Vinegar Halalkah?

Postingan ini adalah jawaban dari pertanyaan mbak Mila pada postingan sebelumnya tentang angciu:D

Apakah vinegar itu halal?

Ada yang sudah tau apa itu vinegar?

Yups, diantara pengunjung yang membaca, pasti golongan ibu-ibu yang mengangkat tangan terlebih dahulu dan menjawab, vinegar itu nama lain dari cuka :mrgreen: Biar sedikit lebih keren, kita bahasakan cuka dengan kata VINEGAR saja ya? hehe.

Vinegar adalah cuka. Ya, cuka yang biasa kita kenal dan terdapat di tempat-tempat penjual bakso. Cuka yang rasanya seperti saat kita makan kuah pempek. Cuka sejenis itu yang dimaksud. Selain sebagai teman makanan di atas, cuka juga sering dipakai oleh ibu-ibu untuk bahan tambahan dalam masakan. Pertanyaannya Vinegar halalkah?

Vinegar Halal

Pada dasarnya vinegar itu halal jika terbuat dari bahan halal. Seperti pada saat ini Vinegar dibuat dari bahan kaya gula seperti buah anggur, apel, nira kelapa, malt, gula sendiri seperti sukrosa dan glukosa. Dan cuka seperti itu yang disukai oleh nabi. Mungkin sebagian kita tidak tau, bahwa vinegar (cuka) sudah dikenal sejak zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memakan cuka.

Dari Jabir Ibnu Abdullah Radhiyallahu’anhu katanya: “Pada suatu ketika aku sedang duduk di rumahku, tiba-tiba lewat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau memberi syarat kepadaku lalu aku berdiri menemui beliau. Beliau memegang tanganku (mengajakku pergi bersama beliau). Kami berjalan hingga sampai ke rumah salah seorang istri beliau. Beliau masuk dan menyilakanku pula masuk, karena itu aku masuk sampai ke ruangan dalam. Beliau bertanya kepada istrinya, “Adakah kamu sedia makanan?” Jawab mereka, “Ada!”, maka dibawanya tiga buah roti lalu dihidangkannya ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallamBeliau ambil sebuah lalu dipegangnya, kemudian diambilnya sebuah lagi lalu diletakkannya ke tanganku. Sesudah itu dipatahkan yang ketiga, separuhnya diambil oleh beliau dan separuhnya lagi diletakkannya ke tanganku. Kemudian beliau bertanya, “Tidak ada sambal?” Jawab mereka, “Tidak ada apa-apa selain cuka.” Kata beliau, “Bawalah kemari! Sambal cuka juga enak!” (Hadis riwayat Muslim didalam buku Terjemahan Hadis Shahih Muslim terbitan Klang Book Centre)

Juga pada hadits berikut:

Apakah kamu mempunyai sesuatu makanan”. Aku menjawab, “Tidak, kecuali hanya sepotong roti kering dan cuka”. Maka Nabi pun bersabda: “Bawalah kemari, tidaklah rumah itu sunyi dari lauk, bila di dalamnya terdapat cuka” (Hadits Tirmidzi 1765)

Lah, dimana titik kritis kehalalannya? Lanjooottt…

Vinegar Haram

Vinegar juga bisa dibuat dari minuman beralkohol (minuman keras) seperti cider dan wine. Cider dan wine tersebut diubah menjadi vinegar secara fermentasi dengan menggunakan starter bakteri asetat (bakteri asetat adalah salah satu jenis mikroorganisme yang mampu mengubah alkohol menjadi asam asetat) dimana perubahan utama yang terjadi adalah pengubahan alkohol (etanol) menjadi asam asetat.

Jika vinegar dibuat dari wine maka hasilnya adalah wine vinegar. Jika vinegar dibuat dari cider maka hasilnya disebut cider vinegar. Di pasaran, cider vinegar ini kadang disebut apple vinegar, padahal seharusnya dinamakan apple cider vinegar atau cider vinegar. Jenis wine vinegar terbagi lagi menjadi dua yaitu rice vinegar yang dibuat dari rice wine (wine yang dibuat dari beras) dan sherry vinegar yang dibuat dari sherry wine. Dalam pembuatan saus-sausan seperti saus tomat, juga ada yang berasal dari wine vinegar. Oleh karena itu, saat membeli saus tomat, perhatikanlah daftar ingrediennya jika ada salah satu jenis wine vinegar maka jangan dibeli .

Oiya, ada satu jenis vinegar lagi yang haram yaitu distilled vinegar. Vinegar ini dibuat dengan cara fermentasi asetat menggunakan bahan dasar larutan encer distilledalcohol (etanol).

So, jika cuka dibuat dari khamar (minuman keras) seperti wine dan cider yaitu wine vinegar, rice vinegar, cider vinegar dan sherry vinegar, maka tidak boleh digunakan oleh umat Islam, karena termasuk khamr. Berdasarkan riwayat berikut:

Abu Daud telah meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu: Sesungguhnya Abu Thalhah telah bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam tentang anak-anak yatim yang menerima warisan khamr. Maka bersabdalah Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, “Tumpahkanlah dia.” Abu Thalhah berkata, “Apakah tidak saya buat cuka saja?” Jawab beliau, “Tidak.” (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid jilid 2, hal 348)

***

Proses Pembuatan Vinegar

Prosesnya harus berkesinambungan (KONTINYU), sampai menjadi cuka, maka HALAL. Jika dipisah (belum sempurna prosesnya), maka akan haram jika digunakan. Hukumnya sama seperti menggunakan khamr.

Sedangkan jika prosesnya berhenti maka HARAM. Sebab prosesnya tidak berkesinambungan dari awal (yang berbahan dasar halal). Juga haram karena bahan dasarnya adalah zat haram.

Satu lagi yang perlu kita waspadai. Di pasaran ada satu minuman yang seringkali tidak dikenali dengan baik oleh konsumen karena dinamakan dengan minuman vinegar. Padahal, yang disebut apple vinegar (cuka apel) adalah vinegar dengan kadar asam asetat yang tinggi sehingga tidak dapat diminum, sama seperti cuka biasa yang kita kenal. Sayangnya cuka apel (apple vinegar) pun bisa dibuat dari apple cider (selain dari jus apel), sehingga jika ini yang terjadi (cuka apel dibuat dari cider apel) maka vinegar tersebut tidak dapat digunakan oleh umat Islam. Kandungan alkohol cuka dari apel cider ini 5.86%.

Akhir-akhir ini banyak beredar rumor cuka apel yang diyakini mempunyai efek kesehatan yang baik. Sayangnya cuka apel yang beredar saat ini tidak jelas asal-usulnya. Jika memang terbuat dari jus apel insya Allah tidak mengapa, tapi seandainya terbuat dari cider apel, maka menjadi tidak halal. Maka dari itu sebaiknya dihindari sampai diketahui asal – usulnya :D

So, kesimpulannya vinegar halalkah? jawabannya: Ada yang HALAL juga ada yang HARAM

(Referensi: Dr. Ir. Anton Apriyantono - Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB)

Ari Tunsa

Seorang pemuda asal Tunsa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Beristri satu dan satu-satunya. Sembari mengejar mimpi, mari nikmati secangkir kopi | Twitter | Facebook | Google+
Posted in Halal. Tagged with , , .

5 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: