10 Malam Terakhir Ramadan

الـحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ

، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ

، وَأَشْهَدَ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى

رِضْوَانِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَإِخْوَانِهِ

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

Segala puji hanya milik Allah atas kebaikan-Nya,

segala syukur hanya kepada Allah atas taufiq dan karunia-Nya,

aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya segala puji bagi-Nya,

aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang menyeru kepada keridhaan-Nya,

semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam yang melimpah kepadanya, keluarga, sahabat, dan saudara-saudaranya

Suatu hari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam keluar rumah untuk sholat subuh, sedangkan Juwairiyah binti al harits duduk berdzikir di tempatnya. Hingga Rasulullah pulang, pada waktu dhuha, beliau masih melihat istrinya duduk disitu.

“Apakah engkau tetap dalam keadaan ketika aku tinggalkan?” Ia menjawab, “Ya.”

Lalu beliau bersabda:

“Sungguh, aku telah mengucapkan setelahmu empat kalimat sebanyak tiga kali, yang jika ditimbang dengan yang engkau ucapkan sejak tadi tentu akan menyamai timbangannya

سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَا نَفْسِهِ ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Mahasuci Allah. Aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya [HR Muslim]

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

Sebentar lagi kita semua akan memasuki bagian utama bulan mulia ini yaitu, 10 malam terakhir ramadhan. Inti daripada inti bulan ramadhan memang di 10 malam terakhirnya.

Rasulillah shallallahu’alaihi wa sallam lebih serius dan rajin di waktu-waktu tersebut daripada malam lainnya. Sebagaimana disebutkan oleh ummul mukminin, ibu kita, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)

Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah di 10 malam terakhir ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya, artinya menjauhi istri-istri beliau, dan menghidupkan malam-malamnya untuk beribadah. Serta membangunkan keluarganya untuk beribadah.

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

Ibadah apa yang dilakukan oleh Rasulullah di 10 malam terakhir ramadan?

Masih dari istri beliau ‘Aisyah radhiyallahu anha, beliau mengatakan:

أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172)

Apa itu Itikaf?

Berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah kepada Allah yang dilakukan oleh orang tertentu dengan tata cara tertentu.

I’tikaf bisa dilakukan meskipun hanya satu malam saja. Dalam kegiatan i’tikaf tersebut, kita dianjurkan mengamalkan ibadah apapun seperti sholat, dzikir, baca quran dan lain sebagainya.

Semua itu demi memperoleh malam lailatul qadr

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)

 

Waktu Untuk Shalawat

إِنّ‭ ‬الْحَمْدَ‭ ‬ِللهِ‭ ‬نَحْمَدُهُ‭ ‬وَنَسْتَعِيْنُهُ‭ ‬وَنَسْتَغْفِرُهُ‭ ‬وَنَعُوْذُ‭ ‬بِاللهِ‭ ‬مِنْ‭ ‬شُرُوْرِ‭ ‬أَنْفُسِنَا‭ ‬وَسَيّئَاتِ‭ ‬أَعْمَالِنَا‭ ‬مَنْ‭ ‬يَهْدِهِ‭ ‬اللهُ‭ ‬فَلاَ‭ ‬مُضِلّ‭ ‬لَهُ‭ ‬وَمَنْ‭ ‬يُضْلِلْ‭ ‬فَلاَ‭

‬هَادِيَ‭ ‬لَهُ‭ ‬أَشْهَدُ‭ ‬أَنْ‭ ‬لاَ‭ ‬إِلهَ‭ ‬إِلاّ‭ ‬اللهُ‭ ‬وَأَشْهَدُ‭ ‬أَنّ‭ ‬مُحَمّدًا‭ ‬عَبْدُهُ‭ ‬وَرَسُوْلُهُ

Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami meminta tolong kepada-Nya, kami memohon ampun kepada-Nya, dan kami meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan siapa yang sesat, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

صَلَّى‭ ‬اللهُ‭ ‬عَلَيْهِ‭ ‬وَعَلَى‭ ‬آلِهِ‭ ‬وَأَصْحَابِهِ‭ ‬وَمَنْ‭ ‬سَارَ‭ ‬عَلَى‭ ‬نَهْجِهِ‭ ‬القَوِيْمِ‭ ‬وَدَعَا‭ ‬إِلَى‭ ‬الصِّرَاطِ‭ ‬المُسْتَقِيْمِ‭ ‬إِلَى‭ ‬يَوْمِ‭ ‬الدِّيْنِ‭ ‬وَسَلَّمَ‭ ‬تَسْلِيْمًا‭ ‬كَثِيْرًا

Semoga shalawat Allah tercurah pada beliau, pada keluarganya, pada sahabatnya, dan pada setiap orang yang mengikuti jalan beliau yang lurus dan yang mengajak pada shirathal mustaqim hingga hari kiamat, semoga keselamatan yang banyak.

اللّهُمَّ‭ ‬عَلِّمْنَا‭ ‬مَا‭ ‬يَنْفَعُنَا،‭ ‬وَانْفَعَنَا‭ ‬بِمَا‭ ‬عَلَّمْتَنَا،‭ ‬وَزِدْنَا‭ ‬عِلْماً،‭ ‬وَأَرَنَا‭ ‬الحَقَّ‭ ‬حَقّاً‭ ‬وَارْزُقْنَا‭ ‬اتِّبَاعَهُ،‭ ‬وَأَرَنَا‭ ‬البَاطِلَ‭ ‬بَاطِلاً‭ ‬وَارْزُقْنَا‭ ‬اجْتِنَابَهُ

Ya Allah, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, dan berilah manfaat pada apa yang Engkau ajarkan pada kami. Tunjukkanlah bahwa kebenaran itu benar, dan berilah kami kemudahan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kebatilan itu batil, dan mudahkanlah kami untuk menjauhinya.

