalan-amalan sunnah yang kita tinggalkan. Bahkan meremehkannya dengan alasan:

“Ah, cuman sunnah,”

Bahkan, sebagian umat muslim sendiri yang mengaku pengikut nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menghina sunnah-sunnahnya. Naudzubillah.

Jika kenal saja tidak, maka bagaimana kita akan bisa mencintai beliau melebihi cinta kepada orang tua dan anak-anak kita.

Padahal nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan kepada kita melalui sabdanya:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ

مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

Tidak sempurna iman seseorang sampai aku (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia. [HR Bukhari dan Muslim]

Suatu hari, sahabat Abdullah bin Hisyam radhiyallahu’anhu bersama Rasulullah dan Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu. Lalu nabi memegang tangan Umar kemudian umar berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.

Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ

Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”

Kemudian ’Umar berkata, ”Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata, ”Saat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).

Rindu Rasulullah dan Sayangnya Kepada Kita

Jamaah sholat subuh rahimakumullah,

Ketahuilah, Allah telah memberitahukan kepada kita betapa sayangnya Rasulullah kepada kita selaku umatnya. Seharusnya orang-orang yang masih meremehkan sunnah-sunnah beliau merasa malu saat membaca Surat At-Taubah ayat 128 ini:

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri….

عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ

Beliau itu, tidak kuat melihat umatnya menderita, beliau shallallahu’alaihi wa sallam menginginkan keselamatan bagi kita, umatnya.

Contohnya:

Pada peristiwa isra miraj, kita lihat bagaimana Rasulullah shallallau’alaihi wa sallam berjuang untuk kita. Ketika diwajibkan oleh Allah 50 kali shalat.

Beliau bolak-balik minta keringanan agar Allah tidak memberatkan umatnya dengan sholat sebanyak itu. Maka Allah mengabulkannya hingga tersisa cuma 5 waktu saja, seperti yang kita kerjakan saat ini.

Tidak hanya sholat, bahkan ada beberapa amalan yang nabi tinggalkan karena demi agar tidak memberatkan umatnya.

Ada yang tahu amalannya apa saja?

……………….

Siwak setiap sholat

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ

Sholat tarawih

Mengakhirkan waktu sholat isya

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ  عَلَى أُمَّتِي لَفَرَضْتُ عَلَيْهِمِ السِّوَاكُ مَعَ الوُضُوْءِ ، وَلَأَخَّرْتُ صَلاَةَ العِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ

………………

Lihat, kurang apalagi sayangnya Rasulullah kepada kita?

Disebutkan dalam riwayat, jika Allah memberikan 2 pilihan kepada nabi maka nabi memilih yang paling ringan untuk umatnya, kecuali bab dosa.

Sudahkah Rindu Rasulullah?

Jamaah sholat subuh rahimakumullah, pernah gak, kita semua punya rasa rindu dan berharap berjumpa dengan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam meskipun cuma dalam mimpi?

Kata Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia benar-benar telah melihatku karena syaitan tidak bisa menyerupai aku.

Asalkan yang kita lihat memang sesuai kriteria yang disebutkan oleh para sahabat tentang nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Kalau ada yang mengaku mimpi ketemu nabi dengan pakaian putih, sorban putih dan jenggotnya putih semua, maka itu bukan nabi.

Karena nabi hingga beliau wafat hanya ada beberapa helai rambut saja yang putih. Maka seorang yang bermimpi nabi hendaknya menanyakannya pada para ulama.

Kalau berharap mimpi ketemu Rasulullah saja tidak pernah, bagaimana kita bisa mencintai Rasulullah melebihi keluarga kita sendiri?

Padahal, Rasulullah itu rindu kepada kita, meskipun beliau belum pernah melihat kita. Suatu hari beliau berziarah dikuburan baqi, di Madinah bersama para sahabat-sahabatnya. Lalu beliau bersabda:

وَدِدْتُ أَنِّي قَدْ رَأَيْتُ إِخْوَانَنَا

Aku rindu sekali ingin berjumpa dengan saudara-saudaraku, lalu para sahabatnya bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ! أَلَسْنَا إِخْوَانَكَ ؟

Ya Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?

بَلْ أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانِي الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ

Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku, saudaraku adalah orang yang beriman setelah aku diutus sedangkan mereka belum pernah melihatku

Pertanyaannya, apakah kerinduan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersambut dengan kerinduan kita?

Atau kita hanya memikirkan kehidupan dunia belaka sehingga melupakan beliau?…

Doa Rasulullah Untuk Umatnya Setiap Sholat

Suatu hari, ‘Aisyah radhiyallahu’anha melihat Rasulullah sedang bahagia, lalu beliau mendatangi rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam lalu dan meminta beliau berdoa untuknya. Lalu nabi mendoakan ummul mukminin ‘Aisyah.

