Cara Mengatasi Cegukan

Siapa sih yang gak pernah cegukan?

Insya Allah semua pernah mengalaminya ya, bahkan anak bayi pun juga saya yakin sudah bisa cegukan. Meskipun terlihat sepele, tapi cegukan sungguh mengganggu. Apalagi disaat datang pada waktu yang kurang tepat.

Misalnya, lagi meeting, ketika peserta ruangan diam, tiba-tiba Anda mengalami cegukan. Contoh lain, saat kamu lagi berada di depan ruang sidang untuk melakukan presentasi, haha. Sulit dibayangkan, tapi hal itu bisa saja terjadi.

Terlebih biasanya cegukan terjadi tidak hanya satu dua kali saja. Bahkan saya pernah mengalaminya seharian, dan belum juga reda.

Nah, untuk Anda yang sedang mengalami cegukan secara sporadis, mungkin tips cara mengatasi cegukan ini bisa menjadi solusi jitu. Tapi sebelum menuju kesana, kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana cegukan itu berasal.

Penyebab Cegukan

Cegukan itu sendiri terjadi ketika Anda mengeluarkan bunyi (hik) secara tidak sengaja dan tidak bisa diatur. Penyebab terjadinya, karena diafragma atau otot antara perut dan dada berkontraksi secara tiba-tiba. Udara tiba-tiba lewat paru-paru sebabkan ruang antara pita suara tertutup.

Umumnya, cegukan akan berhenti dengan sendirinya. Akan tetapi seperti yang saya katakan tadi, anda akan butuh solusi jika terjadi pada waktu yang tidak tepat.

Berikut ini beberapa cara mengatasi cegukan menurut pengalaman pribadi:

1. Minum air putih yang banyak

Ini yang biasa terjadi ketika makanan yang kita konsumsi tidak berkuah. Makanan yang masuk ke dalam perut menyebabkan ruang antara cairan dan udara tidak seimbang. Solusinya, minum air putih yang banyak. Keadaan ini juga menyebabkan perut rasanya seperti begah.

2. Tarik nafas dalam, lalu hembuskan perlahan

Hal ini juga salah satu yang biasa saya lakukan ketika cegukan. Tarik nafas dalam dalam, tahan beberapa detik lalu hembuskan perlahan.

3. Letakkan kepala di atas meja dengan posisi ke bawah

Cara ini saya lakukan ketika cara pertama kedua tidak berhasil. Biasanya setelah melakukan ini beberapa saat, kita akan sendawa dan akhirnya cegukan itu menghilang.

Semoga bermanfaat

Tumbang Sekeluarga

Beberapa hari ini terasa sangat panjang. Bukan karena waktu subuhnya lebih cepat dari biasanya, bukan. Tapi karena ada hal yang membuat hari-hariku terasa lebih lama. Yaitu karena kami tumbang sekeluarga.

Sejak Sabtu malam si Sulung tetiba badannya terasa begitu panas, ia demam. Menggigil. Sepanjang malam, setiap setengah jam, saya terbangun untuk memastikan apakah panasnya sudah mereda atau belum. Setiap dua jam, kuberi paracetamol sisa.

Sebenarnya tanda-tanda sakit sudah ada sejak hari kamis, tapi masih bisa terkendali. Qadarullah beberapa hari itu cuaca selalu hujan. Alhasil, anak-anak hujan-hujanan tak terkontrol. Bukan salah hujannya, tapi karena terlalu lama kedinginan yang membuat kondisi tubuh tidak stabil.

Ahad pagi, saya berencana memeriksakan si sulung ke dokter, tanpa sadar kalau hari itu hari libur. Semua tempat praktik dokter tutup. Hari itu, benar-benar menjadi hari yang panjang. Anda yang punya anak sakit, tentu tahu betul bagaimana rasanya kan?

