Doa Agar Dicintai Allah

Siapa makhluk di alam semesta ini yang tak butuh cinta dari sang pencipta, Allah Subhanahu wa ta’ala. Masya Allah, kalau sudah mendapat cinta dari-Nya niscaya keberkahan dalam segala hal akan kita dapatkan.

Siapa yang dicintai oleh Allah, berarti dia mendapat ridho dari Allah. Siapa yang mendapat ridho dari-Nya insya Allah surga ganjarannya. Sebagaimana dalam sebuah hadit disampaikan bahwa seseorang akan masuk surga bukan dari amalnya, melainkan siapa saja yang di ridhoi-Nya.

Doa Agar Mendapat Cinta dari Allah

Mari perbanyak doa ini agar setiap langkah dalam kehidupan di dunia ini mendapat keberkahan. Tentunya kalau sudah berkah, dunia ini menjadi kecil dan ringan menjalaninya.

Selain berdoa tentu ada hal-hal yang harus kita lakukan sebagai hamba Allah yaitu selalu melakukan perintah dan larangan yang telah ditetapkan. Semaksimal mungkin menjalani apa yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Seberapa Cepat Kita Hidup?

Ini materi kultum buat subuhan, disimpen disini biar gampang. Sekalian update blog 😀

Jamaah sholat subuh rahimanii wa rahiimakumullah. Pernahkah kita berpikir kita ini hidup di dunia akan seberapa lama?

Sedangkan kita semua sama-sama mengetahui bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar

كُنْ في الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيبٌ ، أَو عَابِرُ سَبيلٍ

Jadilah kamu di dunia seperti halnya orang asing atau orang yang sekedar numpang lewat/musafir” (HR. Bukhari)

Sebagai seorang musafir, tentu kita semua tahu bahwa dunia ini bukan tempat tinggal abadi, hanya tempat mampir.

Pertanyaannya, seberapa lama kita menjadi musafir yang mampir minum di dunia?

Secara umum, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi tahu kepada kita semua, tentang seberapa lama kita hidup.

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah: 4236)

Kita tahu bersama bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga hanya berusia 63 tahun.

60 tahun itu panjang atau pendek bapak ibu?

Jawabannya, lama atau sebentar itu RELATIF… ya ^^

Tapi tidak ada kata relatif jika berkaitan dengan syariat islam, sebagaimana telah Allah sebutkan dalam firman-Nya (Surat Al-Mu’minun Ayat 112-114)

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ

Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”.

قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”

Jadi jawabannya sebentar atau lama??

Sebentar….

usia manusia

Bahkan lebih sebentar daripada yang kita kira

Buktinya, coba buka QS Alhajj ayat 47

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

Dalam ayat lain disebutkan bahwa dalam sehari sama dengan LIMA PULUH RIBU TAHUN

فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Subhanallah….

Jikalau sehari di akhirat lamanya 1000 tahun di dunia, maka dalam 1 jam di akhirat sama dengan 1000 : 24 = berapa?

41,6 tahun

Itu artinya, kita hanya hidup 1,5 jam saja menurut perhitungan waktu diakhirat. Itupun kalau saja usia kita mencapai 63 tahun

Bagaimana jika sebenarnya waktu diakhirat 50.000 tahun waktu di dunia

PADAHAL…

Bukan 1 atau 2 jam saja kita akan berada di akhirat, tapi SELAMANYA!

Lalu apa yang sudah kita persiapkan untuk menuju kampung akhirat yang selamanya hanya dalam waktu satu setengah jam?

Beruntungnya Umat Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam

Coba kita bayangkan, ketika seseorang hendak pergi umroh dan haji, berapa lama persiapannya?

1,5 jam?

Gak mungkin, paling tidak berhari-hari, mulai manasik, mengurus paspor, dan lain-lain. Dan itu memakan waktu berhari-hari. Padahal orang tersebut hanya akan berada di sana seminggu – 2 minggu.

Lalu bagaimana caranya kita beramal dalam waktu 1,5 jam untuk bekal ke kampung halaman abadi untuk menuju surga?

Alhamdulillahnya, kita adalah umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diberikan banyak kemudahan beramal dengan pahala besar. Hanya perkara mau atau tidak.

Misalnya:

  • Yang sebentar lagi kita akan jumpai, bulan ramadhan, yang di dalamnya ada dimana ketika kita beramal pahalanya seperti pahala 1000 bulan lamanya.
  • Sholat sunnah fajar, yang hanya 2 rakaat tapi pahalanya seisi dunia
  • Duduk mengingat Allah di masjid menunggu waktu syuruq lalu sholay 2 rakaat yang berpahala seperti ibadah haji dan umroh
  • Dan amalan-amalan lainnya yang berpahala besar atas rahmat Allah subhanahu wa ta’ala

Semua amalan dengan segala keutamaannya bisa kita kerjakan semaksimal dan semampu kita. Sehingga waktu 1,5 jam yang kita punya ini benar-benar maksimal untuk mencari bekal menuju akhirat.

====

Salah satu amalan yang berpahala besar, mudah dilakukan tapi banyak orang melalaikannya adalah dzikir

Bagaimana gak berpahala besar, cuma mengucapkan astaghfirullah wa atuubu ilaih 100x setiap pagi hingga sore hari, dosa sebanyak buih di lautan diampuni

Dan masih banyak lagi dzikir-dzikir dengan pahala besar

Kita bisa mengamalkan dzikir pagi dan petang setiap harinya dengan ikhlas semata mengharap ridho Allah, karena dzikir pagi dan petang itu dianjurkan

Coba buka Surah Qaf ayat 39

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ 

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).

=====

Beberapa waktu lalu, saya pernah menyampaikan disini mengenai dzikir pagi dan petang, apa sudah hafal sekarang?

Mau mengamalkannya sekarang?

Cara Mandi Nifas setelah Melahirkan

Melahirkan merupakan fitrah seorang wanita. Adapun bagi yang belum diberi kesempatan untuk hamil dan melahirkan, maka tetaplah bersyukur dan jangan berhenti meminta kepada sang penguasa, Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam Islam, seorang wanita yang baru melahirkan tidak boleh melakukan ibadah secara fisik. Misalnya, sholat, haji, dan sebagainya. Tidak lain karena setelah melahirkan wanita dalam kondisi nifas. Dimana hukum dari nifas sama dengan haid, sama-sama mengeluarkan darah kotor.

Oiya, satu lagi yang penting. Banyak yang bertanya juga mengenai sama kah nifas antara seseorang yang melahirkan secara normal ataupun caesar menurut Islam. Jawabannya adalah sama hukumnya.

Masa Nifas

Sebelum membahas tentang tata cara mandi setelah selesai nifas, sebaiknya kita harus ketahui dulu berapa lama masa nifas seorang wanita setelah melahirkan menurut Islam.

Lama waktu nifas itu berbeda setiap wanita, tetapi dalam Islam ada batasan maksimalnya yaitu 40 hari. Jika sebelum itu sudah berhenti maka sudah bisa mandi nifas atau mandi junub. Tapi kalau hanya 24 jam sudah berhenti maka tidak boleh langsung mandi.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata, “Kaum wanita yang nifas tidak shalat pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama empat puluh hari.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi. Hadits hasan shahih)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/388-hukum-seputar-darah-wanita-darah-nifas.html

Tapi pas hari ke 40 ternyata jatuh pada waktu kebiasaan wanita tersebut haid sebelum hamil maka ditunggu hingga kebiasaan haid sebelumnya selesai. Misalnya, sebelum hamil biasanya haid selama 7 hari berarti kita tunggu darahnya berhenti ketika 40 + 7 hari.

Selebihnya para ulama mengatakan hukumnya seperti darah istihadhoh. Dalam kondisi ini seseorang bisa melakukan ibadah apapun.

Tata Cara Mandi Nifas

Haid dan nifas dihukumi sama, jadi mandi nifas sama dengan mandi setelah haid. Sama juga hukumnya dengan mandi setelah berhubungan badan atau mimpi basah.

Ada dua riwayat shahih mengenai tata cara mandi junub, yang pertama seperti di atas. Secara singkat seperti ini:

  • Cuci tangan
  • Wudhu sempurna
  • Menyela-nyela kulit kepala dengan jari yang sudah basah
  • Menyiram kepala 3 kali
  • Mengguyur ke seluruh tubuh

Riwayat yang kedua secara singkat seperti ini:

  • Cuci tangan
  • Cuci kemaluan dengan sabun
  • Wudhu sampai kepala (tidak dengan sampai membasuh kaki)
  • Menyiram air ke seluruh badan dari anggota badan kanan
  • Cuci kedua kaki di akhir mandi

Mandi junub itu membersihkan hadats besar, sedangkan wudhu membersihkan hadats kecil. Sehingga setelah mandi junub, kita tidak lagi wudhu untuk melakukan ibadah.