Melanjutkan serial shalawat yang pada beberapa pekan lalu saya sampaikan bahwa kita harus selalu mengucapkan shalawat berulang kali, sesering mungkin.

Sebab salah satu keutamaan dari shalawat adalah kita akan mendapatkan syafaat dari Allah kelak di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ‭ ‬صَلَّى‭ ‬عَلَيَّ‭ ‬أَوْ‭ ‬سَأَلَ‭ ‬لِي‭ ‬الوَسِيْلَةَ‭ ‬حَقَّتْ‭ ‬عَلَيْهِ‭ ‬شَفَاعَتِي‭ ‬يَوْمَ‭ ‬القِيَامَةِ

Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti.”

Nanti kita akan bahas wasilah itu apa..

Jadi, kita membaca shalawat itu sejatinya selain mendoakan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, juga sebagai ikhtiar kita untuk mendapat syafaat kelak.

Macam Shalawat

Secara umum, shalawat itu dibagi 2:

Pertama, shalawat mutlak

Itulah shalawat yang dikerjakan di setiap kesempatan, tanpa batas waktu dan tempat tertentu. Kita dianjurkan untuk banyak membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana yang Allah firmankan,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam untuknya.” (Qs. Al- Ahzab: 56).

Semakin banyak shalawat yang kita lantunkan, sebakin besar peluang untuk mendapat keistimewaan di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda,

أولَى الناسِ بِيْ يوم القيامة أكثرُهم عليَّ صلاةً

“Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan Al-Albani)

Kedua, shalawat muqayad

Itulah shalawat yang dikerjakan pada waktu-waktu khusus. Nah, pada kesempatan ini, insya Allah kita akan membahas tentang shalawat yang dibaca di waktu tertentu.

1. Ketika tasyahud awal atau akhir

Kalau ini, insya Allah sudah kita lakukan setiap sholat. Kenapa kok kita dianjurkan bawa shalawat pada saat tasyahud?

Jawabannya simpel, karena Rasulullah yang menyuruh.

Dari Ka’ab bin Ujrah, bahwa para sahabat pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara shalawat ketika shalat. Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah:

اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد

“Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas, Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Nah, shalawat yang diucapkan pada saat tasyahud ini disebut shalawat ibrahimiyah. Ini termasuk bentuk shalawat yang paling bagus.

2. Ketika selesai adzan

Ini saya yakin masih jarang yang mengamalkannya. Jadi, kita mengucap shalawat setelah selesai mendengar adzan dan sebelum berdoa.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْامِثْلَ يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لِيَ الْوَسِيْلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَبْتَغِي إِلاَّ لِعَبْدِ اللهِ تَعَالَى، وَأَرْجُو أَنْ

أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ السَّفَاعَةُ.

“Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin. Kemudian bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mohonkanlah wasilah (derajat di Surga) kepada Allah untukku karena ia adalah kedudukan di dalam Surga yang tidak layak bagi seseorang kecuali bagi seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan aku berharap akulah hamba tersebut. Maka, barangsiapa memohonkan wasilah untukku, maka dihalalkan syafa’atku baginya. (HR. Muslim)

Nah, di dalam hadits ini kita tahu bahwa wasilah adalah derajat kedudukan di surga yang hanya khusus untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Setelah selesai shalawat, selanjutnya berdoa, seperti doa yang sudah kita hafal:

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ.

“Ya Allah, Rabb Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang akan didirikan. Berilah al-wasilah (kedudukan di Surga) dan keutamaan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bangkitkanlah beliau sehingga dapat menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.”

3. Ketika hari jumat

Maksudnya sepanjang jumat ya, berarti mulai dari malam harinya karena dalam kalender islam, awal hari dihitung sejak terbenamnya matahari.

Sejak malam hari jumat, sampai selesai siang hari jumat, kita dianjurkan memperbanyak membaca shalawat.

Dari Aus bin Aus, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ …. فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

Termasuk hari yang mulia bagi kalian ialah hari Jumat, karena Adam diciptakan pada hari Jumat dan diwafatkan pada hari Jumat pula. Tiupan sangkakala terjadi pada hari Jumat, dan hari kiamat pun terjadi pada hari Jumat.

Maka perbanyaklah oleh kalian membaca shalawat untukku (pada hari Jumat), karena sesungguhnya bacaan salawat kalian untukku ditampakkan kepadaku. Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, begaimanakah salawat kami ditampakkan kepadamu, sedangkan engkau telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Rasulullah Saw. menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada tanah memakan jasad para Nabi.

(HR. Nasa’I, Abu Daud, Ibn Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

4. Setiap pagi dan sore

Setiap pagi dan sore, kita dianjurkan membaca shalawat minimal 10 kali. Tentunya selain membaca dzikir lain juga yang dianjurkan pada pagi dan petang.

Dari Abu Darda’ radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang memberikan shalawat kepadaku ketika subuh 10 kali dan ketika sore 10 kali maka dia akan mendapat syafaatku pada hari qiyamat.” (HR. At Thabrani dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jami’).

5. Ketika di Majlis

Ketika kita kumpul bersama banyak orang untuk memperbincangkan sesuatu, jangan lupa diselai dengan shalawat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ

“Jika ada sekelompok kaum yang duduk bersama dan tidak mengingat Allah serta tidak memberi shalawat kepada nabi mereka maka itu akan menjadi bahan penyesalan baginya. Jika Allah berkehendak, Allah akan menghukum mereka, dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengampuni mereka.” (HR. Ahmad, Turmudzi, dan dishahih Syuaib Al-Arnauth).

