Puasa Tapi Tidak Sholat, Apa Sah?

“Puasa tapi tidak sholat”, kalimat itu sering kali saya dengar atau lihat di media sosial. Menyambut bulan ramadan 2022 tahun ini pun pertanyaan semacam itu selalu bersliweran. Ada yang mau mencari jawaban dengan sungguh-sungguh, ada juga yang hanya sebagai referensi saja kalau ditanyai temen.

Hmm, saya menulis ini bukan sebagai seorang ustadz atau orang yang paham betul mengenai agama. Saya hanya sharing saja, tapi insya Allah dibarengi dengan menukil suatu hadits atau dalil yang shahih.

Pengalaman Tidak Sholat tapi Puasa

Pada tahun 2009 kira-kira, saya kaget, ada seorang teman yang (mohon maaf) tidak pernah melakukan sholat 5 waktu. Meskipun sudah dinasehati oleh banyak orang. Terutama oleh bos kami. Ketika disuruh sholat, dia hanya menghindar saja, seolah melaksanakannya, padahal saya melihatnya tidak sholat.

Jangankan sholat 5 waktu, sholat jum’at pun dia tinggalkan, naudzubillah.

Tapi itu dulu, masya Allah beberapa tahun kemudian dia sudah tobat dan sholat 5 waktu tanpa bolong. Saya jadi terharu mengingatnya, meski sekarang sudah tidak tahu dimana beliau berada. Semoga Allah menjaganya hingga akhir hayat.

puasa tapi tidak sholat

Nah, poinnya yang ingin saya sampaikan bahwa teman saya itu kalau disuruh sholat tak pernah menggubris. Tapi ketika bulan ramadan tiba, dia ikut puasa dan full. Herannya, dia kok bisa ya, dengan effort yang lebih besar daripada sholat, malah dilakukan. Tapi yang “cuman” 5 menit sholat ditinggalkan.

Hukum Puasa tapi Tidak Sholat

Sholat adalah ibadah yang agung. Perintah sholat di dalam syariat ini sudah tidak perlu dicari lagi, buanyaaaakk! Salah satunya yang tercantum dalam Alquran:

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِين

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” [QS. Al-Baqarah: 43]

Sebenarnya tidak perlu dijelaskan lagi, kita hafal rukun islam sejak SD. Di dalam rukun islam, terdapat perintah sholat, maka itu sudah cukup membuktikan bahwa sholat itu wajib dilakukan oleh setiap muslim di seluruh dunia.

Tapi ada sebuah hadits yang membuat kita semakin jelas, bagaimana kedudukan sholat bagi umat islam. Semoga hadits ini bisa menjadi cambukan bagi kita yang masih bolong sholatnya.

Dari Abdullah bin Buraidah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ العَهدَ الذي بيننا وبينهم الصَّلاةُ، فمَن تَرَكها فقدْ كَفَرَ

“Sesungguhnya perjanjian antara kita dan mereka (kaum musyrikin) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir” [HR. At Tirmidzi no. 2621]

Dari dalil diatas sudah jelas sekali, dengan sejelas-jelasnya bahwa orang yang meninggalkan sholat itu telah kafir. Ini bagi orang yang mengingkari sholat secara mutlak. Tapi ada beberapa pendapat ulama yang menyebutkan hukumnya jika sholat karena malas-malasan. Insya Allah lain waktu saya akan menuliskannya.

Artinya secara logika awam saja sudah bisa kita simpulkan, bahwa orang yang puasa tapi tidak sholat maka puasanya tidak sah. Artinya, kita hanya mendapat lapar dan haus saja selama seharian. Oleh karena itu, berpuasalah, tapi tetap sholat.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.