Menular

Alhamdulillah meski begitu panjang, 24 jam akhirnya terlalui dengan sendirinya. Senin pagi, kami ke dokter dan didiagnosa “masuk angin” dan flu. Sepulang dari dokter, obat langsung dikonsumsi dan alhamdulillah dalam beberapa jam sudah membaik, demam sudah menurun dan tak naik lagi.

Sorenya, qadarullah, istri saya yang tumbang. Biasanya, dia jarang sekali sakit, tapi kali ini benar-benar sakit, tak bisa beraktivitas. Alhasil, si bungsu yang baru setahun 4 bulan malamnya langsung demam juga. Malam itu, juga malam selasa yang panjang.

Pagi hari, saya masih bisa mengantar anak kedua -Kak Ofi-  ke sekolahnya, meski di rumah sedang tidak kondusif. Sepulang sekolah, tidak biasanya dia langsung tidur. Ternyata beberapa jam setelah bangun, badannya mulai terasa demam. Subhanallah.

Paracetamol andalan pun saya minumkan, dan alhamdulillah demamnya menurun. Selang beberapa lama kemudian, demamnya naik lagi. Hingga malam harinya, setiap 4 jam sekali saya meminumkan paracetamol untuknya.

Puncaknya, siang ini, anak ketiga saya, juga ikutan demam. Padahal saya sudah menitipkannya ke simbah agar tidak ikut tertular, tapi qadarullah kejadian juga.

Paracetamol Ketiga

sanmol, tumbang sekeluarga, paracetamol

Total 4 anak kami akhirnya sakit semua. Dan ini, adalah paracetamol ketiga yang sudah saya beli dalam dua hari ini. Syafahumullah untuk semuanya. Alhamdulillah mulai siang tadi, istri saya sudah bisa beraktivitas meski belum fit 100 persen. Tapi setidaknya, pekerjaan saya lebih ringan. Selalu ada hal yang bisa kita syukuri dalam suatu kesusahan.

Semoga saya terutama, selalu diberi kesabaran dalam menghadapi segala cobaan ini. Agar bisa menjadi penggugur dosa-dosa kami sekeluarga.

Pekan ini padahal masih ujian semester, qadarullah belum bisa mengikutinya. Semoga teman-teman yang lain juga selalu diberi kesehatan.

Ini hanya sekedar tulisan iseng setelah sekian lama tidak aktif. Semoga bisa diambil hikmah untuk kita semua. Aamiin.

Air Kelapa Muda Sembuhkan Covid, Benarkah?

Memang ini berita agak lama. tentang air kelapa muda sembuhkan covid 19. Terlebih kabar ini viral saat badai covid gelombang kedua tahun ini. Satu sisi memang menguntungkan penjual kelapa muda seperti saya.

Memang seperti inilah kebiasaan kita. Kalau ada yang viral, ramai-ramai kita ikut-ikutan tanpa mengecek kebenarannya. Seperti halnya kasus susu beruang yang sampai rebutan.

Terus terang, karena viralnya berita air kelapa bisa sembuhkan covid, saat itu saya benar-benar kebanjiran order kelapa muda. Para pedagang langganan yang ambil degan ke saya, yang biasa habis 30 butir sehari, saat itu bisa 4 kali lipatnya.

Mereka bahkan bercerita, seumur-umur jualan kelapa muda, baru kali itu penjualannya sangat meningkat drastis. Mengalahkan larisnya saat bulan puasa. Hal itu pula yang memicu semakin menjamurnya pedagang es degan di pinggir jalan sekarang ini.

Tapi sebenarnya, benarkah air kelapa muda bisa menyembuhkan covid 19?

Air Kelapa Muda Sembuhkan Covid, Mitos atau Fakta?

Seperti Bupati Aceh Barat H. Ramli MS yang mengaku membaik setelah meminum ramuan dari air kelapa muda yang dicampur sedikit garam dapur, satu sendok madu dan jeruk nipis.

Setiap hari beliau mengkonsumsinya dua kali, setelah sarapan dan makan malam. Sehingga hasil tes menyatakan beliau negatif. Hal-hal semacam itu, banyak media yang memuatnya dengan judul yang menjadikan pembacanya salah tafsir.

