Waktu Untuk Shalawat

Diposting pada

إِنّ‭ ‬الْحَمْدَ‭ ‬ِللهِ‭ ‬نَحْمَدُهُ‭ ‬وَنَسْتَعِيْنُهُ‭ ‬وَنَسْتَغْفِرُهُ‭ ‬وَنَعُوْذُ‭ ‬بِاللهِ‭ ‬مِنْ‭ ‬شُرُوْرِ‭ ‬أَنْفُسِنَا‭ ‬وَسَيّئَاتِ‭ ‬أَعْمَالِنَا‭ ‬مَنْ‭ ‬يَهْدِهِ‭ ‬اللهُ‭ ‬فَلاَ‭ ‬مُضِلّ‭ ‬لَهُ‭ ‬وَمَنْ‭ ‬يُضْلِلْ‭ ‬فَلاَ‭

‬هَادِيَ‭ ‬لَهُ‭ ‬أَشْهَدُ‭ ‬أَنْ‭ ‬لاَ‭ ‬إِلهَ‭ ‬إِلاّ‭ ‬اللهُ‭ ‬وَأَشْهَدُ‭ ‬أَنّ‭ ‬مُحَمّدًا‭ ‬عَبْدُهُ‭ ‬وَرَسُوْلُهُ

Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami meminta tolong kepada-Nya, kami memohon ampun kepada-Nya, dan kami meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan siapa yang sesat, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

صَلَّى‭ ‬اللهُ‭ ‬عَلَيْهِ‭ ‬وَعَلَى‭ ‬آلِهِ‭ ‬وَأَصْحَابِهِ‭ ‬وَمَنْ‭ ‬سَارَ‭ ‬عَلَى‭ ‬نَهْجِهِ‭ ‬القَوِيْمِ‭ ‬وَدَعَا‭ ‬إِلَى‭ ‬الصِّرَاطِ‭ ‬المُسْتَقِيْمِ‭ ‬إِلَى‭ ‬يَوْمِ‭ ‬الدِّيْنِ‭ ‬وَسَلَّمَ‭ ‬تَسْلِيْمًا‭ ‬كَثِيْرًا

Semoga shalawat Allah tercurah pada beliau, pada keluarganya, pada sahabatnya, dan pada setiap orang yang mengikuti jalan beliau yang lurus dan yang mengajak pada shirathal mustaqim hingga hari kiamat, semoga keselamatan yang banyak.

اللّهُمَّ‭ ‬عَلِّمْنَا‭ ‬مَا‭ ‬يَنْفَعُنَا،‭ ‬وَانْفَعَنَا‭ ‬بِمَا‭ ‬عَلَّمْتَنَا،‭ ‬وَزِدْنَا‭ ‬عِلْماً،‭ ‬وَأَرَنَا‭ ‬الحَقَّ‭ ‬حَقّاً‭ ‬وَارْزُقْنَا‭ ‬اتِّبَاعَهُ،‭ ‬وَأَرَنَا‭ ‬البَاطِلَ‭ ‬بَاطِلاً‭ ‬وَارْزُقْنَا‭ ‬اجْتِنَابَهُ

Ya Allah, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, dan berilah manfaat pada apa yang Engkau ajarkan pada kami. Tunjukkanlah bahwa kebenaran itu benar, dan berilah kami kemudahan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kebatilan itu batil, dan mudahkanlah kami untuk menjauhinya.

Melanjutkan serial shalawat yang pada beberapa pekan lalu saya sampaikan bahwa kita harus selalu mengucapkan shalawat berulang kali, sesering mungkin.

Sebab salah satu keutamaan dari shalawat adalah kita akan mendapatkan syafaat dari Allah kelak di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ‭ ‬صَلَّى‭ ‬عَلَيَّ‭ ‬أَوْ‭ ‬سَأَلَ‭ ‬لِي‭ ‬الوَسِيْلَةَ‭ ‬حَقَّتْ‭ ‬عَلَيْهِ‭ ‬شَفَاعَتِي‭ ‬يَوْمَ‭ ‬القِيَامَةِ

Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti.”

Nanti kita akan bahas wasilah itu apa..

Jadi, kita membaca shalawat itu sejatinya selain mendoakan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, juga sebagai ikhtiar kita untuk mendapat syafaat kelak.