Demikian secara ringkas tentang cara mandi nifas menurut Islam. Jangan lupa share untuk menyimpannya agar tidak lupa. Semoga bermanfaat.

Beginilah Olahraga Anjuran dari Nabi Muhammad

Olahraga menjadi aktivitas yang wajib dikerjakan seseorang ketika menginginkan kesehatan. Setidaknya dalam sepekan, luangkan waktu berolahraga sehari saat libur kerja. Olahraga juga membuat otak menjadi refresh sekaligus sarana hiburan.

Terlihat ada kondisi kontras antara usia seseorang dengan kecenderungan terhadap olahraga. Meski tidak sedikit orang yang usianya tidak muda lagi tetap rutin berolahraga. Tapi tetap saja perbandingannya jauh lebih banyak yang muda karena masih memiliki fisik bagus.

Karena itu, olahraga pada generasi muda menempati posisi dan penerimaan tersendiri yang berbeda pada kaum tua. Begitu juga yang terjadi pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Lantas bagaimana bentuk olahraga pada generasi muda sahabat.

Beginilah olahraga anjuran dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

olahraga anjuran nabi, olahraga yang dianjurkan nabi

Para Sahabat Gemari Olahraga Nabi

Suatu hari ada orang dari kaum Anshar yang jalannya cepat sekali, sampai sampai tidak ada yang bisa mendahului kecepatannya. Lalu, orang Anshar ini menantang kepada para sahabat, untuk berlomba lari dengannya menuju Madinah. Satu orang sahabat lalu berkata, “tidakkah ada orang yang kamu segani?”. Orang Anshar pun menjawab, “Tidak, kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka orang yang bertanya tersebut, meminta izin kepada Rasulullah menerima tantangan orang Anshar untuk berlomba lari. Setelah diizinkan, dengan sigap orang itu menekuk kakinya dan melompat lari. Sahabat yang menerima tantangan itu berlari dengan menghemat nafasnya, hingga sahabat dari Anshar mendahuluinya satu hingga dua bukit.

Mendekati Madinah, sahabat penerima tantangan mempercepat larinya hingga berhasil berada tepat di belakang sahabat dari Anshar. Akhirnya dia mampu mendahului sahabat dari Anshar sampai di Madinah. Kisah ini disebutkan oleh Salamah ketika meriwayatkan tentang Perang Dzi Qird.

Nabi gemar berolahraga lari, sehingga para sahabat pun menggemarinya. Hingga dalam hal apapun, jika ada kesempatan, mereka berlomba lari satu sama lain. Sebagaimana juga Rasulullah berlomba lari dengan istrinya, Aisyah radhiyallahu’anha.

Olahraga yang Dianjurkan oleh Nabi

Selain lari, inilah beberapa olahraga yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

  • Menembak

Sahabat ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu telah meriwayatkan sebuah hadits shahih yang artinya:

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkhutbah di atas mimbar. Tentang ayat ‘dan persiapkanlah bagi mereka al quwwah (kekuatan) yang kalian mampu, (QS. Al Anfal: 60)’ Rasulullah bersabda: ‘ketahuilah bahwa al quwwah itu adalah skill menembak (sampai 3 kali)’” [HR. Muslim 1917]

  • Memanah

Masih dari sahabat yang sama, ‘Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

“Barangsiapa telah diajarkan memanah dan kemudian meninggalkannyamaka dia bukan termasuk golongan ku atau maka dia telah bermaksiat (terhadap Rasulullah shallalahu ‘alayhi wa sallama)” [HR. Muslim]

  • Berkuda dan renang

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (kesia-siaan) dan permainan belaka, kecuali empat: candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang”. [HR. An-Nasa’i]

Olahraga yang tidak dibolehkan

Olahraga yang sia-sia, bahkan menimbulkan kemaksiatan semuanya dilarang. Terlebih ketika kita terlalu semangat hingga melalaikan kewajiban. Misalnya sepakbola, sebenarnya olahraga ini boleh. Tapi sebagaimana kita ketahui bahwa sepakbola telah memikat hati penggemarnya.

Bahkan seseorang lebih bisa bangun malam karena sepakbola daripada untuk beribadah, begadang, hingga sholat subuh terlewatkan. Sebelum pertandingan tayang, seseorang rela berdebat tim mana yang hebat hingga berujung emosi dan caci maki antar pendukung.

