Cara Mengatasi Cegukan

Siapa sih yang gak pernah cegukan?

Insya Allah semua pernah mengalaminya ya, bahkan anak bayi pun juga saya yakin sudah bisa cegukan. Meskipun terlihat sepele, tapi cegukan sungguh mengganggu. Apalagi disaat datang pada waktu yang kurang tepat.

Misalnya, lagi meeting, ketika peserta ruangan diam, tiba-tiba Anda mengalami cegukan. Contoh lain, saat kamu lagi berada di depan ruang sidang untuk melakukan presentasi, haha. Sulit dibayangkan, tapi hal itu bisa saja terjadi.

Terlebih biasanya cegukan terjadi tidak hanya satu dua kali saja. Bahkan saya pernah mengalaminya seharian, dan belum juga reda.

Nah, untuk Anda yang sedang mengalami cegukan secara sporadis, mungkin tips cara mengatasi cegukan ini bisa menjadi solusi jitu. Tapi sebelum menuju kesana, kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana cegukan itu berasal.

Penyebab Cegukan

Cegukan itu sendiri terjadi ketika Anda mengeluarkan bunyi (hik) secara tidak sengaja dan tidak bisa diatur. Penyebab terjadinya, karena diafragma atau otot antara perut dan dada berkontraksi secara tiba-tiba. Udara tiba-tiba lewat paru-paru sebabkan ruang antara pita suara tertutup.

Umumnya, cegukan akan berhenti dengan sendirinya. Akan tetapi seperti yang saya katakan tadi, anda akan butuh solusi jika terjadi pada waktu yang tidak tepat.

Berikut ini beberapa cara mengatasi cegukan menurut pengalaman pribadi:

1. Minum air putih yang banyak

Ini yang biasa terjadi ketika makanan yang kita konsumsi tidak berkuah. Makanan yang masuk ke dalam perut menyebabkan ruang antara cairan dan udara tidak seimbang. Solusinya, minum air putih yang banyak. Keadaan ini juga menyebabkan perut rasanya seperti begah.

2. Tarik nafas dalam, lalu hembuskan perlahan

Hal ini juga salah satu yang biasa saya lakukan ketika cegukan. Tarik nafas dalam dalam, tahan beberapa detik lalu hembuskan perlahan.

3. Letakkan kepala di atas meja dengan posisi ke bawah

Cara ini saya lakukan ketika cara pertama kedua tidak berhasil. Biasanya setelah melakukan ini beberapa saat, kita akan sendawa dan akhirnya cegukan itu menghilang.

Semoga bermanfaat

Tumbang Sekeluarga

Beberapa hari ini terasa sangat panjang. Bukan karena waktu subuhnya lebih cepat dari biasanya, bukan. Tapi karena ada hal yang membuat hari-hariku terasa lebih lama. Yaitu karena kami tumbang sekeluarga.

Sejak Sabtu malam si Sulung tetiba badannya terasa begitu panas, ia demam. Menggigil. Sepanjang malam, setiap setengah jam, saya terbangun untuk memastikan apakah panasnya sudah mereda atau belum. Setiap dua jam, kuberi paracetamol sisa.

Sebenarnya tanda-tanda sakit sudah ada sejak hari kamis, tapi masih bisa terkendali. Qadarullah beberapa hari itu cuaca selalu hujan. Alhasil, anak-anak hujan-hujanan tak terkontrol. Bukan salah hujannya, tapi karena terlalu lama kedinginan yang membuat kondisi tubuh tidak stabil.

Ahad pagi, saya berencana memeriksakan si sulung ke dokter, tanpa sadar kalau hari itu hari libur. Semua tempat praktik dokter tutup. Hari itu, benar-benar menjadi hari yang panjang. Anda yang punya anak sakit, tentu tahu betul bagaimana rasanya kan?

Menular

Alhamdulillah meski begitu panjang, 24 jam akhirnya terlalui dengan sendirinya. Senin pagi, kami ke dokter dan didiagnosa “masuk angin” dan flu. Sepulang dari dokter, obat langsung dikonsumsi dan alhamdulillah dalam beberapa jam sudah membaik, demam sudah menurun dan tak naik lagi.

