Perbedaan Kelapa Wulung dan Kelapa Biasa

perbedaan kelapa wulung

Pernahkah Anda mendengar tentang kelapa wulung? Bagi penggemar kelapa muda, pasti tidak akan asing dengan nama tersebut.

Ya, wulung namanya seperti seekor burung, tapi tidak ada satu bagianpun yang berhubungan dengan hewan. Wulung adalah salah satu jenis dari kelapa.

Selain terkenal dengan nama itu, juga biasa orang menyebutnya degan ijo. Degan ijo atau wulung bukan dilihat dari kulit luarnya yang berwarna hijau. Melainkan cirinya akan terlihat ketika kulitnya kita belah. Degan ijo akan berwarna pink keunguan. Dari warna itulah perbedaan kelapa wulung dan kelapa biasa secara visual.

Sempat ramai pada saat covid kemarin, sekarang sudah kembali seperti semua, hanya para penikmatnya saja yang masih mengkonsumsi buah satu ini.

Wulung merupakan buah kelapa yang punya segmentasi pasar sendiri. Selain karena harganya lebih mahal daripada buah kelapa biasa.

Alasan Kenapa Degan Ijo Berukuran Kecil

Dari bentuknya, degan ijo biasanya berukuran lebih kecil daripada degan biasa. Perbedaan ukuran ini sangat mencolok, dan itu sudah umum. Ukurannya yang kecil menandakan bahwa buah itu memang masih muda. Tak heran jika belum muncul daging buahnya.

Kalau Anda masih kebingungan cara membedakan kelapa muda yang ada daging buahnya atau tidak, bisa cek caranya disini.

Bukan tanpa alasan kenapa degan ijo masih muda dan kecil tapi sudah dijual. Sebab uniknya wulung, semakin tua dan ada dagingnya maka kulit dalamnya tidak lagi berwarna pink keunguan. Oleh karena itu untuk meyakinkan pembeli, degan wulung muda menjadi pilihan.

Ya, memang sih tidak semuanya berukuran kecil. Ada juga degan wulung muda berukuran besar. Biasanya penyebabnya karena pohon kelapa jenis wulungnya belum sering panen jadi ukurannya masih besar-besar.

 

Cara Memilih Kelapa Muda

cara memilih kelapa muda

Kelapa muda, atau biasa orang menyebutnya “degan” merupakan buah yang banyak peminatnya. Kombinasi kesegaran dari air kelapanya dengan daging buahnya sungguh nikmat. Apalagi kelapa muda sangat fleksibel untuk digabungkan menjadi menu lain.

Selain itu, harga kelapa muda juga ramah dikantong. Satu butir harganya berkisar antara 8 ribu hingga 15 ribuan, itu jika Anda membeli di penjual pinggir jalan. Kalau di mall beda lagi, bahkan ada yang sampai puluhan ribu per butirnya.

Namun, tidak semua penjual kelapa muda bisa memilihkan kelapa muda yang pas. Kalau Anda penggemar kelapa muda pinggir jalan, pasti sesekali pernah mendapati penjual yang seperti itu. Memberikan kelapa muda, tapi daging buahnya sudah terlalu keras, atau malah tanpa isi, hanya air kelapa saja.

Biasanya itu terjadi, pada penjual kelapa muda yang belum lama berjualan. Ataupun yang hanya punya stok sedikit. Tapi sebenarnya kita sendiri bisa lho, memilih mana kelapa muda yang pas. Tidak terlalu muda, dan tidak terlalu tua.

Cara Memilih Kelapa Muda yang Enak

Cara memilih kelapa muda dengan daging buah yang empuk ini bisa Anda praktikkan ketika ingin membelinya. Boleh mencobanya hanya untuk memvalidasi, apakah tulisan ini benar atau tidak, hehe.

Berdasarkan pengalaman beberapa bulan jualan kelapa muda, insya Allah saya sudah semakin terbiasa dan bisa membedakannya. Awalnya juga hanya kira-kira saja, tapi lama kelamaan apal juga.

Sebelum Anda mulai memilih, sebaiknya perlu perhatikan bahwa ada 3 keadaan atau tipe kelapa muda yang ada pada penjual pinggir jalan.

Pertama, tipe yang hanya berisi air kelapa, tanpa daging buah. Daging yang masih berupa lendir tergolong sebagai tipe pertama ini.

