Kisah Abu Hurairah Kelaparan Saat Menuntut Ilmu

Posted on

Jamaah sholat subuh rahimahullah, hari ini tanggal 13 Rajab 1441 H, berarti kurang lebih 47 hari lagi kita akan kedatangan tamu agung, bulan ramadan.

Tapi pada kesempatan kali ini bukan bulan ramadan yang saya ingin bahas, melainkan sebuah doa yang Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam panjatkan setiap hari. Setelah sholat subuh, beliau berdoa:

doa rasulullah

Ini doa selalu dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sebagaimana yang kita semua hafalkan dan selalu ucapkan bersama dengan dzikir pagi.

Ilmu Apa?

Ilmu yang dimaksud dalam hadits adalah ilmu agama, ilmu syar’i. Bukan berarti kita tidak boleh belajar ilmu dunia, boleh. Bahkan di sekolah-sekolah sejak dulu yang diajarkan lebih banyak ilmu dunia daripada ilmu agama.

Padahal ilmu dunia paling kita hanya butuhkan selama 60 tahun, setelah itu? kita akan hidup jauuuhhh lebih lama di alam kubur dan alam lainnya yang tiada ujung.

Artinya, kita hanya butuh mempelajari ilmu untuk hidup 60 tahun atau mungkin 100 tahun, hingga maut menjemput. Tapi untuk hidup setelah kematian, berapa lama kita butuh mempelajari ilmunya?

Nabi kita saja, shallallahu’alaihi wa sallam, beliau sudah 1430 tahun yang lalu dikuburan. Belum lagi setelah itu. Untuk menghadapi kehidupan setelah kematian itu, kita justru memerlukan ilmu yang lebih banyak. Yaitu ilmu apa? ILMU AGAMA!

Apakah kita mau berfikir hanya untuk kehidupan yang 70 tahun, kita tidak mau berfikir ketika dikubur nanti apa yang harus dilakukan. Orang belajar bagaimana membuat rumah di dunia, tapi tidak pernah berfikir bagaimana caranya memiliki kuburan yang luasnya sepanjang mata memandang. Ada caranya! tapi ilmunya bukan ilmu dunia, melainkan ilmu agama.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

doa kebaikan di dunia

Semua ilmu yang bermanfaat, kita pelajari, tapi jangan lupa ilmu agama yang akan mengantarkan kita dalam kehidupan yang panjang.

Ilmu umum itu ada yang fardhu kifayah, misalnya dokter. Apa perlu semua orang jadi dokter? tidak. Kalau sudah ada yang mempelajari, kita tidak perlu mempelajari lagi. Sedangkan ilmu agama, semuanya wajib mempelajarinya. Bukan berarti harus jadi ustadz, tapi yang kita pelajari ilmu agama untuk diri kita sendiri.

Misalnya ilmu tentang sholat, wajib dipelajari karena berkaitan dengan apa yang akan kita amalkan. Kalau kita tidak mengetahui ilmunya maka kita akan berdosa. Sebagaimana hadits riwayat Thabrani ini:

Dan diantara ilmu yang wajib, kita perlu mempelajari ilmu tentang Allah subhanahu wa ta’ala. Sebab pertanyaan pertama yang akan kita temui di alam barzah, man rabbuka! Siapa rabbmu, siapa yang engkau sembah, kita semua setiap hari sholat itu untuk beribadah kepada siapa?

Maka kita khususkan waktu untuk mengaji, mempelajari agama, mendatangi masjid dan mushola seperti kita sekarang ini.

Keutamaan Mempelajari Ilmu Agama

Didoakan Malaikat hingga ikan di laut…

Diturunkan ketenangan…

Potret Kesungguhan Para Sahabat Menuntu Ilmu

1 Hadits = 1 Bulan

Jabir bin Abdillah -radhiyallahu anhu- mengatakan:

Telah sampai kepadaku dari seseorang bahwa ada seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang mendengar sebuah hadits yang aku telah mendengar hadits tersebut dari Rasulullah.

Akan tetapi aku belum pernah mendengarkannya dari jalur sahabat tersebut. Maka aku pun membeli unta dan ku siapkan untuk perjalanan ku. Kemudian aku melakukan perjalanan selama satu bulan, hingga aku tiba di negeri Syam.