Macam Shalawat

Secara umum, shalawat itu dibagi 2:

Pertama, shalawat mutlak

Itulah shalawat yang dikerjakan di setiap kesempatan, tanpa batas waktu dan tempat tertentu. Kita dianjurkan untuk banyak membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana yang Allah firmankan,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam untuknya.” (Qs. Al- Ahzab: 56).

Semakin banyak shalawat yang kita lantunkan, sebakin besar peluang untuk mendapat keistimewaan di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda,

أولَى الناسِ بِيْ يوم القيامة أكثرُهم عليَّ صلاةً

“Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan Al-Albani)

Kedua, shalawat muqayad

Itulah shalawat yang dikerjakan pada waktu-waktu khusus. Nah, pada kesempatan ini, insya Allah kita akan membahas tentang shalawat yang dibaca di waktu tertentu.

1. Ketika tasyahud awal atau akhir

Kalau ini, insya Allah sudah kita lakukan setiap sholat. Kenapa kok kita dianjurkan bawa shalawat pada saat tasyahud?

Jawabannya simpel, karena Rasulullah yang menyuruh.

Dari Ka’ab bin Ujrah, bahwa para sahabat pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara shalawat ketika shalat. Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah:

اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد

“Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas, Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Nah, shalawat yang diucapkan pada saat tasyahud ini disebut shalawat ibrahimiyah. Ini termasuk bentuk shalawat yang paling bagus.

2. Ketika selesai adzan

Ini saya yakin masih jarang yang mengamalkannya. Jadi, kita mengucap shalawat setelah selesai mendengar adzan dan sebelum berdoa.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْامِثْلَ يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لِيَ الْوَسِيْلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَبْتَغِي إِلاَّ لِعَبْدِ اللهِ تَعَالَى، وَأَرْجُو أَنْ

أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ السَّفَاعَةُ.

“Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin. Kemudian bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mohonkanlah wasilah (derajat di Surga) kepada Allah untukku karena ia adalah kedudukan di dalam Surga yang tidak layak bagi seseorang kecuali bagi seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan aku berharap akulah hamba tersebut. Maka, barangsiapa memohonkan wasilah untukku, maka dihalalkan syafa’atku baginya. (HR. Muslim)

Nah, di dalam hadits ini kita tahu bahwa wasilah adalah derajat kedudukan di surga yang hanya khusus untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Setelah selesai shalawat, selanjutnya berdoa, seperti doa yang sudah kita hafal:

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ.

“Ya Allah, Rabb Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang akan didirikan. Berilah al-wasilah (kedudukan di Surga) dan keutamaan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bangkitkanlah beliau sehingga dapat menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.”

3. Ketika hari jumat

Maksudnya sepanjang jumat ya, berarti mulai dari malam harinya karena dalam kalender islam, awal hari dihitung sejak terbenamnya matahari.

Sejak malam hari jumat, sampai selesai siang hari jumat, kita dianjurkan memperbanyak membaca shalawat.

Dari Aus bin Aus, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ …. فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

Termasuk hari yang mulia bagi kalian ialah hari Jumat, karena Adam diciptakan pada hari Jumat dan diwafatkan pada hari Jumat pula. Tiupan sangkakala terjadi pada hari Jumat, dan hari kiamat pun terjadi pada hari Jumat.

Maka perbanyaklah oleh kalian membaca shalawat untukku (pada hari Jumat), karena sesungguhnya bacaan salawat kalian untukku ditampakkan kepadaku. Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, begaimanakah salawat kami ditampakkan kepadamu, sedangkan engkau telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Rasulullah Saw. menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada tanah memakan jasad para Nabi.

(HR. Nasa’I, Abu Daud, Ibn Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

4. Setiap pagi dan sore

Setiap pagi dan sore, kita dianjurkan membaca shalawat minimal 10 kali. Tentunya selain membaca dzikir lain juga yang dianjurkan pada pagi dan petang.

Dari Abu Darda’ radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang memberikan shalawat kepadaku ketika subuh 10 kali dan ketika sore 10 kali maka dia akan mendapat syafaatku pada hari qiyamat.” (HR. At Thabrani dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jami’).