6. Ketika menyebut Nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ini kemarin sudah sedikit kita singgung. Ketika menyebut nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau mendengar nama atau gelar beliau disebut, kita dianjurkan untuk membaca shalawat.

Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Celakalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bershalawat untukku.” (HR. turmudzi, dan dinilai hasan sahih oleh Al-Albani)

Dari Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ، ثُمَّ لَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bersjalawat untukku.” (HR. Ahmad dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth).

7. Ketika berdoa

Ini adalah kunci! Barangkali, kita merasa doa-doa kita tidak dikabulkan oleh Allah, mungkin ini penyebabnya. Maka mulai sekarang awalilah doa kita dengan memuji Allah dan bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan harapan, doa anda bisa mustajab.

Umar bin Khattab mengatakan,

إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

“Sesungguhnya doa itu terkatung-katung antara langit dan bumi, dan tidak bisa naik, sampai dibacakan shalawat untuk Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Turmudzi dan dihasankan Al-Albani).

Dari Ahmad bin Abi Hawari, bahwa beliau mendengnar Abu Sulaiman Ad-Darani menasehatkan,

من أراد أن يسأل الله حاجته فليبدأ بالصلاة على النبي وليسأل حاجته وليختم بالصلاة على النبي فإن الصلاة على النبي مقبولة والله أكرم أن يرد ما بينهما

Siapa yang ingin memohon kepada Allah sesuatu, hendaknya dia mulai dengan bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian baru mengajukan doanya. Dan akhiri juga dengan shalawat untuk beliau. Karena shalawat untuk nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam statusnya maqbul, dan Allah Maha Pemurah, sehingga tidak akan menolak doa yang dibaca di antara dua shalawat.

8. Ketika masuk dan keluar masjid

Doa ini dibaca bersamaan dengan doa masuk masjid.

Dari Abu Usaid radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ لِيَقُلْ: اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ ، فَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Apabila kalian masuk masjid maka berilah salam untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian baca: Allahummaf-tahlii abwaaba rahmatik. Dan ketika dia keluar, hendaknya dia membaca: Allahumma inni as-aluka min fadhlik.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).

Dari Fatimah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ المَسْجِدَ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلَّمَ، وَقَالَ: «رَبِّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk masjid, beliau membaca shalawat dan salam untuk Muhammad, kemudian beliau berdoa: Rabbigh fir-lii dzunuubi…” (HR. Turmudzi dan dishahihkan Al-Albani).

9. Takbir kedua ketika shalat jenazah

Shalawat disyariatkan untuk dibaca ketika takbir kedua shalat jenazah. Imam As-Sya’bi mengatakan,

“Takbir pertama shalat jenazah adalah memuji Allah. Takbir kedua bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. takbir ketiga doa untuk jenazah, dan takbir keempat salam.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf).

10. Ketika meninggalkan majlis

Pada saat anda meninggalkan majlis perbincangan anda, bacalah shalawat.

Ini sebagaimana  disebutkan oleh Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Jala-ul Afham, dari Ustman bin Umar, dia berkata;

سَمِعْتُ سُفْيَان بن سَعِيد مَا لاَ اُحْصِيْ إِذَا اَرَادَ القِيَامَ يَقُوْلُ صَلَّى اللهُ وَمَلاَئِكُتُهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَاءِ اللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ

Aku mendengar Sufyan bin Sa’id berkali-kali sampai tidak bisa kuhitung, setiap beliau hendak meninggalkan majelis, beliau membaca; ‘Shallallaahu wa malaa-ikatahuu ‘alaa muhammadin wa ‘alaa anbiyaa-illaahi wa malaa-ikatihii.

Nah, di poin terakhir ini, mari kita praktikkan langsung.

wa shallallahu ala nabiyyina muhammadin wa ‘alaa alihii wa shohbihii ajmain

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

Apakah Kita Rindu Rasulullah?

rindu rasulullahAlhamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kepada kita, nikmat yang banyak. Salah satunya nikmat iman dan taufiq kepada kita. Karena tanpa taufiq atau pertolongan dari Allah, kita tidak bakal bisa melangkahkan kaki menuju ke masjid. Terutama pada saat sholat subuh seperti sekarang ini.

Kata nabi shallallahu’alaihi wa sallam, sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat isya dan subuh. Semoga niat kita sholat subuh berjamaah dilakukan dengan ikhlas, semata mengharap ridho Allah.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun, jika dalam keadaan senang ucapkanlah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Segala puji hanya milih Allah yang dengan segala nikmatnya kebaikan-kebaikan menjadi sempurna

Sedangkan jika kita dalam keadaan sedih, ucapkanlah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan

Sholawat serta salam juga selalu kita ucapkan untuk baginda rasul, manusia terbaik dan paling mulia di sisi Allah, Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam.

Semoga sholawat itu bersambung untuk keluarga beliau, untuk istri-istri beliau, untuk Abu Bakar As-shidiq, umar ibn khattab, utsman bin affan, ali bin abi thalib dan semua sahabat-sahabat beliau, radhiyallahu’anhum.

Kenapa kita harus mengucapkan sholawat atas nabi?

Karena Allah yang memerintahkan, terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 56, biasanya ayat ini sering kita dengarkan saat khutbah jumat:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya

Sholawat adalah salah satu bukti cinta kita dan rindu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang pahalanya besar.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Barangsiapa bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan membalas sholawatnya 10 kali [HR Muslim]

Lebih Mencintai Nabi Daripada Diri Sendiri

Jama’ah sholat subuh rahimakumullah

Kita ini mengaku pengikut nabi Muhammad, tapi banyak diantara kita yang tidak kenal dengan nabi kita sendiri shallallahu’alaihi wa sallam.