Tapi sebenarnya bagaimana kita menanggapi hal ini?

Satgas Covid sendiri dalam berbagai media telah mengungkapkan bahwa air kelapa muda bisa sembuhkan covid adalah hoax. Memang benar, air kelapa muda sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Dengan meminum air kelapa, tubuh jadi terpenuhi asupan cairan dan mendapat energi serta banyak vitamin yang terkandung di dalamnya.

Semua asupan yang masuk ke dalam tubuh itu sama sama membantu tubuh untuk membentuk antibodi sehingga virus tidak bisa masuk.

Namun, secara ilmiah belum ada penelitian bahwa air kelapa bisa menyembuhkan covid 19. Hal itu juga sudah dikonfirmasi oleh spesialis gizi seperti dr. Juwalita Surapsari dari RS Pondok Indah.

Apapun itu, selama baik untuk kesehatan kita, mari kita konsumsi untuk menjaga dari berbagai penyakit dan virus apapun.

Pengalaman Kena Covid 19

Hmm… bingung ceritanya darimana.

pengalaman kena covid 19

Ini tentang pengalaman kena covid 19 atau virus corona yang membuat kelabakan semua negara di dunia. Sejak kemunculannya tahun lalu, penyakit ini tidak ada padamnya, bahkan katanya bermutasi menjadi lebih “ganas”.

Ah, itu sebagian berita yang tayang di media sosial maupun stasiun televisi. Ya, memang awalnya saya memang hanya membaca dan mendengar berita-berita tersebut. Akhirnya, sekarang saya juga yang menjadi “pasien”.

Jadi begini cerita tentang pengalaman saya terkena corona virus….

Awal Mula Kena Covid 19

Saya sendiri tidak tahu kapan bermulanya dan kenapa saya kena. Akan tetapi, pada hari kamis malam, 5 februari 2021, badan serasa gak fit. Kepala sedikit pusing, tapi pikiran saya saat itu tidak tertuju pada covid.

Maksudnya pusing disini, sakit kepala ya. Bukan pusing yang rasanya muter-muter gitu. Biasanya kalau pusing ini mengganggu, saya biasa minum panadol paracetamol.

Seperti itulah yang saya lakukan saat itu, minum parcet, lalu tidur. Keesokan harinya mendingan. Hari jum’at, saya berangkat sholat jum’at di masjid seperti biasa. Sepulangnya, kepalaku kembali sakit, akhirnya minum parcet lagi dan istirahat.

Badan mulai terasa gak enak, lalu perut serasa mual, kembung begitu. Selama jumat hingga hari sabtu, rasanya seperti itu terus. Sedikit demam, tapi tidak terlalu tinggi demamnya.

Sampai sabtu malam, sekitar jam 12 tengah malam, tiba-tiba badan menggigil, benar-benar terasa sangat dingin saat itu. Sampai istriku memberikan selimut tebal berlapis. Tidak lupa minum parcet lagi, untuk meringankan demamnya.

Pagi harinya, mulai enakan. Tapi siang harinya, hingga hari senin, rasanya masih kurang fit meskipun sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

Hari selasa 9 Februari 2021, saya diminta mengantar keponakan ke terminal bis karena dia akan pergi tes masuk pondok di Bogor. Karena badan sudah agak fit dan bisa diajak aktivtas, akhirnya saya antar mereka.

Kami se mobil, sekeluarga, mengantar sampai terminal bis. Tidak ada masalah apa-apa, meski badanku masih sedikit lemas. Aktivitas hingga malam pun saya lakukan seperti biasa, ketemu orang-orang dan lain-lain.

Malam harinya, badan ini terasa sangat fit, sampai mataku tak kunjung merasakan kantuk. Hingga tengah malam, belum bisa memejamkan mata. Tapi akhirnya saya bisa tertidur pulas sekitar jam 2 pagi.

