Lutut Keropos Karena Sering Onani?

Diposting pada

lutut kopong, lutut keropos, lutut keropos karena onani

Kata orang, lutut keropos karena onani, benarkah pernyataan itu?

Lutut merupakan salah satu bagian tubuh kita yang kerjanya sangat berat. Lutut menopang seluruh bagian tubuh dari kepala, makanya wajar jika semakin lama kinerjanya semakin kurang baik.

Dengkul terasa sering nyeri, orang menyebutnya dengan lutut keropos. Orang-orang juga biasa menyebutnya lutut kopong. Menariknya ada anggapan yang beredar di masyarakat sejak dahulu bahwa lutut keropos itu karena sering masturbasi. Benarkah demikian?

Kondisi seperti itu bisa terjadi pada siapapun, akan tetapi lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut. Makanya jika ada anak muda yang sering sakit pada lututnya mereka menganggap bahwa itu penyebabnya karena sering onani.

Lutut Keropos Karena Onani, Mitos atau Fakta?

Pertama kita harus tahu, onani itu merupakan proses mengeluarkan sperma atau bisa kita kenal dengan masturbasi. Sperma dan tulang itu tidak ada hubungannya, bukan berarti sperma itu bagian dari tulang sehingga ketika cairan itu keluar maka tulang lutut menjadi keropos.

Tidak hanya terjadi pada lutut, tulang keropos dalam bahasa medis adalah osteoporosis. Lutut keropos karena onani itu hanya mitos. Sebenarnya yang dimaksud keropos itu, tulang kehilangan kepadatannnya karena kemampuan metabolisme kalsium tubuh manusia semakin menurun.

Hal ini disebabkan karena proses penuaan dan kurangnya nutrisi yang baik untuk kebutuhan tulang. Salah satu nutrisi untuk kebutuhan tulang adalah vitamin D dan kalsium.

Jika sudah terjadi pada Anda, hendaknya konsultasikan pada dokter ahli. Nanti dokter akan memberikan suplemen yang bisa bermanfaat untuk kesehatan tulang.

Jadi sekarang jika ada orang yang mengatakan bahwa tulang keropos karena sering onani, maka bisa menyangkalnya dengn percaya diri.

Semoga bermanfaat, silakan share…

Gambar Gravatar
Seorang pria asal Pekalongan yang gemar menulis dan sekarang belajar berbisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.