Di sana ada seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Unais Al Anshari. Jabir bin Abdillah lalu mengutus seseorang untuk menemui Abdullah Bin unais dan mengatakan bahwa Jabir telah berada di depan pintu. Setelah menemui Abdullah Bin unais utusan tersebut kemudian kembali kepada Jabir dan bertanya: “Apakah anda Jabir bin Abdillah ?

Jabir menjawab: “Benar”.

Utusan tersebut kembali menemui Abdullah bin unais, kemudian Abdullah keluar lalu memelukku.

Jabir bin Abdillah berkata:

“Ada sebuah hadits yang telah sampai kepadaku namun aku mendengar bahwa engkau mendengarnya pula dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada suatu malam yang gelap. sedangkan aku tidak mendengarnya dikala itu. Karena aku khawatir jangan-jangan aku meninggal atau engkau meninggal sebelum aku mendengar hadits tersebut darimu”.

(Ma’alim Fii ThariqThalabil Ilmi: 14 yang dinukil dari kitab Ar Rihlah Fii Thabil Hadits karya Khatib al Baghdadi hal. 110)

Kisah Abu Hurairah Kelaparan Saat Menuntut Ilmu

Abu Hurairah di suatu hari telah mengikat dengan keras perutnya dengan batu agar tidak terasa lapar yang menusuk, demi mendapatkan makanan, beliau duduk di jalan yang biasa di lewati oleh para sahabat.

Tak lama berselang lewatlah Sahabat yang mulia Abu Bakar Radhiallahu Anhu di hadapan Abu Hurairah, maka langsung Abu Hurairah menghampiri Abu Bakar bertanya-tanya tentang masalah agama, namun di dalam pertanyaan tersebut Abu Hurairah berharap pertanyaan yang ia layangkan dapat membawanya diundang makan bersama Abu Bakar, namun tidak seperti yang di harapkan, lalu berpisahlah mereka berdua.

Kemudian lewatlah Al Faruq Umar bin KhattabRadhiallahu Anhu , maka Abu HurairahRadhiallahu Anhu  melakukan apa yang ia lakukan bersama Abu Bakar dengan harapan yang sama, namun tidak juga seperti yang di harapkan. Kedua sahabat yang mulia itu tidak mengetahui maksud dari Abu Hurairah.

Berikutnya, lewatlah manusia yang paling mulia RasulullahShallahu Alaihi wa Sallam , melihat Abu Hurairah yang sedang duduk-duduk di jalan, Rasulullah mengetahui bahwa sahabatnya itu sedang kelaparan, lalu Rasulullah memanggil Abu Hurairah untuk datang kerumahnya, ternyata di dapati di dalam rumah Rasulullah hadiah berupa satu bejana susu. Kemudian RasulullahShallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Abu hurairah panggilah para ahli suffah”. Mendengar perintah tersebut abu hurairah pergi memanggil ahli suffah sambil berkata dalam hatinya, “kenapa tidak saya dikasih minum dulu, jika telah datang ahlu suffah maka akan habis susu itu, tapi biarlah kelaparan ku ini tak menghalangi ku untuk taat kepada Allah dan RasulNya”.

Datanglah Ahlu Suffah dengan perasaan senang menyambut panggilan, begitu mereka duduk, Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan Abu Hurairah untuk menuangkan kepada setiap ahlu suffah susu tersebut sampai semua kenyang. Maka tak tersisa lagi yang kelaparan pada saat itu kecuali Abu Hurairah dan Rasulullah, kemudian Rasulullah senyum sambil melihat bejana susu lalu melihat kepada Abu Hurairah yang kelaparan,

“ wahai Abu hurairah tinggal tersisa aku dan kamu”,

Abu Hurairah menjawab, “benar wahai Rasulullah”,

Rasulullah berkata, “minumlah

Abu Hurairah berkata, dan akupun langsung meminumnya, dan tidaklah Rasulullah memerintahkan ku untuk terus meminum susu tersebut sampai aku tidak mendapatkan ruang kosong dalam lambungku, setelah aku kenyang barulah Rasulullah meminum susunya

Gravatar Image
Seorang pria asal Pekalongan yang gemar menulis dan sekarang belajar berbisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.