Kedua, tipe yang ada airnya, juga berisi daging buahnya. Daging buah yang dimaksud bertekstur empuk. Kalau kita kerok memakai sendok masih bisa. Biasanya kalau dipegang masih licin.

Ketiga, tipe kelapa muda untuk es degan. Ini tipe yang daging buahnya agak keras. Penjual es lebih memilih tipe yang ini karena daging buahnya bisa menjadi banyak. Tapi konsumen rumahan untuk konsimsi pribadi, pasti tidak bakal suka.

Berikut cara memilih kelapa muda yang benar:

1. Tepuk menggunakan telapak tangan

Kelapa muda tidak bisa dilihat dengan hanya menerawang seperti telur, tapi hanya bisa ditepuk-tepuk saja. Tak perlu keras, hanya sekedarnya saja.

2. Rasakan bunyi dan teksturnya

Ya memang semua kulit kelapa muda itu keras, tapi antara kelapa muda yang hanya isi air tanpa daging buah dengan kelapa muda yang sudah agak tua itu berbeda. Semakin tua, maka akan terasa semakin keras.

Kalau Anda bisa memperhatikan, bunyi kelapa muda yang hanya berisi air kurang lebih sama dengan bunyi buah semangka.

3. Jangan terkecoh dengan kondisi kulit kelapa

Kulit kelapa muda tidak menjamin sama seperti kondisi dalamnya. Memang kita bisa saja melihat seberapa muda kelapa itu dari kulitnya, tapi tidak selalu benar. Kulit kelapa yang terlihat mulus dengan warna muda, belum tentu dalamnya juga muda.

Keakuratan memilih kelapa muda memang semakin baik jika semakin sering Anda lakukan sendiri. Iseng-iseng saja, coba nanti kalau pas beli kelapa muda.

Demikian beberapa tips cara memilih kelapa muda yang isinya pas dan enak. Semoga bisa bermanfaat. Insya Allah lain kesempatan saya akan membuatkan videonya.

 

Jual Kelapa Muda

jual kelapa muda

Terhitung sejak tahun 2009, saya sudah bergelut dengan dunia online. Sampai-sampai sumber penghasilan saya pun berasal dari online. Mulai dari jualan online, hingga monetisasi dari google dan youtube.

Meskipun sudah terlanjur nyaman, tapi sebenarnya dalam lubuk hati paling dalam, saya tetap punya impian memiliki bisnis offline. Benar-benar secara offline, bertatap muka langsung kepada pada konsumen.

Tampaknya, aktivitas bertemu orang secara langsung, semacam pedagang-pedagang pasar terlihat menyenangkan. Bermacam-macam karakter orang akan saya temui saat berjualan secara offline.

Setelah lama merenung dan berpikir dalam-dalam, akhirnya saya memilih untuk jual kelapa muda.

Akhirnya Jualan Degan

Memang ini bukan yang saya impikan, tapi setidaknya saya sudah melangkah untuk memulai bisnis offline. Jual kelapa muda memang bukan yang saya inginkan, tapi orang bilang, kalau bisnis itu menunggu kesempatan bertemu dengan momentum.

Meski awalnya alot untuk mulai ‘jalan’, tapi akhirnya terlaksana. Entah prosesnya bagaimana, kalau sudah dikasih jalan, semuanya terlihat mengalir begitu saja. Qadarullah wa maa syaa a fa’ala.

Memang saya mulai jualan kelapa muda, atau biasa kita kenal dengan degan, belum lama. Berawal dari bulan puasa tahun ini, 2021. Pas mulai awal puasa, saya mulai jualan kelapa muda dan kelapa tua di pasar.

Kok Bisa Kepikiran Jual Degan?

Yaa, seperti yang saya katakan tadi, kalau sudah ada jalan, kayaknya mengalir begitu saja. Oke… oke… sebenarnya bukan hanya ‘begitu saja’, tapi ada sesuatunya.

Hmm… sesungguhnya kakak ipar saya sudah mulai jualan kelapa tua terlebih dahulu. Ya, kurang lebih setahun lebih lama lah. Beberapa kali saat bertemu, ngobrol sana sini akhirnya mengerucutlah obrolan saya mengenai kelapa, karena penasaran.

