Hukum Adzan Untuk Keberangkatan Haji

Alhamdulillah setelah sekian purnama akhirnya bisa menulis di sini lagi. Ya…. meskipun beberapa hari lagi akan hiatus lagi dan ketika akan memulai pakai pembukaan “akhirnya” lagi wkwkwk. Gak apa-apa lah ya, namanya juga blog sendiri.

Qaddarullah tadi ada pengalaman yang sedikit menarik dan akhirnya bisa sebagai bahan untuk update blog. Berawal dari ketika saya pulang mengantarkan kelapa muda ke pelanggan sekitar jam 10 pagi. Waktu itu kebetulan lagi terjebak di palang pintu kereta.

adzan

Tiba-tiba terdengar suara adzan berkumandang dari masjid dekat palang pintu kereta. Tentu saja saya panik dong, mana hari itu hari jumat lagi. Kalau adzan masih di jalan, artinya saya tidak kebagian sholat jumat #syediihh. Apalagi saat itu pakaian seadanya dengan celana pendek dan tidak membawa sarung. Alamat tidak bisa mampir di masjid andai benar-benar sudah waktu sholat.

Ternyata pas lihat handphone, masih jam 10. Saya jadi berprasangka apa pendengaranku yang salah, haha. Ternyata temanku juga mendengar suara adzan itu. Kami jadi berpikir kalau muadzinnya yang salah jam. Setelah kereta api lewat dan kami jalan mendekati masjid, ramai orang dan ada banyak wanitanya di dalam masjid.

Setelah tanya kepada petugas parkir di jalan, akhirnya saya tahu kalau itu adzan bukan penanda waktu sholat jumat. Melainkan adzan dikumandangkan untuk mengantar calon jamaah haji.

Apakah Adzan Untuk Mengantar Keberangkatan Haji Disyariatkan?

Setelah tahu yang sebenarnya terjadi, kami berdua sama-sama bingung dengan wajah penuh tanya. Apa adzan yang berkumandang untuk melepas keberangkatan calon jamaah haji itu disyariatkan dalam Islam?

Sebab saya belum pernah mendengarnya saat kajian maupun mengalaminya di kampung halaman. Begitu juga dengan teman saya yang berasal dari kota yang berbeda, dia belum pernah mengetahuinya juga.

Akhirnya sepulang Jumatan dari masjid, saya berusaha mencari kebenarannya.

Hukum Adzan Untuk Safar Haji

Banyak sekali simpang siur masalah hukum adzan untuk keberangkatan haji. Ada yang mengatakan bahwa adzan itu dianjurkan, ada juga sebaliknya. Bagaimana yang seharusnya?

Banyak yang mengatakan bahwa adzan untuk safar itu disunnahkan. Bahkan mereka berdalil dengan riwayat yang kuat, dari Imam Bukhari.

Hadits ini berasal dari sahabat Malik bin Al-Huwairits rahiyallahu’anhu yang menceritakan kisah perjalanannya bersama teman beliau untuk belajar kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Lalu nabi memberi mereka nasihat berikut:

أَتَى رَجُلاَنِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يُرِيدَانِ السَّفَرَ فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِذَا أَنْتُمَا خَرَجْتُمَا فَأَذِّنَا ثُمَّ أَقِيمَا ثُمَّ لِيَؤُمَّكُمَا أَكْبَرُكُمَا

Telah datang dua orang laki-laki (maksudnya sahabat Malik dan temannya) kepada nabi, mereka ingin pergi safar, maka nabi bersabda:

“Jika kalian berdua keluar, maka kumandangkanlah azan lalu iqomah, lalu yang paling tua di antara kalian hendaknya menjadi imam.” (HR. Bukhari no. 630)

Akan tetapi perintah nabi untuk adzan itu konteksnya bukan pada safarnya, tapi adzan untuk melaksanakan sholat.

Hadits kedua yang dijadikan dasar adzan untuk oran safar adalah hadits dari Bunda Aisyah radhiyallahu’anha yang menceritakan kisah perjalanannya bersama nabi untuk melaksanakan haji wada. Beliau bersabda:

“Kemudian beliau mengadzankan kepada para sahabatnya untuk berangkat. Kemudian beliau keluar, lalu melewati Ka’bah dan beliau thawaf Wada’ sebelum subuh. Kemudian beliau pulang ke Madinah.” [HR. Muslim 1211]

Namun sekali lagi, kalimat adzan pada hadits tersebut maksudnya adalah mengumumkan, bukan adzan seperti halnya adzan penanda waktu sholat.

Ada satu lagi, dalil disyariatkannya adzan saat hendak pergi haji ada di kitab Shahih Ibnu Hibban, juz II, hal 36. Lagi-lagi terjadi kejanggalan. Saya berusaha mencarinya dalam kitab tersebut, tapi tidak menemukan jawabannya. Mungkin karena keterbatasan pengetahuan saya.

Kesimpulan

Jadi, kesimpulannya bagaimana dengan adzan ketika seseorang hendak berangkat haji, boleh atau tidak?

Karena tidak ada dalil yang menjelaskan dianjurkannya secara pasti, saya tetap beranggapan bahwa adzan ketika hendak pergi haji itu tidak dianjurkan. Kalau ada yang melakukannya, ya terserah mereka yang melakukannya. Kalau ada dalil lain, boleh kita berdiskusi di kolom komentar ya ^^

Banyak yang melakukannya belum tentu benar, sebaliknya, sedikit yang melakukan belum tentu salah. Semua kembali kepada Alquran dan sunnah nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Kita selalu memohon taufiq dan pertolongan Allah agar bisa beribadah dan terus memperbagus ibadan serta amal kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.