Sorenya, qadarullah, istri saya yang tumbang. Biasanya, dia jarang sekali sakit, tapi kali ini benar-benar sakit, tak bisa beraktivitas. Alhasil, si bungsu yang baru setahun 4 bulan malamnya langsung demam juga. Malam itu, juga malam selasa yang panjang.

Pagi hari, saya masih bisa mengantar anak kedua -Kak Ofi-  ke sekolahnya, meski di rumah sedang tidak kondusif. Sepulang sekolah, tidak biasanya dia langsung tidur. Ternyata beberapa jam setelah bangun, badannya mulai terasa demam. Subhanallah.

Paracetamol andalan pun saya minumkan, dan alhamdulillah demamnya menurun. Selang beberapa lama kemudian, demamnya naik lagi. Hingga malam harinya, setiap 4 jam sekali saya meminumkan paracetamol untuknya.

Puncaknya, siang ini, anak ketiga saya, juga ikutan demam. Padahal saya sudah menitipkannya ke simbah agar tidak ikut tertular, tapi qadarullah kejadian juga.

Paracetamol Ketiga

sanmol, tumbang sekeluarga, paracetamol

Total 4 anak kami akhirnya sakit semua. Dan ini, adalah paracetamol ketiga yang sudah saya beli dalam dua hari ini. Syafahumullah untuk semuanya. Alhamdulillah mulai siang tadi, istri saya sudah bisa beraktivitas meski belum fit 100 persen. Tapi setidaknya, pekerjaan saya lebih ringan. Selalu ada hal yang bisa kita syukuri dalam suatu kesusahan.

Semoga saya terutama, selalu diberi kesabaran dalam menghadapi segala cobaan ini. Agar bisa menjadi penggugur dosa-dosa kami sekeluarga.

Pekan ini padahal masih ujian semester, qadarullah belum bisa mengikutinya. Semoga teman-teman yang lain juga selalu diberi kesehatan.

Ini hanya sekedar tulisan iseng setelah sekian lama tidak aktif. Semoga bisa diambil hikmah untuk kita semua. Aamiin.

Perbedaan Kelapa Wulung dan Kelapa Biasa

perbedaan kelapa wulung

Pernahkah Anda mendengar tentang kelapa wulung? Bagi penggemar kelapa muda, pasti tidak akan asing dengan nama tersebut.

Ya, wulung namanya seperti seekor burung, tapi tidak ada satu bagianpun yang berhubungan dengan hewan. Wulung adalah salah satu jenis dari kelapa.

Selain terkenal dengan nama itu, juga biasa orang menyebutnya degan ijo. Degan ijo atau wulung bukan dilihat dari kulit luarnya yang berwarna hijau. Melainkan cirinya akan terlihat ketika kulitnya kita belah. Degan ijo akan berwarna pink keunguan. Dari warna itulah perbedaan kelapa wulung dan kelapa biasa secara visual.

Sempat ramai pada saat covid kemarin, sekarang sudah kembali seperti semua, hanya para penikmatnya saja yang masih mengkonsumsi buah satu ini.

Wulung merupakan buah kelapa yang punya segmentasi pasar sendiri. Selain karena harganya lebih mahal daripada buah kelapa biasa.

Alasan Kenapa Degan Ijo Berukuran Kecil

Dari bentuknya, degan ijo biasanya berukuran lebih kecil daripada degan biasa. Perbedaan ukuran ini sangat mencolok, dan itu sudah umum. Ukurannya yang kecil menandakan bahwa buah itu memang masih muda. Tak heran jika belum muncul daging buahnya.

Kalau Anda masih kebingungan cara membedakan kelapa muda yang ada daging buahnya atau tidak, bisa cek caranya disini.

Bukan tanpa alasan kenapa degan ijo masih muda dan kecil tapi sudah dijual. Sebab uniknya wulung, semakin tua dan ada dagingnya maka kulit dalamnya tidak lagi berwarna pink keunguan. Oleh karena itu untuk meyakinkan pembeli, degan wulung muda menjadi pilihan.

Ya, memang sih tidak semuanya berukuran kecil. Ada juga degan wulung muda berukuran besar. Biasanya penyebabnya karena pohon kelapa jenis wulungnya belum sering panen jadi ukurannya masih besar-besar.