Sudah sering kita lihat di media bahkan ada penggila bola tewas karena fanatisme antar pendukung. Itu semua yang membahayakan hendaknya dihindari karena tidak dibolehkan dalam Islam. Sudah saatnya generasi muda umat ini mengkaji ulang biografi pendahulu mereka yaitu salafus sholeh. Mari kita gerakkan olahraga nabi, aqidah kuat tubuh pun sehat.

Lakukan 6 Amalan Pembuka Pintu Rezeki Ini

Rezeki memang Allah subhanahu wa ta’ala sudah mengaturnya untuk semua makhluknya. Oleh karena itu tidak kita temukan satu makhluk pun tak mendapatkan makanan sama sekali selama hidupnya. Terlebih manusia, yang Allah telah menjanjikan bahwa tidak akan mati kecuali sudah dipenuhi semua rezekinya.

Namun, sebagian dari kita merasa rezeki dari Allah tidak kita dapatkan dengan lancar. Memang ada beberapa hal yang menyebabkan rezeki kita terganjal, misalnya kurang bersyukur. Sebagaimana Allah telah menekankan hal itu dalam firman-Nya, bahwa siapa yang bersyukur akan ditambah nikmatnya dan siapa yang kufur maka adzab Allah sangat pedih. Tentu saja, itu yang menjadi faktor utama kita merasa rezekinya kurang lancar.

amal pembuka pintu rezeki, pintu rezeki, rezeki, riski, rizki, rezki

Pembuka Pintu Rezeki

Sebenarnya dalam agama ini, ada banyak amalan yang bisa kita lakukan untuk memperlancar rezeki dari Allah. Berikut ini 6 amalan pembuka pintu rezeki yang bisa kita kerjakan:

1. Istighfar

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman yang artinya, “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada tuhanmu sesungguhnya dialah yang maha pengampun, niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak anakmu, dan mengadakan ntukmu kebun kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai sungai.” [QS. Nuh: 10 – 12]

Hujan adalah rezeki, dengannya tumbuh-tumbuhan dan makhluk hidup di dunia ini bisa hidup atas izin Allah. Ayat tersebut secara gamblang dan tersurat mengabarkan kepada kita bahwa istighfar atau memohon ampun kepada Allah bisa melancarkan rezeki.

2. Menjalin Silaturahim

Silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat yang pernah putus atau terus menjalin hubungan dengan kerabat yang sudah terjalin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya dan hendaknya dia menyambung silaturahim.” [HR. Bukhari].

3. Memperbanyak Sedekah

Mungkin amalan pembuka pintu rezeki satu ini sudah banyak diketahui orang. Tapi pertanyaannya seberapa yakin dan kuat keimanan kita terhadap firman Allah ‘azza wa jalla yang tertuang dalam ayat berikut:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, “Katakanlah: Sesungguhnya tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan dialah pemberi rezeki yang sebaik sebaiknya.” [QS.Saba’: 39]

Sekali lagi, ini janji Allah yang tidak akan diingkari oleh Allah. Namun, sudahkah kita mengerjakannya?

4. Bertaqwa keada Allah subhanahu wa ta’ala

Dalam kamus umat islam, hendaknya kata “taqwa” ini berada pada cover utama. Tidak ada yang kita lakukan di dunia ini kecuali menuju ketaqwaan. Disamping itu, ada bonus yang kita dapatkan yaitu lancarnya rezeki.

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman yang artinya, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginnya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah (akan mencukupkan keperluannya).” [QS.At-Thalaq: 2-3]

5. Haji dan Umrah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Rangkaikanlah ibadah umrah dengan haji, karena keduannya menghilangkan kemuiskinan dan dosa dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” [HR. An-Nasa’i)

6. Memperbanyak Doa Meminta Rezeki

Bagaimana mungkin Allah akan memberikan rezeki yang lancar jika kita saja tidak pernah memintanya. Meminta kepada Allah caranya dengan berdoa. Berkaitan dengan rezeki, Rasulullah juga punya doa khusus yang dibaca pada waktu pagi. Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh setelah salam, beliau membaca doa berikut ini:

“Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’a, wa rizqon toyyibaa wa’amalan mutaqobbalaa.”

