Cara Memilih Kelapa Muda

cara memilih kelapa muda

Kelapa muda, atau biasa orang menyebutnya “degan” merupakan buah yang banyak peminatnya. Kombinasi kesegaran dari air kelapanya dengan daging buahnya sungguh nikmat. Apalagi kelapa muda sangat fleksibel untuk digabungkan menjadi menu lain.

Selain itu, harga kelapa muda juga ramah dikantong. Satu butir harganya berkisar antara 8 ribu hingga 15 ribuan, itu jika Anda membeli di penjual pinggir jalan. Kalau di mall beda lagi, bahkan ada yang sampai puluhan ribu per butirnya.

Namun, tidak semua penjual kelapa muda bisa memilihkan kelapa muda yang pas. Kalau Anda penggemar kelapa muda pinggir jalan, pasti sesekali pernah mendapati penjual yang seperti itu. Memberikan kelapa muda, tapi daging buahnya sudah terlalu keras, atau malah tanpa isi, hanya air kelapa saja.

Biasanya itu terjadi, pada penjual kelapa muda yang belum lama berjualan. Ataupun yang hanya punya stok sedikit. Tapi sebenarnya kita sendiri bisa lho, memilih mana kelapa muda yang pas. Tidak terlalu muda, dan tidak terlalu tua.

Cara Memilih Kelapa Muda yang Enak

Cara memilih kelapa muda dengan daging buah yang empuk ini bisa Anda praktikkan ketika ingin membelinya. Boleh mencobanya hanya untuk memvalidasi, apakah tulisan ini benar atau tidak, hehe.

Berdasarkan pengalaman beberapa bulan jualan kelapa muda, insya Allah saya sudah semakin terbiasa dan bisa membedakannya. Awalnya juga hanya kira-kira saja, tapi lama kelamaan apal juga.

Sebelum Anda mulai memilih, sebaiknya perlu perhatikan bahwa ada 3 keadaan atau tipe kelapa muda yang ada pada penjual pinggir jalan.

Pertama, tipe yang hanya berisi air kelapa, tanpa daging buah. Daging yang masih berupa lendir tergolong sebagai tipe pertama ini.

Kedua, tipe yang ada airnya, juga berisi daging buahnya. Daging buah yang dimaksud bertekstur empuk. Kalau kita kerok memakai sendok masih bisa. Biasanya kalau dipegang masih licin.

Ketiga, tipe kelapa muda untuk es degan. Ini tipe yang daging buahnya agak keras. Penjual es lebih memilih tipe yang ini karena daging buahnya bisa menjadi banyak. Tapi konsumen rumahan untuk konsimsi pribadi, pasti tidak bakal suka.

Berikut cara memilih kelapa muda yang benar:

1. Tepuk menggunakan telapak tangan

Kelapa muda tidak bisa dilihat dengan hanya menerawang seperti telur, tapi hanya bisa ditepuk-tepuk saja. Tak perlu keras, hanya sekedarnya saja.

2. Rasakan bunyi dan teksturnya

Ya memang semua kulit kelapa muda itu keras, tapi antara kelapa muda yang hanya isi air tanpa daging buah dengan kelapa muda yang sudah agak tua itu berbeda. Semakin tua, maka akan terasa semakin keras.

Kalau Anda bisa memperhatikan, bunyi kelapa muda yang hanya berisi air kurang lebih sama dengan bunyi buah semangka.

3. Jangan terkecoh dengan kondisi kulit kelapa

Kulit kelapa muda tidak menjamin sama seperti kondisi dalamnya. Memang kita bisa saja melihat seberapa muda kelapa itu dari kulitnya, tapi tidak selalu benar. Kulit kelapa yang terlihat mulus dengan warna muda, belum tentu dalamnya juga muda.

Keakuratan memilih kelapa muda memang semakin baik jika semakin sering Anda lakukan sendiri. Iseng-iseng saja, coba nanti kalau pas beli kelapa muda.

Demikian beberapa tips cara memilih kelapa muda yang isinya pas dan enak. Semoga bisa bermanfaat. Insya Allah lain kesempatan saya akan membuatkan videonya.

 

Jual Kelapa Muda

jual kelapa muda

Terhitung sejak tahun 2009, saya sudah bergelut dengan dunia online. Sampai-sampai sumber penghasilan saya pun berasal dari online. Mulai dari jualan online, hingga monetisasi dari google dan youtube.

Meskipun sudah terlanjur nyaman, tapi sebenarnya dalam lubuk hati paling dalam, saya tetap punya impian memiliki bisnis offline. Benar-benar secara offline, bertatap muka langsung kepada pada konsumen.

Tampaknya, aktivitas bertemu orang secara langsung, semacam pedagang-pedagang pasar terlihat menyenangkan. Bermacam-macam karakter orang akan saya temui saat berjualan secara offline.

Setelah lama merenung dan berpikir dalam-dalam, akhirnya saya memilih untuk jual kelapa muda.

Akhirnya Jualan Degan

Memang ini bukan yang saya impikan, tapi setidaknya saya sudah melangkah untuk memulai bisnis offline. Jual kelapa muda memang bukan yang saya inginkan, tapi orang bilang, kalau bisnis itu menunggu kesempatan bertemu dengan momentum.

Meski awalnya alot untuk mulai ‘jalan’, tapi akhirnya terlaksana. Entah prosesnya bagaimana, kalau sudah dikasih jalan, semuanya terlihat mengalir begitu saja. Qadarullah wa maa syaa a fa’ala.

Memang saya mulai jualan kelapa muda, atau biasa kita kenal dengan degan, belum lama. Berawal dari bulan puasa tahun ini, 2021. Pas mulai awal puasa, saya mulai jualan kelapa muda dan kelapa tua di pasar.

Kok Bisa Kepikiran Jual Degan?

Yaa, seperti yang saya katakan tadi, kalau sudah ada jalan, kayaknya mengalir begitu saja. Oke… oke… sebenarnya bukan hanya ‘begitu saja’, tapi ada sesuatunya.

Hmm… sesungguhnya kakak ipar saya sudah mulai jualan kelapa tua terlebih dahulu. Ya, kurang lebih setahun lebih lama lah. Beberapa kali saat bertemu, ngobrol sana sini akhirnya mengerucutlah obrolan saya mengenai kelapa, karena penasaran.

Kakak ipar memang tidak jualan secara langsung ke pasar, beliau hanya sebagai tengkulak. Jadi, beli langsung dari petani, dan langsung mengantarkan ke para pedagang di pasar.

Alhasil, singkat cerita, saya memutuskan untuk jualan kelapa juga, dengan langkah awal, ambil dari kakak ipar. Tapi dengan sistem jualan yang berbeda, saya jual secara langsung ke konsumen.

Ya, awalnya memang hanya jual kelapa tua saja. Beberapa saat kemudian, saya juga membawa beberapa kelapa muda ke lapak. Eh, ternyata respon pasar sangat bagus waktu itu. Bahkan lebih bagus daripada penjualan kelapa tua.

Saat itu juga saya memutuskan untuk mendatangkan kelapa muda lebih banyak. Dan akhirnya, hingga saat ini, hampir 90 persen penjualan saya didominasi oleh degan.

Begitulah sedikit cerita saya, bagaimana tiba-tiba kok jual kelapa muda. Memang setelah jualan secara offline, ada kepuasan batin tersendiri saat berinteraksi dengan orang lain. Meskipun suasana sedih juga muncul saat pasar sedang sepi, hehe.