Pertama Kali Anosmia (Tidak Mencium Bau)

Rabu 10 Februari, subuh harinya, saya terbangun setelah mendengar adzan. Saat itu rasanya sungguh sangat fit. Aktivitas harian setelah bangun, pertama kali adalah MCK.

Saya menuju kamar mandi, cuci tangan pakai sabun, lalu gosok gigi dan berwudhu. Tapi rasanya aneh, badan memang fit tapi sabun mandi yang saya pakai kok tidak berbau.

Saat keluar kamar mandi, saya kembali memastikan penciumanku dengan mengendus molto dan sabun cuci baju. Gak bau juga. Sampai kamar, saya kembali membaui hidung dengan deodoran, hasilnya masih sama. Sampai benar-benar dekat dengan hidung.

Aneh, padahal hidungku tidak sedang dalam keadaan pilek atau mampet, bahkan rasanya plong. Tapi semua hal tidak berbau.

Mulai deg-degan, tapi masih berpikir santai saja. Tidak lama iqomah berkumandang, saya langsung pergi ke masjid dekat rumah dan sholat subuh disana. Selesai sholat dan dzikir, saya merenung sejenak, ini kayaknya saya kena covid 19.

Jujur, saya sempet berpikir mau menyembunyikannya saja biar yang lain tidak tahu. Toh badanku tidak sakit, malah terasa sangat fit dan sehat. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk memberitahunya. Sungguh, ini pengalaman kena covid 19 yang luar biasa.

Pertama, istri yang saya kasih tau. Langsung kaget juga, beberapa saat “ngeblank”. Lalu kami langsung memutuskan untuk isolasi mandiri di rumah orang tua. Ya, kalau di rumah ini, tidak ada lagi tempat yang ‘”aman”. Selain itu, kalau satu rumah, pasti anak-anak akan mendatangiku saat lagi rewel.

Dengan berat hati rasanya, saya langsung mengemasi barang-barang lalu menuju ke lokasi isoman, yaitu rumah orang tua.

Oiya, belakangan baru saya ketahui bahwa tidak mencium bau itu disebut anosmia.

Isolasi Mandiri Selama 12 hari

Sesampainya di rumah orangtua, hari masih gelap, sekitar jam 5 pagi lebih sedikit. Lalu saya cerita dulu ke mereka, dengan memakai masker dan jaga jarak. Lalu mereka kaget dan tidak percaya anaknya kena anosmia.

Sampai beliau memberikanku salep yang aslinya sangat berbau menyengat dan menyuruhku untuk mencium aromanya. Tapi hasilnya masih sama, tidak ada bau yang tercium di hidungku.

Hmm.. hari pertama isoman, sangat berat, bukan karena penyakitnya tapi karena mulai hari itu, saya tidak bersama dengan keluarga. Membayangkan istri saya mengurus 4 anak yang masih kecil-kecil sendirian, betapa repotnya.

Otomatis juga istri dan anak-anakku menjadi ODP. Alhamdulillahnya mereka tidak positif seperti ku.

Oh iya, tidak mencium bau itu biasanya ada 2 penyebabnya. Pertama karena pilek dan hidung mampet, dan covid 19. Tapi kalau pilek, kita masih bisa mencium aroma, hanya saja sangat sedikit. Pada covid berbeda, meski hidung tidak tersumbat, kita tidak bisa mencium aroma apapun.

Dengan alasan itulah saya memutuskan untuk isolasi mandiri saat itu juga, sembari berpikir apa yang selanjutnya dilakukan.

Hari Pertama Isoman Pelajari Covid 19

Tidak ada aktivitas apapun membuat saya punya banyak waktu. Hari pertama saya habiskan untuk menonton video tentang covid 19. Awalnya dikirimi link youtube oleh istriku. Dari situlah ketemu dengan video-videonya Dokter Pot yang sangat mengubah mindset ku tentang covid 19.

Jika Anda ingin menonton juga, search aja di youtube dengan kata kunci “Dokter Pot“. Beliau ini dokter dari pekanbaru yang merawat pasien covid di wisma atlet.

Singkat cerita, dari video-video yang saya tonton, saya sangat bersyukur karena bisa anosmia. Karena anosmia ini tanda-tanda bahwa covid yang diderita itu ringan hingga sedang.

Dan gejala ringan hingga sedang inilah yang kalau kita kena, tidak perlu panik. Hanya lakukan isolasi mandiri saja di rumah selama 11 hari sejak demam di tambah 3 hari tanpa gejala batuk demam. Setelah itu, tidak perlu tes PCR lagi karena tes swab hanya untuk diagnosa awal.

Akhirnya dengan tenang saya jalani proses itu sampai hari jumat pekan lalu, 19 Februari 2021, pertama kali saya mencium aroma pagi hari, hehe. Rasanya kayak abis keluar penjara, padahal saya belum pernah masuk penjara wkwk.

Rasa syukur ini bertambah besar saat semua keluarga juga sehat-sehat semua. Semoga virus ini segera musnah di dunia dan aktivitas manusia kembali normal.

Obat Selama Isolasi Mandiri

Hari pertama isoman, saya belum konsumsi obat atau vitamin. Hanya makan seperti biasa. Hari kedua baru saya chat WA ke salah satu dokter langganan dekat rumah. Saya meminta diresepi vitamin untuk covid. Akhirnya, diberilah sejumlah vitamin yang saya konsumsi 2x sehari.

Saya lupa memfoto vitaminnya apa saja, yang jelas, itu resep dari dokter. Selama vitamin itu ada, selama itupula saya minum. Setelah habis, saya tidak minta lagi vitaminnya.

Alhamdulillah, sakit kepala yang awal awal isoman masih ada sedikit berangsur pulih. Lalu mengenai anosmia, bagaimana saya pulih dan berapa lama, insya allah akan saya tulis di lain kesempatan.

Demikian pengalaman kena covid 19 dari saya, semoga bisa diambil pelajarannya untuk kita semua. Jangan lupa selalu jaga kesehatan dan lakukan protokol kesehatan.

Buah Plum Seperti Apa Sih?

buah plum, manfaat buah plum

Memang tidak banyak yang mengenal buah satu ini, namanya buah plum. Ngomong-ngomong tentang buah, saya punya cerita masa kecil.

Pernah gak sih, waktu kecil kalian ngobrol sama teman-temanmu begini:

“Buah apa yang belum pernah kamu makan?”

Nah, pasti ada saja yang menjawab ada salah satu atau beberapa buah belum pernah ia makan. Entah itu, durian, manggis, atau buah musiman lain yang anak-anak belum tentu memakannya.

Ternyata semakin dewasa usia dan pengetahuan kita, semakin banyak macam buah yang belum pernah kita kenal di dunia ini. Salah satunya buah plum. Siapa yang belum pernah makan plum? atau bahkan melihatnya saja belum pernah?

Seperti Apa Bentuk Buah Plum?

Khusus untuk Anda yang belum pernah melihat buah plum, tak perlu pusing, tinggal browsing saja. Tuntas urusan, hehe. Tapi gambar tidak akan menjelaskan bagaimana rasa dan teksturnya ketika dimakan.

Buah ini berwarna merah ke hitam-hitaman, atau keunguan. Kalau Anda pernah melihat anggur jawa, seperti itulah tampilan luarnya. Tapi ukurannya lebih besar dari anggur, lebih kecil dari apel.

Eropa, China, dan Amerika mempunyai bentuk buah yang berbeda, hanya saja secara keseluruhan sama saja. Rasanya manis asam segar dan mempunyai kandungan air yang sangat banyak.

Meskipun asalnya dari negara luar, kita juga bisa menemukannya di Indonesia. Coba saja ke supermarket besar, Anda pasti akan menemukannya.

4 Manfaat Buah Plum Yang Jarang Diketahui

Selain buahnya yang unik dan langka, ternyata buah ini juga tidak sedikit manfaatnya lho. Kalaupun Anda susah payah mencarinya, itu sebanding dengan manfaatnya.

Berikut beberapa manfaat dari buah plum:

1. Menormalkan darah

Buah ini mengandung serat yang sangat tinggi, bahkan para ahli menyebutkan bahwa serat tersebut bisa mencegah pembekuan trombosit penyebab tekanan darah tinggi.

Selain itu, kandungan dalam plum bisa memurnikan darah. Kelainan darah seperti oxygenating, arteriosklerosis dan lainnya insya Allah bisa teratasi.

Buah ini juga sangat dianjurkan untuk penderita jantung koroner dan stroke mengkonsumsinya. Caranya cukup dengan mengkonsumsinya secara langsung seperti buah-buah pada umumnya.

2. Melawan kanker

Para ahli sudah banyak membuktikan tingginya kandungan pada buah plum. Kandungan antioksidannya mampu membantu melawan penyakit jantung dan menghambat sel-sel pemicu kanker. Konsumsi secara langsung maupun dalam bentuk jus secara rutin.

3. Mencegah kram otot dan kelelahan

Untuk Anda yang suka olahraga dan sering cedera, bisa mengkonsumsi buah ungu ini. Hanya dengan beberapa buah, kandungan asam sitratnya bisa mencegah fisik menurun sehingga menurunkan resiko kram pada otot.

4. Untuk kesehatan mata

Selain nutrisi yang disebutkan tadi, plum juga mengandung vitamin A. Rutin mengkonsumsi buah ini bisa mencegah infeksi mata dan degenerasi makula.

Sebenarnya masih banyak manfaat lain, seperti bisa merawat kulit dan membuat rambut lebih berkilau. Dan masih banyak lagi yang lainnya, manfaat-manfaat tersebut sudah melalui berbagai riset.

Apakah Anda sudah pernah mengkonsumsi buah plum?

 

Cara Yang Benar Menggosok Gigi

cara gosok gigi yang benar, cara yang benar menggosok gigi

Pada artikel sebelumnya, Dr. Lenchner telah menyebutkan 7 kesalahan umum dalam menggosok gigi. Selanjutnya kita akan membahas bagaimana cara yang benar menggosok gigi.

Menggosok gigi ternyata bukan aktifitas harian yang biasa, tapi harus kita perhatikan demi menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Karena gigi merupakan salah satu bagian tubuh kita yang sering bermasalah.

Nah, melanjutkan artikel pada waktu lalu, begini cara yang benar menggosok gigi:

1. Lama Gosok Gigi

Waktu yang dibutuhkan untuk menggosok gigi menurut Lenchner adalah 2 hingga 3 menit. Direktur New York Dental Forum itu menuturkan, menggosok gigi dengan rentang waktu tersebut bisa membuat sisa sisa makanan diantara gigi benar-benar bersih.

2. Sambil Bercermin

Bercermin tidak hanya saat merias wajah saja, melainkan juga saat gosok gigi. Tujuannya agar Anda bisa melihat bagian mana saja yang sudah terjangkau sikat gigi atau yang belum.

3. Pakai Teknik Yang Benar

Teknik menggosok gigi yang benar dengan cara memegang sikat agar bulu sikatnya bersudut 45° dari permukaan gigi. Lalu sikat dalam putaran-putaran kecil. Fokus pada satu kelompok gigi terlebih dahulu, baru pindah ke gigi yang lain.

4. Gosok Perlahan

Jangan terburu-buru juga tidak terlalu keras, itu kunci menggosok gigi yang benar. Menggosok gigi secara perlahan akan lebih teliti dibanding secara cepat.

5. Gunakan Sikat Gigi Lembut

Agar tidak merusak enemel gigi, maka sebaiknya gunakan sikat dengan bulu sikat yang lembut atau soft. Pilih sikat gigi jenis ini sebelum Anda gunakan untuk menggosok gigi.

6. Pasta Gigi Mengandung Pemutih

Pakailah pasta gigi yang mengandung pemutih. Meski ada kandungan pemutihnya tapi tidak akan membahayakan. Selain itu juga proses menjadi putihnya mungkin akan lebih lama.