5. Ketika di Majlis

Ketika kita kumpul bersama banyak orang untuk memperbincangkan sesuatu, jangan lupa diselai dengan shalawat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ

“Jika ada sekelompok kaum yang duduk bersama dan tidak mengingat Allah serta tidak memberi shalawat kepada nabi mereka maka itu akan menjadi bahan penyesalan baginya. Jika Allah berkehendak, Allah akan menghukum mereka, dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengampuni mereka.” (HR. Ahmad, Turmudzi, dan dishahih Syuaib Al-Arnauth).

6. Ketika menyebut Nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ini kemarin sudah sedikit kita singgung. Ketika menyebut nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau mendengar nama atau gelar beliau disebut, kita dianjurkan untuk membaca shalawat.

Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Celakalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bershalawat untukku.” (HR. turmudzi, dan dinilai hasan sahih oleh Al-Albani)

Dari Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ، ثُمَّ لَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bersjalawat untukku.” (HR. Ahmad dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth).

7. Ketika berdoa

Ini adalah kunci! Barangkali, kita merasa doa-doa kita tidak dikabulkan oleh Allah, mungkin ini penyebabnya. Maka mulai sekarang awalilah doa kita dengan memuji Allah dan bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan harapan, doa anda bisa mustajab.

Umar bin Khattab mengatakan,

إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

“Sesungguhnya doa itu terkatung-katung antara langit dan bumi, dan tidak bisa naik, sampai dibacakan shalawat untuk Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Turmudzi dan dihasankan Al-Albani).

Dari Ahmad bin Abi Hawari, bahwa beliau mendengnar Abu Sulaiman Ad-Darani menasehatkan,

من أراد أن يسأل الله حاجته فليبدأ بالصلاة على النبي وليسأل حاجته وليختم بالصلاة على النبي فإن الصلاة على النبي مقبولة والله أكرم أن يرد ما بينهما

Siapa yang ingin memohon kepada Allah sesuatu, hendaknya dia mulai dengan bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian baru mengajukan doanya. Dan akhiri juga dengan shalawat untuk beliau. Karena shalawat untuk nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam statusnya maqbul, dan Allah Maha Pemurah, sehingga tidak akan menolak doa yang dibaca di antara dua shalawat.

8. Ketika masuk dan keluar masjid

Doa ini dibaca bersamaan dengan doa masuk masjid.

Dari Abu Usaid radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ لِيَقُلْ: اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ ، فَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Apabila kalian masuk masjid maka berilah salam untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian baca: Allahummaf-tahlii abwaaba rahmatik. Dan ketika dia keluar, hendaknya dia membaca: Allahumma inni as-aluka min fadhlik.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).

Dari Fatimah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ المَسْجِدَ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلَّمَ، وَقَالَ: «رَبِّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk masjid, beliau membaca shalawat dan salam untuk Muhammad, kemudian beliau berdoa: Rabbigh fir-lii dzunuubi…” (HR. Turmudzi dan dishahihkan Al-Albani).

9. Takbir kedua ketika shalat jenazah

Shalawat disyariatkan untuk dibaca ketika takbir kedua shalat jenazah. Imam As-Sya’bi mengatakan,

“Takbir pertama shalat jenazah adalah memuji Allah. Takbir kedua bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. takbir ketiga doa untuk jenazah, dan takbir keempat salam.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf).

10. Ketika meninggalkan majlis

Pada saat anda meninggalkan majlis perbincangan anda, bacalah shalawat.

Ini sebagaimana  disebutkan oleh Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Jala-ul Afham, dari Ustman bin Umar, dia berkata;

سَمِعْتُ سُفْيَان بن سَعِيد مَا لاَ اُحْصِيْ إِذَا اَرَادَ القِيَامَ يَقُوْلُ صَلَّى اللهُ وَمَلاَئِكُتُهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَاءِ اللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ

Aku mendengar Sufyan bin Sa’id berkali-kali sampai tidak bisa kuhitung, setiap beliau hendak meninggalkan majelis, beliau membaca; ‘Shallallaahu wa malaa-ikatahuu ‘alaa muhammadin wa ‘alaa anbiyaa-illaahi wa malaa-ikatihii.

Nah, di poin terakhir ini, mari kita praktikkan langsung.

wa shallallahu ala nabiyyina muhammadin wa ‘alaa alihii wa shohbihii ajmain

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

Gambar Gravatar
Seorang pria asal Pekalongan yang gemar menulis dan sekarang belajar berbisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.