Buktinya apa?

Masih banyak amalan-amalan sunnah yang kita tinggalkan. Bahkan meremehkannya dengan alasan:

“Ah, cuman sunnah,”

Bahkan, sebagian umat muslim sendiri yang mengaku pengikut nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menghina sunnah-sunnahnya. Naudzubillah.

Jika kenal saja tidak, maka bagaimana kita akan bisa mencintai beliau melebihi cinta kepada orang tua dan anak-anak kita.

Padahal nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan kepada kita melalui sabdanya:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ

مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

Tidak sempurna iman seseorang sampai aku (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia. [HR Bukhari dan Muslim]

Suatu hari, sahabat Abdullah bin Hisyam radhiyallahu’anhu bersama Rasulullah dan Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu. Lalu nabi memegang tangan Umar kemudian umar berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.

Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ

Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”

Kemudian ’Umar berkata, ”Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata, ”Saat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).

Rindu Rasulullah dan Sayangnya Kepada Kita

Jamaah sholat subuh rahimakumullah,

Ketahuilah, Allah telah memberitahukan kepada kita betapa sayangnya Rasulullah kepada kita selaku umatnya. Seharusnya orang-orang yang masih meremehkan sunnah-sunnah beliau merasa malu saat membaca Surat At-Taubah ayat 128 ini:

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri….

عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ

Beliau itu, tidak kuat melihat umatnya menderita, beliau shallallahu’alaihi wa sallam menginginkan keselamatan bagi kita, umatnya.

Contohnya:

Pada peristiwa isra miraj, kita lihat bagaimana Rasulullah shallallau’alaihi wa sallam berjuang untuk kita. Ketika diwajibkan oleh Allah 50 kali shalat.

Beliau bolak-balik minta keringanan agar Allah tidak memberatkan umatnya dengan sholat sebanyak itu. Maka Allah mengabulkannya hingga tersisa cuma 5 waktu saja, seperti yang kita kerjakan saat ini.

Tidak hanya sholat, bahkan ada beberapa amalan yang nabi tinggalkan karena demi agar tidak memberatkan umatnya.

Ada yang tahu amalannya apa saja?

……………….

Siwak setiap sholat

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ

Sholat tarawih

Mengakhirkan waktu sholat isya

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ  عَلَى أُمَّتِي لَفَرَضْتُ عَلَيْهِمِ السِّوَاكُ مَعَ الوُضُوْءِ ، وَلَأَخَّرْتُ صَلاَةَ العِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ

………………

Lihat, kurang apalagi sayangnya Rasulullah kepada kita?

Disebutkan dalam riwayat, jika Allah memberikan 2 pilihan kepada nabi maka nabi memilih yang paling ringan untuk umatnya, kecuali bab dosa.

Sudahkah Rindu Rasulullah?

Jamaah sholat subuh rahimakumullah, pernah gak, kita semua punya rasa rindu dan berharap berjumpa dengan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam meskipun cuma dalam mimpi?

Kata Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia benar-benar telah melihatku karena syaitan tidak bisa menyerupai aku.

Asalkan yang kita lihat memang sesuai kriteria yang disebutkan oleh para sahabat tentang nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Kalau ada yang mengaku mimpi ketemu nabi dengan pakaian putih, sorban putih dan jenggotnya putih semua, maka itu bukan nabi.

Karena nabi hingga beliau wafat hanya ada beberapa helai rambut saja yang putih. Maka seorang yang bermimpi nabi hendaknya menanyakannya pada para ulama.

Kalau berharap mimpi ketemu Rasulullah saja tidak pernah, bagaimana kita bisa mencintai Rasulullah melebihi keluarga kita sendiri?

Padahal, Rasulullah itu rindu kepada kita, meskipun beliau belum pernah melihat kita. Suatu hari beliau berziarah dikuburan baqi, di Madinah bersama para sahabat-sahabatnya. Lalu beliau bersabda:

وَدِدْتُ أَنِّي قَدْ رَأَيْتُ إِخْوَانَنَا

Aku rindu sekali ingin berjumpa dengan saudara-saudaraku, lalu para sahabatnya bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ! أَلَسْنَا إِخْوَانَكَ ؟

Ya Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?

بَلْ أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانِي الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ

Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku, saudaraku adalah orang yang beriman setelah aku diutus sedangkan mereka belum pernah melihatku

Pertanyaannya, apakah kerinduan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersambut dengan kerinduan kita?

Atau kita hanya memikirkan kehidupan dunia belaka sehingga melupakan beliau?…

Doa Rasulullah Untuk Umatnya Setiap Sholat

Suatu hari, ‘Aisyah radhiyallahu’anha melihat Rasulullah sedang bahagia, lalu beliau mendatangi rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam lalu dan meminta beliau berdoa untuknya. Lalu nabi mendoakan ummul mukminin ‘Aisyah.

اللَّهمَّ اغفِر لعائشةَ ما تقدَّمَ من ذنبِها وما تأخَّرَ وما أسرَّت وما أعلَنتُ

Ya Allah, ampunilah Aisyah dari dosa yang telah lalu dan yang akan datang, dan ampuni dosa-dosa yang dia sembunyikan dan yang tampak.

فضحِكت عائِشةُ حتَّى سقَطَ رأسُها في حجرِها

Lalu Aisyah tertawa hingga dagunya jatuh ke pangkuan rasulullah, lalu rasulullah bertanya kepadanya:

أيسرُّكِ دعائي؟

Apa kamu senang dengan doa ku? maka ‘Aisyah radhiyallahu’anhu menjawab:

وما لي لا يسرُّني دعاؤكَ

Bagaimana aku tidak senang dengan doamu ya Rasulullah, lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

واللَّهِ إنَّها لدعوتي لأمَّتي في كلِ صلاةٍ

Demi Allah itulah doaku untuk umatku setiap sholat (HR Ibnu Hibban)

(……sholawat…..)

Bayangkan, beliau mendoakan umatnya, mendoakan kita setiap sholat, lalu kita tak pernah bersholawat kepadanya? Bahkan membenci dan meninggalkan sunnah-sunnahnya?

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menggambarkan betapa pedulinya beliau kepada kita, saking cintanya kepada umatnya sehingga beliau tidak rela, kita masuk neraka

Beliau memisalkan dengan orang yang sedang membuat perapian (api unggun) untuk menghangatkan diri. Kemudian datang serangga atau laron menghampiri api lalu terbakar dan mati.

Kata Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam cintaku kepada umatku seperti memegangi serangga itu agar tidak menghampiri api tersebut dan terjerumus ke dalamnya. Sebagaimana aku memegangi kalian agar tidak masuk ke dalam api neraka. Tapi kalian memaksa masuk ke sana.

Kita Butuh Syafaat Rasulullah

Betapa nabi mencintai kita, tapi kita justru tidak begitu mengenalnya. Padahal, kita yang membutuhkan syafaat dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Nanti, ketika manusia dikumpulkan dipadang mahsyar, ketika matahari berjarak 1 mil diatas kita, seluruh umat manusia dalam kesulitan. Mereka berharap kepada Allah agar Allah menyegerakan hisabnya sehingga semua orang tahu dirinya masuk surga atau neraka.

Karena masa penantian adalah masa yang paling menakutkan buat mereka. Meraka yang dimaksud, termasuk kita ada di dalamnya.

Kita bisa bayangkan, berapa banyak manusia saat itu, sekarang saja penduduk dunia ada berapa? 7 milyar? bagaimana kelak dikumpulkan seluruh manusia dari zaman nabi Adam ‘alaihissalam sampai manusia terakhir. Ditambah bangsa jin.

Mereka mencari syafaat kepada setiap nabi, pertama nabi adam, nabi nuh, nabi musa, nabi isa, kemudian mereka datang kepada nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.

Lalu nabi bersabda: Anaa lahaa.. ana lahaa… (Aku yang punya syafaat itu)

Kemudian beliau bersujud di bawah arsy Allah, dan memuji Allah dengan pujian yang rasul tidak pernah tahu pada hari ini, tapi nanti akan Allah ajarkan.

Lalu Allah berfirman:

يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي

Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah pasti kau diberi, berilah syafaat nicaya kau diizinkan untuk memberi syafaat, maka aku angkat kepalaku

Lalu Rasulullah mengatakan:

أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ

Wahai Rabb, ummatku, wahai Rabb, ummatku, wahai Rabb, ummatku

Allah subhanahu wa ta’ala menjawab:

يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ

Hai Muhammad, masukkan orang yang tidak dihisab dari ummatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan.

وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ

Sisanya, masukkan melalui pintu yang lain. HR Bukhari

Baca Sirah Nabawi Agar Semakin Cinta Rasulullah

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

itu tadi hanya sebagian kecil pengorbanan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk umatnya. Kita perlu membaca sirah nabawi dan mempelajarinya sampai kita benar-benar bisa mencintai beliau melebihi cintanya kepada diri sendiri.

Dan yang paling penting, bukan hanya dari lisan belaka, kecintaan terhadap nabi harus dibuktikan dengan jiwa dan raga, kita hidupkan syariat nabi, sunnah-sunnah beliau dan mengajak orang lain untuk mencintai Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

 

Hukum Manusia Menikah dengan Jin

hukum manusia menikah dengan jin

Pernikahan antara jin dan manusia bukan lagi menjadi berita yang asing. Seperti beberapa tahun yang lalu, salah satu wartawan media menjadi saksi pernikahan antara manusia dan jin, bertempat di Bogor.

Tidak hanya itu, belum lama ini juga terjadi seorang bernama Nano yang menikahi jin. Ia menikahi jin dari wanita yang meninggal karena kecelakaan. Tapi pernikahan itu hanya berlangsung selama 5 tahun saja.

Indonesia, bukan satu-satunya yang geger karena fenomena menikah dengan jin. Di luar negeri pun ada kisahnya, seorang wanita yang menikah dengan bajak laut bernama Jack yang sudah meninggal 300 tahun lalu.

Entah benar atau tidak, yang jelas, fenomena manusia menikah dengan jin itu sudah ada dan ada sebagian orang tertentu masih melakukannya hingga hari ini.

Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang hukum manusia menikah dengan Jin? apakah sudah ada pembahasannya dalam syariat agama?

Manusia Menikahi Jin Dalam Islam Sudah Ada Sejak Dulu

Meskipun berbeda dimensi, jin dan manusia sebenarnya memiliki persamaan. Sebagaimana yang tertuang dalam ayat Alquran Surah Ar-Rahman: 56 yang artinya:

Para bidadari itu belum pernah tersentuh oleh manusia dan jin sebelumnya.”

Manusia dan jin sama-sama tertarik pada lawan jenis, menikah, dan punya anak. Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah juga pernah menceritakannya dalam kitab beliau:

“Dan pernah terjadi pernikahan antara manusia dan jin, bahkan terlahir keturunan. Dan ini banyak terjadi, satu hal yang ma’ruf.” (Majmu’ al-Fatawa, 19:39).

Memang sudah ada yang melakukannya sejak dulu, manusia menikah dengan jin. Tetapi sebenarnya itu tidak dibenarkan dalam Islam. Apa dalilnya, kenapa tidak boleh?

