Cara Sunat Pada Wanita

Diposting pada

cara sunat pada wanita, hukum sunat wanita, khitan bayi perempuan

Khitan atau ramai dikenal dengan sebutan sunat di Indonesia merupakan hal yang lumrah dan biasa. Mungkin penyebabnya adalah karena sunat merupakan syariat di dalam agama Islam. Akan tetapi yang umum dilakukan pada laki-laki. Pada pelaksanaannya, setiap daerah mempunyai tradisi yang berbeda-beda.

Jika pada laki-laki hukumnya wajib disunat, pada perempuan ini ternyata ada lho aturannya dalam Islam. Hukum sunat dalam Islam adalah sunnah. Berikut ini hadits yang mendasari adanya khitan dalam Islam:

“Apabila bertemu dua khitan, maka wajib mandi“ (H.R. Tirmidzi 108, shahih)

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan bahwa hadits diatas menunjukkan adanya syariat khitan pada anak perempuan dan laki-laki. Hadits lain yang mengamini syariat khitan pada wanita:

“Apabila seseorang laki-laki berada di empat cabang wanita (bersetubuh dengan wanita)  dan khitan menyentuh khitan, maka wajib mandi“ (H.R. Bukhari I/291, Muslim 349)

Sunat Pada Wanita Menurut Medis

Sebenarnya khitan pada wanita ini tidak hanya dibahas dalam perspektif agama, melainkan juga dalam dunia medis. Sama, di dunia kedokteran, sunat pada wanita juga menjadi polemik. Oiya, dalam dunia medis, khitan atau sunat ini disebut sirkumsisi.

Pada tahun 2014 dikeluarkan peraturan kementrian kesehatan tentang khitan pada perempuan pelaksanaannya tidak berdasarkan indikasi medis. Akan tetapi karena masih banyak dilakukan di Indonesia, Kemenkes hanya menghimbau agar cara khitan pada wanita harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan objek yang disunat.

Disisi lain, seorang dokter kandungan perempuan bernama dr. Valleria Sp.OG menjelaskan bahwa sebenarnya cara sunat pada wanita itu sederhana. Saat ditemui di hotel Puri di Denpasar dalam acara “Manfaat Khitan Perempuan dalam Tinjauan Medis, Hukum dan Syari’at” pada 25 April 2018. Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI.

Jadi, intinya, kembali pada tradisi dan agama masing-masing. Hanya saja, pada tata pelaksanaannya harus memperhatikan kesehatan dan keselamatannya.

Cara Sunat Pada Wanita

Nah, sekarang membahas tentang cara sunat pada wanita. Memang agak ngilu saat membaca ini, tapi ini pengetahuan yang penting. Sunat pada wanita ini sebenarnya bagian apanya yang disunat?

Dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu:

“Apabila Engkau mengkhitan wanita, sisakanlah sedikit dan jangan potong (bagian kulit klitoris) semuanya, karena itu lebih bisa membuat ceria wajah dan lebih disenangi oleh suami“ [H.R. Al Khatib dalam Tarikh 5/327]

dr. Valleria telah menyebutkan langkah-langkahnya, tapi ingat, hanya boleh dilakukan oleh profesional saja.

“Ada pinset, dibuka (bagian klitoris), dengan jarum suntik steril ujungnya tajam ditoreh ke atas. Bahkan prosedur begini tidak ada pendarahan. Apalagi bayi, rata-rata bayi belum ada pembuluh darah besar, kalaupun ada darah, tinggal dipencet kasa, pendarahan berhenti.” kata dia.

Jadi yang sunat bukan pada bagian klitoris sebagaimana yang kebanyakan orang sangka. Meski demikian, kembali kepada Anda. Mau mengkhitankan anaknya yang perempuan atau tidak yang jelas harus memperhatikan keselamatannya.

 

Gambar Gravatar
Seorang pria asal Pekalongan yang gemar menulis dan sekarang belajar berbisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.