 

Cara Memilih Kelapa Muda

cara memilih kelapa muda

Kelapa muda, atau biasa orang menyebutnya “degan” merupakan buah yang banyak peminatnya. Kombinasi kesegaran dari air kelapanya dengan daging buahnya sungguh nikmat. Apalagi kelapa muda sangat fleksibel untuk digabungkan menjadi menu lain.

Selain itu, harga kelapa muda juga ramah dikantong. Satu butir harganya berkisar antara 8 ribu hingga 15 ribuan, itu jika Anda membeli di penjual pinggir jalan. Kalau di mall beda lagi, bahkan ada yang sampai puluhan ribu per butirnya.

Namun, tidak semua penjual kelapa muda bisa memilihkan kelapa muda yang pas. Kalau Anda penggemar kelapa muda pinggir jalan, pasti sesekali pernah mendapati penjual yang seperti itu. Memberikan kelapa muda, tapi daging buahnya sudah terlalu keras, atau malah tanpa isi, hanya air kelapa saja.

Biasanya itu terjadi, pada penjual kelapa muda yang belum lama berjualan. Ataupun yang hanya punya stok sedikit. Tapi sebenarnya kita sendiri bisa lho, memilih mana kelapa muda yang pas. Tidak terlalu muda, dan tidak terlalu tua.

Cara Memilih Kelapa Muda yang Enak

Cara memilih kelapa muda dengan daging buah yang empuk ini bisa Anda praktikkan ketika ingin membelinya. Boleh mencobanya hanya untuk memvalidasi, apakah tulisan ini benar atau tidak, hehe.

Berdasarkan pengalaman beberapa bulan jualan kelapa muda, insya Allah saya sudah semakin terbiasa dan bisa membedakannya. Awalnya juga hanya kira-kira saja, tapi lama kelamaan apal juga.

Sebelum Anda mulai memilih, sebaiknya perlu perhatikan bahwa ada 3 keadaan atau tipe kelapa muda yang ada pada penjual pinggir jalan.

Pertama, tipe yang hanya berisi air kelapa, tanpa daging buah. Daging yang masih berupa lendir tergolong sebagai tipe pertama ini.

Kedua, tipe yang ada airnya, juga berisi daging buahnya. Daging buah yang dimaksud bertekstur empuk. Kalau kita kerok memakai sendok masih bisa. Biasanya kalau dipegang masih licin.

Ketiga, tipe kelapa muda untuk es degan. Ini tipe yang daging buahnya agak keras. Penjual es lebih memilih tipe yang ini karena daging buahnya bisa menjadi banyak. Tapi konsumen rumahan untuk konsimsi pribadi, pasti tidak bakal suka.

Berikut cara memilih kelapa muda yang benar:

1. Tepuk menggunakan telapak tangan

Kelapa muda tidak bisa dilihat dengan hanya menerawang seperti telur, tapi hanya bisa ditepuk-tepuk saja. Tak perlu keras, hanya sekedarnya saja.

2. Rasakan bunyi dan teksturnya

Ya memang semua kulit kelapa muda itu keras, tapi antara kelapa muda yang hanya isi air tanpa daging buah dengan kelapa muda yang sudah agak tua itu berbeda. Semakin tua, maka akan terasa semakin keras.

Kalau Anda bisa memperhatikan, bunyi kelapa muda yang hanya berisi air kurang lebih sama dengan bunyi buah semangka.

3. Jangan terkecoh dengan kondisi kulit kelapa

Kulit kelapa muda tidak menjamin sama seperti kondisi dalamnya. Memang kita bisa saja melihat seberapa muda kelapa itu dari kulitnya, tapi tidak selalu benar. Kulit kelapa yang terlihat mulus dengan warna muda, belum tentu dalamnya juga muda.

Keakuratan memilih kelapa muda memang semakin baik jika semakin sering Anda lakukan sendiri. Iseng-iseng saja, coba nanti kalau pas beli kelapa muda.

Demikian beberapa tips cara memilih kelapa muda yang isinya pas dan enak. Semoga bisa bermanfaat. Insya Allah lain kesempatan saya akan membuatkan videonya.

 

Air Kelapa Muda Sembuhkan Covid, Benarkah?