Hukum Manusia Menikah dengan Jin

Secara harfiah, manusia berbeda dengan jin. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala yang paling sempurna, hanya layak menikah dengan manusia.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)

Jadi, hukum manusia menikah dengan jin itu tidak boleh karena bertentangan dengan kodratnya. Allah sudah menentukan pernikahan makhluknya sesuai dengan jenisnya. Manusia menikah dengan manusia, jin menikah dengan jin.

Ini dalilnya:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang…” (QS. Ar-Rum: 21)

Juga tersebut dalam Surah lain:

Allah telah menjadikan pasangan untuk kalian dari jenis kalian.” (QS. An-Nahl: 72)

Kesimpulannya, manusia menikah dengan jin itu tidak boleh. Apapun alasannya. Lagi pula, untuk apa sih menikah dengan jin, memangnya sudah tidak ada manusia cantik dan tampan yang bisa dinikahi?

Silakan share

 

Cara Sunat Pada Wanita

cara sunat pada wanita, hukum sunat wanita, khitan bayi perempuan

Khitan atau ramai dikenal dengan sebutan sunat di Indonesia merupakan hal yang lumrah dan biasa. Mungkin penyebabnya adalah karena sunat merupakan syariat di dalam agama Islam. Akan tetapi yang umum dilakukan pada laki-laki. Pada pelaksanaannya, setiap daerah mempunyai tradisi yang berbeda-beda.

Jika pada laki-laki hukumnya wajib disunat, pada perempuan ini ternyata ada lho aturannya dalam Islam. Hukum sunat dalam Islam adalah sunnah. Berikut ini hadits yang mendasari adanya khitan dalam Islam:

“Apabila bertemu dua khitan, maka wajib mandi“ (H.R. Tirmidzi 108, shahih)

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan bahwa hadits diatas menunjukkan adanya syariat khitan pada anak perempuan dan laki-laki. Hadits lain yang mengamini syariat khitan pada wanita:

“Apabila seseorang laki-laki berada di empat cabang wanita (bersetubuh dengan wanita)  dan khitan menyentuh khitan, maka wajib mandi“ (H.R. Bukhari I/291, Muslim 349)

Sunat Pada Wanita Menurut Medis

Sebenarnya khitan pada wanita ini tidak hanya dibahas dalam perspektif agama, melainkan juga dalam dunia medis. Sama, di dunia kedokteran, sunat pada wanita juga menjadi polemik. Oiya, dalam dunia medis, khitan atau sunat ini disebut sirkumsisi.

Pada tahun 2014 dikeluarkan peraturan kementrian kesehatan tentang khitan pada perempuan pelaksanaannya tidak berdasarkan indikasi medis. Akan tetapi karena masih banyak dilakukan di Indonesia, Kemenkes hanya menghimbau agar cara khitan pada wanita harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan objek yang disunat.

Disisi lain, seorang dokter kandungan perempuan bernama dr. Valleria Sp.OG menjelaskan bahwa sebenarnya cara sunat pada wanita itu sederhana. Saat ditemui di hotel Puri di Denpasar dalam acara “Manfaat Khitan Perempuan dalam Tinjauan Medis, Hukum dan Syari’at” pada 25 April 2018. Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI.

Jadi, intinya, kembali pada tradisi dan agama masing-masing. Hanya saja, pada tata pelaksanaannya harus memperhatikan kesehatan dan keselamatannya.

Cara Sunat Pada Wanita

Nah, sekarang membahas tentang cara sunat pada wanita. Memang agak ngilu saat membaca ini, tapi ini pengetahuan yang penting. Sunat pada wanita ini sebenarnya bagian apanya yang disunat?

Dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu:

“Apabila Engkau mengkhitan wanita, sisakanlah sedikit dan jangan potong (bagian kulit klitoris) semuanya, karena itu lebih bisa membuat ceria wajah dan lebih disenangi oleh suami“ [H.R. Al Khatib dalam Tarikh 5/327]

dr. Valleria telah menyebutkan langkah-langkahnya, tapi ingat, hanya boleh dilakukan oleh profesional saja.

“Ada pinset, dibuka (bagian klitoris), dengan jarum suntik steril ujungnya tajam ditoreh ke atas. Bahkan prosedur begini tidak ada pendarahan. Apalagi bayi, rata-rata bayi belum ada pembuluh darah besar, kalaupun ada darah, tinggal dipencet kasa, pendarahan berhenti.” kata dia.

Jadi yang sunat bukan pada bagian klitoris sebagaimana yang kebanyakan orang sangka. Meski demikian, kembali kepada Anda. Mau mengkhitankan anaknya yang perempuan atau tidak yang jelas harus memperhatikan keselamatannya.

 

Profesor Jepang ini Masuk Islam Karena Zam-Zam

Zam-zam merupakan salah satu keajaiban yang dimiliki oleh umat muslim. Sebab, sebagaimana kita ketahui, air yang keluar sejak zaman nabi Ismail ini tidak habis meskipun diambil jutaan orang dari seluruh penjuru dunia. Masya Allah. Bukan hanya tak pernah habis, air zam-zam juga memiliki keutamaan bagi yang meminumnya.

Sebagaimana tercantum dalam kitab Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qayyim rahimahullah, bahwa Rasulullah telah bersabda:

Keunikan dan keutamaan air zam-zam inilah yang menyebabkan banyak orang non muslim beriman, salah satunya adalah Profesor Masaru Emoto dari Jepang.

Siapa Profesor Masaru Emoto?

Beliau adalah seorang peneliti di Hado Institute di Tokyo Jepang. Pria yang lahir pada tanggal 22 Juli 1943 ini sudah sejak lama, tahun 2003 meneliti tentang sifat air. Dalam penelitiannya, ia mengungkapkan bahwa ada hal aneh pada partikel molekul air. Air akan berubah molekulnya tergantung perasaan manusia di sekelilingnya.