Kakak ipar memang tidak jualan secara langsung ke pasar, beliau hanya sebagai tengkulak. Jadi, beli langsung dari petani, dan langsung mengantarkan ke para pedagang di pasar.

Alhasil, singkat cerita, saya memutuskan untuk jualan kelapa juga, dengan langkah awal, ambil dari kakak ipar. Tapi dengan sistem jualan yang berbeda, saya jual secara langsung ke konsumen.

Ya, awalnya memang hanya jual kelapa tua saja. Beberapa saat kemudian, saya juga membawa beberapa kelapa muda ke lapak. Eh, ternyata respon pasar sangat bagus waktu itu. Bahkan lebih bagus daripada penjualan kelapa tua.

Saat itu juga saya memutuskan untuk mendatangkan kelapa muda lebih banyak. Dan akhirnya, hingga saat ini, hampir 90 persen penjualan saya didominasi oleh degan.

Begitulah sedikit cerita saya, bagaimana tiba-tiba kok jual kelapa muda. Memang setelah jualan secara offline, ada kepuasan batin tersendiri saat berinteraksi dengan orang lain. Meskipun suasana sedih juga muncul saat pasar sedang sepi, hehe.

Pengalaman Kena Covid 19

Hmm… bingung ceritanya darimana.

pengalaman kena covid 19

Ini tentang pengalaman kena covid 19 atau virus corona yang membuat kelabakan semua negara di dunia. Sejak kemunculannya tahun lalu, penyakit ini tidak ada padamnya, bahkan katanya bermutasi menjadi lebih “ganas”.

Ah, itu sebagian berita yang tayang di media sosial maupun stasiun televisi. Ya, memang awalnya saya memang hanya membaca dan mendengar berita-berita tersebut. Akhirnya, sekarang saya juga yang menjadi “pasien”.

Jadi begini cerita tentang pengalaman saya terkena corona virus….

Awal Mula Kena Covid 19

Saya sendiri tidak tahu kapan bermulanya dan kenapa saya kena. Akan tetapi, pada hari kamis malam, 5 februari 2021, badan serasa gak fit. Kepala sedikit pusing, tapi pikiran saya saat itu tidak tertuju pada covid.

Maksudnya pusing disini, sakit kepala ya. Bukan pusing yang rasanya muter-muter gitu. Biasanya kalau pusing ini mengganggu, saya biasa minum panadol paracetamol.

Seperti itulah yang saya lakukan saat itu, minum parcet, lalu tidur. Keesokan harinya mendingan. Hari jum’at, saya berangkat sholat jum’at di masjid seperti biasa. Sepulangnya, kepalaku kembali sakit, akhirnya minum parcet lagi dan istirahat.

Badan mulai terasa gak enak, lalu perut serasa mual, kembung begitu. Selama jumat hingga hari sabtu, rasanya seperti itu terus. Sedikit demam, tapi tidak terlalu tinggi demamnya.

Sampai sabtu malam, sekitar jam 12 tengah malam, tiba-tiba badan menggigil, benar-benar terasa sangat dingin saat itu. Sampai istriku memberikan selimut tebal berlapis. Tidak lupa minum parcet lagi, untuk meringankan demamnya.

Pagi harinya, mulai enakan. Tapi siang harinya, hingga hari senin, rasanya masih kurang fit meskipun sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

Hari selasa 9 Februari 2021, saya diminta mengantar keponakan ke terminal bis karena dia akan pergi tes masuk pondok di Bogor. Karena badan sudah agak fit dan bisa diajak aktivtas, akhirnya saya antar mereka.

Kami se mobil, sekeluarga, mengantar sampai terminal bis. Tidak ada masalah apa-apa, meski badanku masih sedikit lemas. Aktivitas hingga malam pun saya lakukan seperti biasa, ketemu orang-orang dan lain-lain.

Malam harinya, badan ini terasa sangat fit, sampai mataku tak kunjung merasakan kantuk. Hingga tengah malam, belum bisa memejamkan mata. Tapi akhirnya saya bisa tertidur pulas sekitar jam 2 pagi.

Pertama Kali Anosmia (Tidak Mencium Bau)

Rabu 10 Februari, subuh harinya, saya terbangun setelah mendengar adzan. Saat itu rasanya sungguh sangat fit. Aktivitas harian setelah bangun, pertama kali adalah MCK.

Saya menuju kamar mandi, cuci tangan pakai sabun, lalu gosok gigi dan berwudhu. Tapi rasanya aneh, badan memang fit tapi sabun mandi yang saya pakai kok tidak berbau.

Saat keluar kamar mandi, saya kembali memastikan penciumanku dengan mengendus molto dan sabun cuci baju. Gak bau juga. Sampai kamar, saya kembali membaui hidung dengan deodoran, hasilnya masih sama. Sampai benar-benar dekat dengan hidung.

Aneh, padahal hidungku tidak sedang dalam keadaan pilek atau mampet, bahkan rasanya plong. Tapi semua hal tidak berbau.

Mulai deg-degan, tapi masih berpikir santai saja. Tidak lama iqomah berkumandang, saya langsung pergi ke masjid dekat rumah dan sholat subuh disana. Selesai sholat dan dzikir, saya merenung sejenak, ini kayaknya saya kena covid 19.

Jujur, saya sempet berpikir mau menyembunyikannya saja biar yang lain tidak tahu. Toh badanku tidak sakit, malah terasa sangat fit dan sehat. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk memberitahunya. Sungguh, ini pengalaman kena covid 19 yang luar biasa.

Pertama, istri yang saya kasih tau. Langsung kaget juga, beberapa saat “ngeblank”. Lalu kami langsung memutuskan untuk isolasi mandiri di rumah orang tua. Ya, kalau di rumah ini, tidak ada lagi tempat yang ‘”aman”. Selain itu, kalau satu rumah, pasti anak-anak akan mendatangiku saat lagi rewel.

Dengan berat hati rasanya, saya langsung mengemasi barang-barang lalu menuju ke lokasi isoman, yaitu rumah orang tua.

Oiya, belakangan baru saya ketahui bahwa tidak mencium bau itu disebut anosmia.

Isolasi Mandiri Selama 12 hari

Sesampainya di rumah orangtua, hari masih gelap, sekitar jam 5 pagi lebih sedikit. Lalu saya cerita dulu ke mereka, dengan memakai masker dan jaga jarak. Lalu mereka kaget dan tidak percaya anaknya kena anosmia.

Sampai beliau memberikanku salep yang aslinya sangat berbau menyengat dan menyuruhku untuk mencium aromanya. Tapi hasilnya masih sama, tidak ada bau yang tercium di hidungku.

Hmm.. hari pertama isoman, sangat berat, bukan karena penyakitnya tapi karena mulai hari itu, saya tidak bersama dengan keluarga. Membayangkan istri saya mengurus 4 anak yang masih kecil-kecil sendirian, betapa repotnya.

Otomatis juga istri dan anak-anakku menjadi ODP. Alhamdulillahnya mereka tidak positif seperti ku.

Oh iya, tidak mencium bau itu biasanya ada 2 penyebabnya. Pertama karena pilek dan hidung mampet, dan covid 19. Tapi kalau pilek, kita masih bisa mencium aroma, hanya saja sangat sedikit. Pada covid berbeda, meski hidung tidak tersumbat, kita tidak bisa mencium aroma apapun.

Dengan alasan itulah saya memutuskan untuk isolasi mandiri saat itu juga, sembari berpikir apa yang selanjutnya dilakukan.

Hari Pertama Isoman Pelajari Covid 19

Tidak ada aktivitas apapun membuat saya punya banyak waktu. Hari pertama saya habiskan untuk menonton video tentang covid 19. Awalnya dikirimi link youtube oleh istriku. Dari situlah ketemu dengan video-videonya Dokter Pot yang sangat mengubah mindset ku tentang covid 19.

Jika Anda ingin menonton juga, search aja di youtube dengan kata kunci “Dokter Pot“. Beliau ini dokter dari pekanbaru yang merawat pasien covid di wisma atlet.

Singkat cerita, dari video-video yang saya tonton, saya sangat bersyukur karena bisa anosmia. Karena anosmia ini tanda-tanda bahwa covid yang diderita itu ringan hingga sedang.

Dan gejala ringan hingga sedang inilah yang kalau kita kena, tidak perlu panik. Hanya lakukan isolasi mandiri saja di rumah selama 11 hari sejak demam di tambah 3 hari tanpa gejala batuk demam. Setelah itu, tidak perlu tes PCR lagi karena tes swab hanya untuk diagnosa awal.

Akhirnya dengan tenang saya jalani proses itu sampai hari jumat pekan lalu, 19 Februari 2021, pertama kali saya mencium aroma pagi hari, hehe. Rasanya kayak abis keluar penjara, padahal saya belum pernah masuk penjara wkwk.

Rasa syukur ini bertambah besar saat semua keluarga juga sehat-sehat semua. Semoga virus ini segera musnah di dunia dan aktivitas manusia kembali normal.

Obat Selama Isolasi Mandiri

Hari pertama isoman, saya belum konsumsi obat atau vitamin. Hanya makan seperti biasa. Hari kedua baru saya chat WA ke salah satu dokter langganan dekat rumah. Saya meminta diresepi vitamin untuk covid. Akhirnya, diberilah sejumlah vitamin yang saya konsumsi 2x sehari.

Saya lupa memfoto vitaminnya apa saja, yang jelas, itu resep dari dokter. Selama vitamin itu ada, selama itupula saya minum. Setelah habis, saya tidak minta lagi vitaminnya.

Alhamdulillah, sakit kepala yang awal awal isoman masih ada sedikit berangsur pulih. Lalu mengenai anosmia, bagaimana saya pulih dan berapa lama, insya allah akan saya tulis di lain kesempatan.

Demikian pengalaman kena covid 19 dari saya, semoga bisa diambil pelajarannya untuk kita semua. Jangan lupa selalu jaga kesehatan dan lakukan protokol kesehatan.

Artikel Hilang Semua Melayang

penghasilan dari internet, google adsense

Hmm… ini tulisan curhat tentang penghasilan dari internet yang selama ini saya jalani, adsense. Sejak google adsense menyerang, tulisan-tulisan blog saya jadi salah orientasi. Semua ditulis untuk tujuan agar dibaca banyak orang, bukan untuk kepentingan hobi yang pembacanya adalah teman-teman blogger sendiri.

Teringat kembali masa-masa silam, sekitar tahun 2009 – 2012, dimana saya sudah mulai aktif ngeblog. Semuanya tampak menyenangkan dengan berkunjung dari satu blog ke blog lain. Rasanya menyenangkan, membaca tulisan-tulisan tentang kehidupan sehari-hari masing-masing blogger di Indonesia.

Rasanya sungguh lebih dekat bisa mengenal mereka lewat tulisan-tulisannya di blog. Sehingga ketika suatu hari bepergian ke kota tertentu bisa bertemu blogger di kota tersebut. Rasanya seperti sudah kenal lama, meskipun baru ketemu saat itu. Penyebabnya hanya karena sering membaca “diary” di blognya.

2013, Awal Kenal Google Adsense

Yang jelas, domain aritunsa.com saya beli diakhir 2012, ketika sudah mempersunting seorang tetangga. Saat itu memang keputusan yang coba-coba saja, iseng beli domain biar keren, hehe.

Entah darimana saya termotivasi, tiba-tiba niat saya mendaftar google adsense memuncak. Dengan harapan memperoleh penghasilan dari internet. Yang jelas banyak blogger sudah terlebih dahulu mendaftar google adsense juga saat itu.

1 Maret 2013 akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar google adsense, dan 3 hari kemudian diapprove. Duhh senangnya saat itu. Padahal dulu daftarnya cukup mudah.

Setelah pasang sana-sini kode iklan dari google, terbayang sudah penghasilan dari internet dalam bentuk dolar. Sudah membayangkan begitu indahnya dapat penghasilan tiap bulan dari internet. Tapi sayang, ternyata tidak semudah itu, Ferguso!

Pembayaran Pertama dari Google Adsense

Meskipun mudah diapprove google adsense, tapi tidak semudah itu untuk mendapatkan dolar darinya. Terhitung selama satu tahun lebih sejak awal maret 2013, saya baru menerima bayaran dari google pada akhir oktober 2014. Itupun baru mencapai minimum threshold.

Ya, kita memang disediakan laporan penghasilan yang bisa dilihat secara harian maupun bulanan, tapi google belum akan meneruskan penghasilan kita sebelum mencapai minimium pembayaran. Dari pihak google, minimum pembayarannya sendiri adalah 100 dolar.

Jadi, saat penghasilan kita menyentuh angka US$100 kita baru bisa mengambil uangnya pada bulan depannya. Pada kasus saya, minimum threshold sudah tercapai pada bulan September, tapi baru dibayarkan pada tanggal 22 Oktober 2014.

pembayaran google

Alhamdulillah pembayaran pertama saya pada saat itu sekitar $158 dengan nilai kurs dolar sekitar dibawah Rp 10.000 kayaknya, lupa.

Gajian Tiap Bulan dari Google Adsense

Setelah beberapa kali dapat kode pin untuk mengambil penghasilan dari Google Adsense, alhamdulillah sudah bisa gajian rutin dari situ.

Mulai saat itu, saya juga memutuskan untuk full mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan menulis di blog dan memonetisasinya. Terlebih setelah tambah kenal Youtube Adsense, saya jadi mempunyai dua chanel penghasilan.

Bukan hanya itu, saya belajar banyak dari blog. Ternyata kita juga bisa memperoleh penghasilan lain dari blog melalui agensi iklan yang ingin ikut menerbitkan tulisannya diblog kita. Itu semua terjadi seiring blog kita bertambah usianya dan rank nya di internet.

Saya sudah lupa tentang page rank atau domain rank. Sudah lama banget tidak menyentuh itu semua.

Dari Sini Bermula dan Berakhir

Seiring berjalannya waktu, penghasilan saya dari Google Adsense semakin naik. Hal itu disebabkan karena semakin banyak tulisan saya terindeks oleh google sehingga menjadi bertambah pengunjungnya.

Hingga artikel di blog ini berjumlah lebih dari seribu post. Sampailah pada suatu ketika, saya menemukan satu metode bagaimana mendapatkan traffic dengan cepat dan banyak.

Disatu sisi, itu menguntungkan tapi disisi lain, saya harus menjadikan blog ini bisa menerima pengunjung yang banyak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan semuanya, dari share hosting, saya berpindah menggunakan VPS (Virtual Private Server).

Jika menggunakan shared hosting, saya tidak bisa menampung banyak pengunjung, tapi ketika menggunakan VPS, bisa lebih banyak lagi.

Setelah mencari kesana-kemari, saya menemukan penyedia VPS yang handal dan murah. Dulu kayaknya saya hanya membayar sekitar Rp 1.800.000 untuk setahun. Termasuk murah untuk ukuran VPS. Dan alhamdulillah, performanya cukup bagus. Tercatat lebih dari 500 hingga ribuan pengunjung online secara bersamaan tapi tidak membuat website saya down.

Penyedia VPS Tutup Tanpa Backup

Jadi saya beli VPS itu sama orang Indonesia yang menjadi reseller dari penyedia vps luar negeri. Nah, beberapa bulan setelah saya pakai layanan vps murah itu, akhirnya tumbang juga.

CEO dari perusahaan server luar negeri yang saya lupa namanya, akhirnya berganti dengan CEO baru. Keputusan yang dibuat oleh CEO baru itu membuat saya ‘menangis’. Sebab layanan VPS disana telah ditiadakan.

Sebenarnya gak masalah, tapi yang masalah itu ketika reseller vps yang saya beli tidak mengetahui adanya penghapusan layanan. Padahal dari perusahaan VPSnya memberikan waktu untuk semua resellernya mem-backup semua data-datanya.

Deadline waktu backup vps berakhir tanpa sepengetahuan orang Indonesia yang menjadi resellernya. Akibatnya, semua orang yang membeli VPS sama dia, menangis berjamaah.

Tidak ada backup artinya semua data di blog saya yang disimpan di VPS hilang. Artinya juga semua artikel yang jumlahnya ribuan itu juga ikut hilang seketika. Alhasil saya harus memulai ngeblog dari awal untuk memulihkan traffic. Betapa sedihnya.

Padahal semua hasil jerih payahku ini sebelumnya sudah menghasilkan dolar setiap bulannya meskipun tidak diupdate lagi.

Yaa… mau bagaimana lagi, marahpun tiada guna. Lebih baik memulai dari awal. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2016.

Kembali Menulis Artikel

Setelah kejadian yang menyedihkan itu, saya sama sekali tidak punya pendapatan dari blog. Hanya saja, saat itu saya sudah merintis Youtube dan jualan online. Alhamdulillah ternyata lebih dari adsense di blog waktu itu. Tapi bagaimanapun juga, adsense dari blog hasilnya bisa bermanfaat banyak.

Alhamdulillahnya juga saya punya adik ipar yang mau disuruh nulis blog ini, sehingga bisa update kembali dengan artikel yang lumayan banyak.

Habis jatuh, tertimpa tangga. Kayaknya ungkapan itu pas sekali buat saya waktu itu, setelah mulai lagi dengan penuh semangat, tiba-tiba ada masalah hosting lagi yang membuat artikel saya kembali hilang untuk kedua kalinya.

Tak patah arang, setelah lama rehat karena tergantikan aktifitas jualan online, saya pun kembali membangun blog ini. Saya kembali dan akan menjalaninya dengan hati-hati. Meskipun dimulai dari nol lagi.

Hmm.. begitulah lika-liku ingin mendapatkan penghasilan dari internet terutama melalui Google Adsense. Bagi yang belum tahu bagaimana sistem kerjanya Google Adsense, kenapa bisa ngasih gaji ke saya, bisa tanya di kolom komentar ya….

Alasan Tidak Lagi Pakai Smartfren

kenapa saya tidak lagi pakai smartfren

Seperti pada janji saya sebelumnya, pada tulisan kenapa saya pilih smartfren beberapa waktu lalu, saya akan menyampaikan alasan kenapa tidak lagi pakai smartfren. Saya dulunya memang pelanggan setia smartfren. Kalau mau tau seberapa setianya saya, bisa baca dulu artikel yang saya link tadi.

Saat artikel ini dibuat, november 2020, saya memang masih menggunakan beberapa kartu smartfren yang tersisa. Ada sekitar 5 nomor yang masih aktif dan saya gunakan.

“Loh, katanya sudah tidak lagi pakai smartfren?”

Sabar.. sabar… bang jago, hehe…

Jika dibanding yang dulu, 5 itu sedikit sekali. Itupun masih dipakai karena beberapa alasan, dan mungkin alasan inilah yang paling mendasar yaitu masih dipakai sebagai nomor WhatsApp. Ya ya, mungkin dari sebagian Anda bertanya, kan bisa diganti nomor lain?

Oke, alasan pertamanya karena masih aktif dipakai buat jualan online dimana saya masih mengandalkan pesan broadcast masal. Saya bisa saja menginfokan kepada pelanggan kalau nomor saya telah berganti, tapi pasti ada saja yang tidak mau save nomornya. Jika sudah begitu, ketika saya ganti nomor, maka chat akan dimulai dari awal di WA mereka. Nah, kemungkinan diblokir akan lebih besar dibandingkan saya menggunakan nomor lama yang sudah sering melakukan chat kepada mereka.

Memang sedikit ribet untuk menjelaskannya, tapi Anda akan mengerti saat diposisi saya. Diluar nomor yang buat jualan, ada satu nomor pribadi saya juga masih menggunakan smartfren. Nah, kalau ini alasannya berbeda kenapa masih dipertahankan. Sebab nomornya nomor cantik, hihi.

Smartfren Sudah Tidak Seperti Dulu

Dari belasan nomor smartfren yang saya punya, masih tersisa 5 itu sangat sedikit. Dan sekarang saya sudah benar-benar ingin sekali menyeleksi kembali dari 5 tersebut. Alasannya, sekarang smartfren sudah tidak seperti dulu lagi. Dulu, jaringan 4G unlimitednya memuaskan, sekarang justru bikin gregetan.

1. Semakin banyak gangguan jaringan

Entah bagaimana ceritanya, smartfren ini meski ada sinyal di tempat saya tapi tiba-tiba internetnya tidak bisa dipakai. Tidak setiap hari memang, tapi itu sering.

2. Tarifnya Semakin mahal

Disaat semua provider berlomba-lomba memberikan tarif murah, smartfren malah semakin mahal dengan kualitas yang buruk. Saya ingat betul, dulu harga paket unlimited dengan FUP 1 GB itu 60 ribu, sekarang sudah 80 ribu. Sebenarnya bukan masalah jika tidak sering gangguan dan tambah lemot. Mungkin karena semakin banyak penggunanya.

Sudah Tidak Lagi Pakai HP Smartfren

Kalau kartunya memang masih saya pakai, tapi hp smartfren sudah benar-benar tidak saya pakai. Lalu kemana, hp-hpnya? ada yang rusak, ada yang hilang, dan ada yang teronggok begitu saja tanpa tersentuh. Nah, menariknya kenapa saya sudah tidak pakai hapenya tapi masih punya kartunya sebab sekarang smartfren sudah bisa dipasang di hp-hp umum sekarang.