Artinya: ”Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain) rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” [HR. Ibnu Majah]

Demikian 6 amalan pembuka pintu rezeki yang bisa kita kerjakan dengan maksimal. Jangan lupa, seberapapun rezeki yang kita dapatkan, selalu ucap “alhamdulillah”. Juga mempergunakan rezeki dari Allah untuk jalan kebaikan.

Satu yang paling penting diingat, jangan lupa niatan awal ketika mengerjalan amalan ini murni hanya untuk beribadah kepada Allah, bukan hanya mencari dunia saja. Sebab, Allah telah memberitahukan kita bahwa barangsiapa yang menginginkan dunia, maka Allah akan memberinya dunia saja, tidak dengan akhiratnya.

Kota Ini Wajibkan Pegawainya Sholat Subuh Berjamaah

kota ini wajibkan pegawainya sholat subuh berjamaah, wajibnya sholat subuh, sholat subuh, palembang

Sholat subuh adalah salah satu sholat wajib dari sholat lima waktu yang dilakukan saat fajar sampai menjelang matahari terbit. Sholat ini merupakan sholat yang jika dilakukan dengan berjamaah, maka akan mendapatkan pahala seperti sholat semalam suntuk.

Akan tetapi banyak orang yang lalai mengerjakannya. Bagi sebagian orang, terlalu sulit untuk bangun subuh sehingga sholat ini banyak ditinggalkan. Padahal jika dikaji lebih dalam, sholat ini sangat besar pahalanya. Dan tidak akan ada orang yang rela meninggalkannya. Maka dari itu, mari berlomba lomba tunaikan sholat subuh berjamaah terutama di masjid bagi laki-laki.

Semua Pegawai Kota Ini Wajib Sholat Subuh Berjamaah

Namun, memang sangat sulit jika tidak didasari dengan kesadaran masing-masing. Meskipun sebenarnya bisa dipaksa untuk awal kali. Terlebih jika ada peraturan mengikat yang membuat kita semangat melakukan sholat berjamaah.

kota ini wajibkan pegawainya sholat subuh berjamaah, wajibnya sholat subuh, sholat subuh, palembang, pegawai pemerintah

Seperti halnya di kota satu ini yang membuat peraturan untuk semua pegawai pemerintah agar sholat berjamaah. Ya, kota ini wajibkan pegawainya sholat berjamaah. Peraturan seperti ini tentu membuat kita yang tidak terbiasa jadi terpaksa untuk pertama kalinya. Tapi akan menjadi kebiasaan yang baik seterusnya.

Kota tersebut adalah Palembang. Kota yang berada di Pulau Sumatera Indonesia ini telah mewajibkan seluruh pegawai untuk sholat subuh berjamaah. Walikota juga mengungkapkan bahwa akan ada hukuman bagi yang tidak melaksanakannya. Bahkan lebih fatal lagi, bisa dipecat.

Harnojoyo, Walikota Palembang, telah menandatangani surat edaran tentang wajibnya dua rakaat sholat subuh di masjid. Hal ini berlaku untuk semua karyawan Muslim di semua kantor pemerintah di kota Palembang. Ketentuan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Nomor 69 Tahun 2018.

Baru 30% Yang Melaksanakannya

Latar belakang dibuatnya peraturan sholat subuh berjamaah karena visi misi Walikota Palembang yang ingin mengedepankan sisi religius di kota tersebut. Memang tidak sedikit pertentangan diantara pegawai pemerintah di kota itu, tapi juga banyak yang mendukungnya.

kota ini wajibkan pegawainya sholat subuh berjamaah, wajibnya sholat subuh, sholat subuh, palembang, pegawai pemerintah, walikota palembang, harnojoyo

Sejak ditandatanganinya surat edaran wajibnya sholat berjamaah, hasil evaluasi dari Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ternyata baru 30% yang menjalankannya.

Menurut Ketua BKPSDM, Ratu Dewa, Salat Subuh berjamaah di masjid adalah langkah yang paling komunikatif untuk menyerap aspirasi warga, dibandingkan rapat formal. Dan ternyata Walkot Palembang juga tidak main-main dengan aturan satu ini.

“Jika kamu tidak mau sholat silahkan saja, saya hanya memperingatkan kepada anda jika anda ingin tetap bekerja di kota Palembang ini,” ujar Harnojoyo, Walikota Palembang.

Diluar pro dan kontra tentang peraturan ini, saya jadi teringat akan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa:

”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” [HR. Muslim]