Memang ini berita agak lama. tentang air kelapa muda sembuhkan covid 19. Terlebih kabar ini viral saat badai covid gelombang kedua tahun ini. Satu sisi memang menguntungkan penjual kelapa muda seperti saya.

Memang seperti inilah kebiasaan kita. Kalau ada yang viral, ramai-ramai kita ikut-ikutan tanpa mengecek kebenarannya. Seperti halnya kasus susu beruang yang sampai rebutan.

Terus terang, karena viralnya berita air kelapa bisa sembuhkan covid, saat itu saya benar-benar kebanjiran order kelapa muda. Para pedagang langganan yang ambil degan ke saya, yang biasa habis 30 butir sehari, saat itu bisa 4 kali lipatnya.

Mereka bahkan bercerita, seumur-umur jualan kelapa muda, baru kali itu penjualannya sangat meningkat drastis. Mengalahkan larisnya saat bulan puasa. Hal itu pula yang memicu semakin menjamurnya pedagang es degan di pinggir jalan sekarang ini.

Tapi sebenarnya, benarkah air kelapa muda bisa menyembuhkan covid 19?

Air Kelapa Muda Sembuhkan Covid, Mitos atau Fakta?

Seperti Bupati Aceh Barat H. Ramli MS yang mengaku membaik setelah meminum ramuan dari air kelapa muda yang dicampur sedikit garam dapur, satu sendok madu dan jeruk nipis.

Setiap hari beliau mengkonsumsinya dua kali, setelah sarapan dan makan malam. Sehingga hasil tes menyatakan beliau negatif. Hal-hal semacam itu, banyak media yang memuatnya dengan judul yang menjadikan pembacanya salah tafsir.

Tapi sebenarnya bagaimana kita menanggapi hal ini?

Satgas Covid sendiri dalam berbagai media telah mengungkapkan bahwa air kelapa muda bisa sembuhkan covid adalah hoax. Memang benar, air kelapa muda sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Dengan meminum air kelapa, tubuh jadi terpenuhi asupan cairan dan mendapat energi serta banyak vitamin yang terkandung di dalamnya.

Semua asupan yang masuk ke dalam tubuh itu sama sama membantu tubuh untuk membentuk antibodi sehingga virus tidak bisa masuk.

Namun, secara ilmiah belum ada penelitian bahwa air kelapa bisa menyembuhkan covid 19. Hal itu juga sudah dikonfirmasi oleh spesialis gizi seperti dr. Juwalita Surapsari dari RS Pondok Indah.

Apapun itu, selama baik untuk kesehatan kita, mari kita konsumsi untuk menjaga dari berbagai penyakit dan virus apapun.

Jual Kelapa Muda

jual kelapa muda

Terhitung sejak tahun 2009, saya sudah bergelut dengan dunia online. Sampai-sampai sumber penghasilan saya pun berasal dari online. Mulai dari jualan online, hingga monetisasi dari google dan youtube.

Meskipun sudah terlanjur nyaman, tapi sebenarnya dalam lubuk hati paling dalam, saya tetap punya impian memiliki bisnis offline. Benar-benar secara offline, bertatap muka langsung kepada pada konsumen.

Tampaknya, aktivitas bertemu orang secara langsung, semacam pedagang-pedagang pasar terlihat menyenangkan. Bermacam-macam karakter orang akan saya temui saat berjualan secara offline.

Setelah lama merenung dan berpikir dalam-dalam, akhirnya saya memilih untuk jual kelapa muda.

Akhirnya Jualan Degan

Memang ini bukan yang saya impikan, tapi setidaknya saya sudah melangkah untuk memulai bisnis offline. Jual kelapa muda memang bukan yang saya inginkan, tapi orang bilang, kalau bisnis itu menunggu kesempatan bertemu dengan momentum.

Meski awalnya alot untuk mulai ‘jalan’, tapi akhirnya terlaksana. Entah prosesnya bagaimana, kalau sudah dikasih jalan, semuanya terlihat mengalir begitu saja. Qadarullah wa maa syaa a fa’ala.

Memang saya mulai jualan kelapa muda, atau biasa kita kenal dengan degan, belum lama. Berawal dari bulan puasa tahun ini, 2021. Pas mulai awal puasa, saya mulai jualan kelapa muda dan kelapa tua di pasar.

Kok Bisa Kepikiran Jual Degan?