7. Bilas dengan Bersih

Jika Anda sudah benar langkah menggosok gigi diatas maka plak pada gigi akan terlepas. Usai semua dilakukan, maka berkumurlah untuk membersihkannya. Jika perlu, gunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol untuk menguatkan enemel gigi serta mencegah gigi berlubang.

Demikian beberapa tips cara gosok gigi yang benar. Jangan lupa, Anda praktikkan setiap hari agar gigi tetap sehat dan terjaga kebersihannya.

Silakan share.

 

 

Ternyata Selama Ini Kita Salah Cara Gosok Gigi

salah cara gosok gigi, cara gosok gigi yang salah

Sejak kecil kita sudah didoktrin, bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Padahal banyak dokter gigi menyarankan gosok gigi sebelum tidur, bukan setelah tidur, hehe. Tapi bukan itu yang akan kita bahas, tapi kesalahan yang lain saat menggosok gigi. Pakar rekonstruksi dan estetika gigi, Dr. Michael Lenchner, DDS, mengatakan bahwa ternyata selama ini kita salah cara gosok gigi.

7 Kesalahan Umum Saat Menggosok Gigi

Berikut ini beberapa kesalahan yang sangat umum terjadi saat menggosok gigi, apakah Anda termasuk di dalamnya? Silakan simak sampai habis:

1. Gosok gigi kurang lama

Mungkin termasuk kamu, seringnya gosok gigi terlalu cepat alias kurang lama. Terburu buru dalam menggosok gigi menyebabkan sisa sisa makanan masih terselip di gigi.

2. Mengabaikan area garis gusi

Area garis gusi merupakan bagian yang paling penting untuk dijaga kebersihannya. Tapi kebanyakan orang mengabaikan hal ini. Pasalnya, diarea garis gusi dan gigi merupakan tempat tumbuhnya plak, tartar dan bakteri dalam mulut.

Jika tidak dijaga kebersihannya, bisa jadi gusi Anda gampang menjadi radang dan terinfeksi. Dalam istilah kedokteran disebut dengan gingivitis.

3. Tekniknya salah

Kesalahan umum berikutnya yang sering terjadi adalah cara menggosok giginya yang salah. Kebanyakan kita menggosok gigi dengan cara seperti menggergaji pohon, menyamping.

Padahal cara ini menyebabkan enamel gigi rusak. Jika enamel rusak maka gigi gampang retak dan rapuh. Tentu saja, semakin berumur akan semakin rapuh.

4. Menyikat gigi terlalu kuat

Tidak hanya rusak karena gosok gigi secara menyamping, menyikat terlalu kuat juga bisa menyebabkan enamel gigi rusak. Apalagi jika Anda punya kebiasaan menggertak gigi saat tidur, bisa tambah parah.

5. Sikat gigi yang salah

Memilih sikat gigi juga harus teliti. Jangan sampai salah menentukan sikat gigi. Pilihlah sikat gigi yang soft, bukan yang keras. Biasanya disetiap kemasan sikat gigi sudah tertulis jelas. Penggunaan sikat gigi yang terlalu keras bisa menyebabkan gusi berdarah dan rusaknya enamel gigi.

6. Pasta gigi yang kita pakai kurang tepat

Pasta gigi juga bermacam-macam yang ada di pasaran. Hendaknya pilihlah pasta gigi yang tidak ada kandungan baking soda, karena zat ini sangat keras untuk enamel.

7. Tidak membilas dengan bersih

Berkumurlah setelah gosok gigi dengan bersih dan tuntas. Jangan menyisakan sisa pasta gigi di dalam mulut. Alih-alih ingin supaya lebih bersih justru malah bakteri yang telah disikat tertumpuk digigi.

Demikian beberapa cara salah gosok gigi ala Dr. Lenchner. Pada tulisan selanjutnya akan saya paparkan cara yang benar menggosok gigi. Silakan aplikasikan pada Anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa share ke media sosial Anda.