Dari air yang diambilnya diberbagai belahan dunia inilah yang menghantarkan Profesor Emoto juga akhirnya meneliti air zam-zam.

Kisah Masuk Islamnya Profesor Jepang karena Air Zam-zam

Dalam sebuah penelitiannya, Masaru Emoto menemukan keanehan pada perubahan molekul air. Sampel air yang digunakan dari Pulau Honshu yang didoakan mengikuti tradisi agama Shinto, lalu didinginkan hingga -5ºc. Melalui mikroskop elektron dan kamera canggih, Emoto menemukan bahwa molekul air tersebut membentuk segi enam yang indah.

Ujicoba lalu dilakukan kembali dengan air yang sama, tapi kali ini dibacakan kalimat “arigato”, yang dalam bahasa Jepang artinya terimakasih. Hasilnya molekul air membentuk keindahan yang sama. Begitu juga ketika diujicoba dengan menempelkan tulisan arigato di botol air tersebut.

Namun, setelah tulisan yang tertempel di botol diganti dengan kata “syaitan”, molekul air berubah menjadi lebih buruk. Begitupun saat diputarkan musik Symphony Mozart, kristal air berbentuk bunga. Ketika diganti musik heavy metal, kristal air langsung hancur.

Dalam bukunya, “The Hidden Message”, ia menguraikan bahwa air mempunyai sifat dapat merekam pesa seperti kepingan CD, berbentuk pipih tapi bisa menampilkan foto atau video.

Setelah berkeliling dunia, melakukan percobaan seperti itu di Swis, Berlin, Perancis, Palestina, ia diundang ke markas PBB dan menyampaikan hasilnya para bulan Maret 2005.

Lalu, pada saat beliau melakukan seminar yang dihadiri pengunjung non muslim, ia menunjukkan salah satu hasil foto molekul air. Bentuknya begitu indah, kristal yang bercabang-cabang dan berkilauan, lalu ia bertanya kepada peserta seminar.

Tidak ada satupun yang menjawab, semuanya senyap. Lalu ada satu orang yang berdiri, itu molekul air zam-zam, air yang paling mulia. Beliau mengangguk, mengaminkan orang tersebut.

Keutamaan Air Zam-zam dalam Islam

Sebagaimana hadits yang sudah saya salin diatas, bahwa air zam-zam merupakan air yang penuh keutamaan. Siapapun yang meminumnya, maka akan dikabulkan sesuai niat masing-masing. Sebagaimana dikisahkan, dahulu para sahabat Rasulullah hanya meminum air zam-zam selama berhari-hari dan tidak makan. Tapi mereka kuat-kuat, siap berperang kapanpun, masya Allah.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang masih memberi kita hidayah sehingga masih dijalan agama Islam yang lurus ini. Membaca kisah profesor di Jepang yang mualaf ini semoga membuat kita bertambah syukur. Apalagi yang dilahirkan di keluarga muslim.

Silakan share di media sosial, semoga menjadi pelajaran kepada siapapun.

Kisah Abu Hurairah Kelaparan Saat Menuntut Ilmu

Jamaah sholat subuh rahimahullah, hari ini tanggal 13 Rajab 1441 H, berarti kurang lebih 47 hari lagi kita akan kedatangan tamu agung, bulan ramadan.

Tapi pada kesempatan kali ini bukan bulan ramadan yang saya ingin bahas, melainkan sebuah doa yang Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam panjatkan setiap hari. Setelah sholat subuh, beliau berdoa:

doa rasulullah

Ini doa selalu dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sebagaimana yang kita semua hafalkan dan selalu ucapkan bersama dengan dzikir pagi.

Ilmu Apa?

Ilmu yang dimaksud dalam hadits adalah ilmu agama, ilmu syar’i. Bukan berarti kita tidak boleh belajar ilmu dunia, boleh. Bahkan di sekolah-sekolah sejak dulu yang diajarkan lebih banyak ilmu dunia daripada ilmu agama.

Padahal ilmu dunia paling kita hanya butuhkan selama 60 tahun, setelah itu? kita akan hidup jauuuhhh lebih lama di alam kubur dan alam lainnya yang tiada ujung.

Artinya, kita hanya butuh mempelajari ilmu untuk hidup 60 tahun atau mungkin 100 tahun, hingga maut menjemput. Tapi untuk hidup setelah kematian, berapa lama kita butuh mempelajari ilmunya?

Nabi kita saja, shallallahu’alaihi wa sallam, beliau sudah 1430 tahun yang lalu dikuburan. Belum lagi setelah itu. Untuk menghadapi kehidupan setelah kematian itu, kita justru memerlukan ilmu yang lebih banyak. Yaitu ilmu apa? ILMU AGAMA!

Apakah kita mau berfikir hanya untuk kehidupan yang 70 tahun, kita tidak mau berfikir ketika dikubur nanti apa yang harus dilakukan. Orang belajar bagaimana membuat rumah di dunia, tapi tidak pernah berfikir bagaimana caranya memiliki kuburan yang luasnya sepanjang mata memandang. Ada caranya! tapi ilmunya bukan ilmu dunia, melainkan ilmu agama.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

doa kebaikan di dunia

Semua ilmu yang bermanfaat, kita pelajari, tapi jangan lupa ilmu agama yang akan mengantarkan kita dalam kehidupan yang panjang.

Ilmu umum itu ada yang fardhu kifayah, misalnya dokter. Apa perlu semua orang jadi dokter? tidak. Kalau sudah ada yang mempelajari, kita tidak perlu mempelajari lagi. Sedangkan ilmu agama, semuanya wajib mempelajarinya. Bukan berarti harus jadi ustadz, tapi yang kita pelajari ilmu agama untuk diri kita sendiri.