Yaa, seperti yang saya katakan tadi, kalau sudah ada jalan, kayaknya mengalir begitu saja. Oke… oke… sebenarnya bukan hanya ‘begitu saja’, tapi ada sesuatunya.

Hmm… sesungguhnya kakak ipar saya sudah mulai jualan kelapa tua terlebih dahulu. Ya, kurang lebih setahun lebih lama lah. Beberapa kali saat bertemu, ngobrol sana sini akhirnya mengerucutlah obrolan saya mengenai kelapa, karena penasaran.

Kakak ipar memang tidak jualan secara langsung ke pasar, beliau hanya sebagai tengkulak. Jadi, beli langsung dari petani, dan langsung mengantarkan ke para pedagang di pasar.

Alhasil, singkat cerita, saya memutuskan untuk jualan kelapa juga, dengan langkah awal, ambil dari kakak ipar. Tapi dengan sistem jualan yang berbeda, saya jual secara langsung ke konsumen.

Ya, awalnya memang hanya jual kelapa tua saja. Beberapa saat kemudian, saya juga membawa beberapa kelapa muda ke lapak. Eh, ternyata respon pasar sangat bagus waktu itu. Bahkan lebih bagus daripada penjualan kelapa tua.

Saat itu juga saya memutuskan untuk mendatangkan kelapa muda lebih banyak. Dan akhirnya, hingga saat ini, hampir 90 persen penjualan saya didominasi oleh degan.

Begitulah sedikit cerita saya, bagaimana tiba-tiba kok jual kelapa muda. Memang setelah jualan secara offline, ada kepuasan batin tersendiri saat berinteraksi dengan orang lain. Meskipun suasana sedih juga muncul saat pasar sedang sepi, hehe.

10 Malam Terakhir Ramadan

الـحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ

، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ

، وَأَشْهَدَ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى

رِضْوَانِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَإِخْوَانِهِ

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

Segala puji hanya milik Allah atas kebaikan-Nya,

segala syukur hanya kepada Allah atas taufiq dan karunia-Nya,

aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya segala puji bagi-Nya,

aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang menyeru kepada keridhaan-Nya,

semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam yang melimpah kepadanya, keluarga, sahabat, dan saudara-saudaranya

Suatu hari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam keluar rumah untuk sholat subuh, sedangkan Juwairiyah binti al harits duduk berdzikir di tempatnya. Hingga Rasulullah pulang, pada waktu dhuha, beliau masih melihat istrinya duduk disitu.

“Apakah engkau tetap dalam keadaan ketika aku tinggalkan?” Ia menjawab, “Ya.”

Lalu beliau bersabda:

“Sungguh, aku telah mengucapkan setelahmu empat kalimat sebanyak tiga kali, yang jika ditimbang dengan yang engkau ucapkan sejak tadi tentu akan menyamai timbangannya

سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَا نَفْسِهِ ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Mahasuci Allah. Aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya [HR Muslim]

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

Sebentar lagi kita semua akan memasuki bagian utama bulan mulia ini yaitu, 10 malam terakhir ramadhan. Inti daripada inti bulan ramadhan memang di 10 malam terakhirnya.

Rasulillah shallallahu’alaihi wa sallam lebih serius dan rajin di waktu-waktu tersebut daripada malam lainnya. Sebagaimana disebutkan oleh ummul mukminin, ibu kita, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)

Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah di 10 malam terakhir ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya, artinya menjauhi istri-istri beliau, dan menghidupkan malam-malamnya untuk beribadah. Serta membangunkan keluarganya untuk beribadah.

Jamaah sholat subuh rahimakumullah

Ibadah apa yang dilakukan oleh Rasulullah di 10 malam terakhir ramadan?

Masih dari istri beliau ‘Aisyah radhiyallahu anha, beliau mengatakan:

أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172)

Apa itu Itikaf?

Berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah kepada Allah yang dilakukan oleh orang tertentu dengan tata cara tertentu.

I’tikaf bisa dilakukan meskipun hanya satu malam saja. Dalam kegiatan i’tikaf tersebut, kita dianjurkan mengamalkan ibadah apapun seperti sholat, dzikir, baca quran dan lain sebagainya.

Semua itu demi memperoleh malam lailatul qadr

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)