Selain itu hp andromax juga punya dua kekurangan yang sangat menonjol, yaitu:

1. Overprice

Dibanding dengan pesaing-pesaingnya, handphone smartfren di masa sekarang ini terlihat overprice. Sementara dengan budget yang sama, kita bisa memiliki hp kualitas diatas andromax.

2. Tidak bisa pakai kartu lain

Ini masalah klasik, dan waktu itu saya sebut termasuk strategi “licik”. Smartfren menjual jaringannya tapi hanya bisa dipakai di handphone andromax atau yang sudah bekerjasama dengannya. Jadi pelanggan harus memiliki hpnya jika mau internet lancar.

Overall, kualitas smartfren tidak semakin membaik seiring persaingan dunia internet bertambah berat. Banyak kompetitor-kompetitor yang lebih awal darinya juga sudah berubah seperti indosat, tapi smartfren tidak mendobrak arus.

Penunggak Pajak Motor Ditagih ke Rumah

Ya, sesuai judulnya, sekarang penunggak pajak motor bisa ditagih ke rumah. Ternyata tidak hanya BPJS saja yang lagi ramai dibicarakan orang lantaran penunggak iurannya tidak bisa mengurus SIM dan lain-lain.

Sektor perpajakan motor juga sedang gencar-gencarnya menjadi sorotan pemerintah. Setidaknya begitu yang saya alami beberapa waktu yang lalu. Saya kurang update apakah ini berlaku nasional atau hanya di wilayah Kab. Pekalongan saja.

telat bayar pajak motor, telat perpanjang stnk, terlambat bayar stnk

Belum Bayar Pajak Motor 2 Tahun

Jadi ceritanya begini, beberapa waktu lalu, saya didatangi petugas dari samsat polresta kab. Pekalongan ke rumah. Maksud kedatangan petugas tersebut menagih pajak motor kepada saya.

Sontak saya pun kaget, rasanya motor yang saya pakai belum waktunya perpanjang STNK! Dan setelah menerima penjelasan dari petugas tersebut, motor yang belum perpanjang itu dipakai oleh orang tua ke pasar. Sejak tahun 2013, saya memang sudah memberikannya kepada beliau.

Hanya saja, STNK motor tersebut masih atas nama saya, sehingga petugas dari samsat datang ke rumah. Karena tidak ada di tempat, saya baru bisa cek STNK sore hari. Saat itu pak petugas datang sekitar pukul 10.00 WIB.

perpanjang stnk, terlambat bayar pajak kendaraan bermotor 2 tahun, telat perpanjang stnk 2 tahun

Lalu, petugas itu memberikan secarik kertas berisi jumlah tagihan pajak kendaraan bermotor yang harus saya bayar ke kantor samsat. Bentuknya seperti tagihan listrik bulanan. Dan disitu tertera tanggal paling lambat untuk melakukan pembayaran. Setelah tanggal itu terlewat, maka selamanya motor tersebut tidak bisa diperpanjang selamanya.

Motor Dijual Belum Balik Nama

Kasus saya selesai, karena sebelum waktu berakhir, saya sudah perpanjang STNK. Namun datang kasus lain, selang beberapa minggu setelahnya, ada lagi petugas samsat yang datang ke rumah.

Kali ini bukan motor saya yang ditagih, tapi motornya kakak. Dan itu pun motornya sudah tidak ada lagi. Ya, motor yang ditagih pajaknya itu sudah terjual. Dan sayangnya, si motor belum balik nama, alias nama kakak saya masih ada di STNK tersebut.

Jadi pelajarannya, kalau kita menjual motor harus dipastikan orangnya tertib perpanjang STNK agar kita tidak ditagih. Atau paling aman harus segera balik nama ke pemilik yang baru. Tapi kebiasaan masyarakat kita ini beli motor kalau hanya dipakai di kampung buat ke warung atau cuma mengantar anak sekolah maka STNK tidak pernah diurus.

Demikian pengalaman saya terlambatnya perpanjang STNK hingga 2 tahun. Sekarang jangan lagi deh, karena penunggak pajak motor ditagih ke rumah secara langsung.