اللَّهمَّ اغفِر لعائشةَ ما تقدَّمَ من ذنبِها وما تأخَّرَ وما أسرَّت وما أعلَنتُ

Ya Allah, ampunilah Aisyah dari dosa yang telah lalu dan yang akan datang, dan ampuni dosa-dosa yang dia sembunyikan dan yang tampak.

فضحِكت عائِشةُ حتَّى سقَطَ رأسُها في حجرِها

Lalu Aisyah tertawa hingga dagunya jatuh ke pangkuan rasulullah, lalu rasulullah bertanya kepadanya:

أيسرُّكِ دعائي؟

Apa kamu senang dengan doa ku? maka ‘Aisyah radhiyallahu’anhu menjawab:

وما لي لا يسرُّني دعاؤكَ

Bagaimana aku tidak senang dengan doamu ya Rasulullah, lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

واللَّهِ إنَّها لدعوتي لأمَّتي في كلِ صلاةٍ

Demi Allah itulah doaku untuk umatku setiap sholat (HR Ibnu Hibban)

(……sholawat…..)

Bayangkan, beliau mendoakan umatnya, mendoakan kita setiap sholat, lalu kita tak pernah bersholawat kepadanya? Bahkan membenci dan meninggalkan sunnah-sunnahnya?

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menggambarkan betapa pedulinya beliau kepada kita, saking cintanya kepada umatnya sehingga beliau tidak rela, kita masuk neraka

Beliau memisalkan dengan orang yang sedang membuat perapian (api unggun) untuk menghangatkan diri. Kemudian datang serangga atau laron menghampiri api lalu terbakar dan mati.

Kata Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam cintaku kepada umatku seperti memegangi serangga itu agar tidak menghampiri api tersebut dan terjerumus ke dalamnya. Sebagaimana aku memegangi kalian agar tidak masuk ke dalam api neraka. Tapi kalian memaksa masuk ke sana.

Kita Butuh Syafaat Rasulullah

Betapa nabi mencintai kita, tapi kita justru tidak begitu mengenalnya. Padahal, kita yang membutuhkan syafaat dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Nanti, ketika manusia dikumpulkan dipadang mahsyar, ketika matahari berjarak 1 mil diatas kita, seluruh umat manusia dalam kesulitan. Mereka berharap kepada Allah agar Allah menyegerakan hisabnya sehingga semua orang tahu dirinya masuk surga atau neraka.

Karena masa penantian adalah masa yang paling menakutkan buat mereka. Meraka yang dimaksud, termasuk kita ada di dalamnya.

Kita bisa bayangkan, berapa banyak manusia saat itu, sekarang saja penduduk dunia ada berapa? 7 milyar? bagaimana kelak dikumpulkan seluruh manusia dari zaman nabi Adam ‘alaihissalam sampai manusia terakhir. Ditambah bangsa jin.

Mereka mencari syafaat kepada setiap nabi, pertama nabi adam, nabi nuh, nabi musa, nabi isa, kemudian mereka datang kepada nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.

Lalu nabi bersabda: Anaa lahaa.. ana lahaa… (Aku yang punya syafaat itu)

Kemudian beliau bersujud di bawah arsy Allah, dan memuji Allah dengan pujian yang rasul tidak pernah tahu pada hari ini, tapi nanti akan Allah ajarkan.

Lalu Allah berfirman:

يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي

Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah pasti kau diberi, berilah syafaat nicaya kau diizinkan untuk memberi syafaat, maka aku angkat kepalaku

Lalu Rasulullah mengatakan:

أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ

Wahai Rabb, ummatku, wahai Rabb, ummatku, wahai Rabb, ummatku

Allah subhanahu wa ta’ala menjawab:

يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ

Hai Muhammad, masukkan orang yang tidak dihisab dari ummatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan.

وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ

Sisanya, masukkan melalui pintu yang lain. HR Bukhari

Baca Sirah Nabawi Agar Semakin Cinta Rasulullah

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

itu tadi hanya sebagian kecil pengorbanan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk umatnya. Kita perlu membaca sirah nabawi dan mempelajarinya sampai kita benar-benar bisa mencintai beliau melebihi cintanya kepada diri sendiri.

Dan yang paling penting, bukan hanya dari lisan belaka, kecintaan terhadap nabi harus dibuktikan dengan jiwa dan raga, kita hidupkan syariat nabi, sunnah-sunnah beliau dan mengajak orang lain untuk mencintai Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

 

Gambar Gravatar
Seorang pria asal Pekalongan yang gemar menulis dan sekarang belajar berbisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.