Misalnya ilmu tentang sholat, wajib dipelajari karena berkaitan dengan apa yang akan kita amalkan. Kalau kita tidak mengetahui ilmunya maka kita akan berdosa. Sebagaimana hadits riwayat Thabrani ini:

Dan diantara ilmu yang wajib, kita perlu mempelajari ilmu tentang Allah subhanahu wa ta’ala. Sebab pertanyaan pertama yang akan kita temui di alam barzah, man rabbuka! Siapa rabbmu, siapa yang engkau sembah, kita semua setiap hari sholat itu untuk beribadah kepada siapa?

Maka kita khususkan waktu untuk mengaji, mempelajari agama, mendatangi masjid dan mushola seperti kita sekarang ini.

Keutamaan Mempelajari Ilmu Agama

Didoakan Malaikat hingga ikan di laut…

Diturunkan ketenangan…

Potret Kesungguhan Para Sahabat Menuntu Ilmu

1 Hadits = 1 Bulan

Jabir bin Abdillah -radhiyallahu anhu- mengatakan:

Telah sampai kepadaku dari seseorang bahwa ada seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang mendengar sebuah hadits yang aku telah mendengar hadits tersebut dari Rasulullah.

Akan tetapi aku belum pernah mendengarkannya dari jalur sahabat tersebut. Maka aku pun membeli unta dan ku siapkan untuk perjalanan ku. Kemudian aku melakukan perjalanan selama satu bulan, hingga aku tiba di negeri Syam.

Di sana ada seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Unais Al Anshari. Jabir bin Abdillah lalu mengutus seseorang untuk menemui Abdullah Bin unais dan mengatakan bahwa Jabir telah berada di depan pintu. Setelah menemui Abdullah Bin unais utusan tersebut kemudian kembali kepada Jabir dan bertanya: “Apakah anda Jabir bin Abdillah ?

Jabir menjawab: “Benar”.

Utusan tersebut kembali menemui Abdullah bin unais, kemudian Abdullah keluar lalu memelukku.

Jabir bin Abdillah berkata:

“Ada sebuah hadits yang telah sampai kepadaku namun aku mendengar bahwa engkau mendengarnya pula dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada suatu malam yang gelap. sedangkan aku tidak mendengarnya dikala itu. Karena aku khawatir jangan-jangan aku meninggal atau engkau meninggal sebelum aku mendengar hadits tersebut darimu”.

(Ma’alim Fii ThariqThalabil Ilmi: 14 yang dinukil dari kitab Ar Rihlah Fii Thabil Hadits karya Khatib al Baghdadi hal. 110)

Kisah Abu Hurairah Kelaparan Saat Menuntut Ilmu

Abu Hurairah di suatu hari telah mengikat dengan keras perutnya dengan batu agar tidak terasa lapar yang menusuk, demi mendapatkan makanan, beliau duduk di jalan yang biasa di lewati oleh para sahabat.

Tak lama berselang lewatlah Sahabat yang mulia Abu Bakar Radhiallahu Anhu di hadapan Abu Hurairah, maka langsung Abu Hurairah menghampiri Abu Bakar bertanya-tanya tentang masalah agama, namun di dalam pertanyaan tersebut Abu Hurairah berharap pertanyaan yang ia layangkan dapat membawanya diundang makan bersama Abu Bakar, namun tidak seperti yang di harapkan, lalu berpisahlah mereka berdua.

Kemudian lewatlah Al Faruq Umar bin KhattabRadhiallahu Anhu , maka Abu HurairahRadhiallahu Anhu  melakukan apa yang ia lakukan bersama Abu Bakar dengan harapan yang sama, namun tidak juga seperti yang di harapkan. Kedua sahabat yang mulia itu tidak mengetahui maksud dari Abu Hurairah.

Berikutnya, lewatlah manusia yang paling mulia RasulullahShallahu Alaihi wa Sallam , melihat Abu Hurairah yang sedang duduk-duduk di jalan, Rasulullah mengetahui bahwa sahabatnya itu sedang kelaparan, lalu Rasulullah memanggil Abu Hurairah untuk datang kerumahnya, ternyata di dapati di dalam rumah Rasulullah hadiah berupa satu bejana susu. Kemudian RasulullahShallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Abu hurairah panggilah para ahli suffah”. Mendengar perintah tersebut abu hurairah pergi memanggil ahli suffah sambil berkata dalam hatinya, “kenapa tidak saya dikasih minum dulu, jika telah datang ahlu suffah maka akan habis susu itu, tapi biarlah kelaparan ku ini tak menghalangi ku untuk taat kepada Allah dan RasulNya”.

Datanglah Ahlu Suffah dengan perasaan senang menyambut panggilan, begitu mereka duduk, Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan Abu Hurairah untuk menuangkan kepada setiap ahlu suffah susu tersebut sampai semua kenyang. Maka tak tersisa lagi yang kelaparan pada saat itu kecuali Abu Hurairah dan Rasulullah, kemudian Rasulullah senyum sambil melihat bejana susu lalu melihat kepada Abu Hurairah yang kelaparan,

“ wahai Abu hurairah tinggal tersisa aku dan kamu”,

Abu Hurairah menjawab, “benar wahai Rasulullah”,

Rasulullah berkata, “minumlah

Abu Hurairah berkata, dan akupun langsung meminumnya, dan tidaklah Rasulullah memerintahkan ku untuk terus meminum susu tersebut sampai aku tidak mendapatkan ruang kosong dalam lambungku, setelah aku kenyang barulah Rasulullah meminum susunya